Sabtu, September 26, 2026
Google search engine

Pemprov Papua Tengah Akan Bentuk Satgas Karhutla di Nabire

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menetapkan status tanggap darurat dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di seluruh wilayahnya pada Sabtu (22/8/2026).

Langkah krusial ini diambil menyusul lonjakan titik api yang mengancam ekosistem serta ruang hidup masyarakat di delapan kabupaten.

Kebakaran dilaporkan meluas secara masif tanpa terkecuali di seluruh kabupaten se-Papua Tengah. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 21 Agustus 2026, terdeteksi ratusan titik api tersebar di kawasan tersebut. Kabupaten Nabire yang juga bertindak sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah menjadi daerah terdampak terparah dengan 279 titik api.

Disusul kemudian oleh Dogiyai (72 titik), Paniai (54 titik), Puncak (45 titik), Intan Jaya (44 titik), Deiyai (11 titik), dan Puncak Jaya (7 titik). Sementara wilayah Mimika tercatat nihil setelah sebelumnya sempat terdeteksi 6 titik api pada 20 Agustus.

Bencana lingkungan ini memaksa Pemprov Papua Tengah bergerak cepat mengingat fungsi vital hutan bagi masyarakat setempat.

“Lahan dan hutan yang terbakar itu sama saja terbakar pohon kehidupan bagi kehidupan manusia, karena kita hidup bergantung kepada lahan dan hutan,” ujar Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, saat menyampaikan keterangan pers di Auditorium KSK Bukit Meriam, Nabire, Sabtu (22/8/2026).

Guna mengatasi krisis, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk menggelar rapat darurat. Penanganan difokuskan melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 100.3.3.1/144 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satgas Karhutla Provinsi Papua Tengah.

Struktur komando satgas ini dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa selaku Ketua Satgas, didampingi Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini yang menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas.

Sebagai langkah awal, Gubernur memimpin rapat koordinasi jarak jauh (zoom meeting) bersama para bupati selaku ketua satgas dari delapan kabupaten pada Minggu (23/8/2026).

Rapat ini bertujuan memastikan konsolidasi lapangan, pemetaan kebutuhan wilayah, serta penetapan langkah tanggap darurat daerah. Selain penanganan api, Pemprov Papua Tengah menyiagakan bantuan medis, logistik, dan pengerahan tenaga teknis yang distribusinya diputuskan secara resmi usai koordinasi bersama seluruh kepala daerah.

(Alvi)

​Tim Gabungan Kodim 1705 dan BPBD Berhasil Padamkan Kebakaran di Waroki Nabire

0

Kodim 1705 Nabire bersama BPBD kabupaten dan provinsi papua tengah berhasil padamkan api di beberapa titik kebakaran di Nabire,Jumat (21/8/2026).

Hal ini disampaikan Pasi Ops Kodim 1705, Kapten Inf Marselus Tunyanan saat ditemui wartawan di halaman makodim.

“Tadi kami bersama-sama dengan BPPD Kaupaten dan Provinsi, kami melaksanakan pemadaman beberapa titik api yang ada di Kampung Waroki. Ini kami bersama dengan anggota dari Batalion TP804, sebanyak 70 orang, kami sendiri dari Kodim sebanyak 10 orang, jadi semuanya berjumlah 80, tadi dari tengah siang sampai dengan malam ini,” ungkap Marselus.

Untuk memadamkan api, menurut Marelus, tim gabungan dari zipur menurunkan satu unit mobil tangki, satu unit mobil tangki dari Batalyon 804 dan 3 unit mobil pemadam kebakaran.

Sementara untuk penyebab kebakaran, dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Untuk penyebab kebakaran kami belum monitor. kalau untuk kesengajaan kami belum tahu pasti, jadi mungkin ada dua alternatif, kemungkinan besar bisa terjadi dari unsur kesengajaan atau dari alam, karena kami sendiri juga tidak bisa melihat dari kasat mata,” ungkapnya.

Dirinya berharap, api tidak menyebar dan keadaan dapat membaik.

“ mudah-mudahan saja malam ini api tidak menyebar lagi dan mudah-mudahan kita berdoa supaya apinya agar bisa mati, mati total, berarti dengan demikian keadaan sudah mulai membaik harapan kita semua,” pungkasnya.

(Septi)

Ancaman ISPA Dampak Karhutla, Dinkes Papua Tengah Bagi Masker di CFD Nabire, dr. Agus : “Wajib Gunakan Masker”

0

Globalpapua.id, NABIRE — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar kawasan SP 3 Karadiri hingga mendekati Bandara Douw Aturure dan sudah menyebar ke berapa titik-titik lahan lainnya di Nabire barat mulai memicu kekhawatiran warga Nabire.

Menanggapi ancaman kabut asap dan debu tebal musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah langsung mengambil tindakan preventif di lapangan demi menekan risiko penyakit saluran pernapasan. Sabtu (22/8/2026).

Aksi nyata tersebut digelar di arena Car Free Day (CFD) Jalan Pepera, Nabire. Tim Dinkes turun langsung membagikan 1.000 masker 3-ply gratis per hari kepada pejalan kaki, pengendara, hingga mama-mama pedagang. Langkah tanggap ini diambil setelah Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mulai mendeteksi grafik kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Guna menopang aksi lapangan, Dinkes menyiagakan stok 60.000 lembar masker, menjamin pasokan obat dan vitamin di Instalasi Farmasi Provinsi, serta menyiagakan armada ambulans darurat. Evaluasi pelaksanaan CFD untuk pekan depan juga akan terus disesuaikan dengan tren kualitas udara harian.

“Data SKDR menunjukkan mulai ada kenaikan kasus ISPA walau belum signifikan, namun kami tidak boleh lengah. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan dan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” tegas dr. Agus.

Ia mengingatkan warga yang mengalami sesak dada atau batuk-pilek lebih dari tiga hari untuk segera mendatangi puskesmas terdekat, atau menghubungi kanal resmi via WhatsApp (0822-2308-8479) dan Instagram (@dinkespapuatengah).

(Red)

Dinkes Papua Tengah Siapkan Logistik Medis dan Imbau Masyarakat Memakai Masker Dampak Karhutla Nabire

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar rapat darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Jumat (21/8/2026).

Langkah tanggap darurat ini dipimpin oleh Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule guna memobilisasi armada pemadam menyusul kebakaran yang meluas dari kawasan SP 3 Karadiri hingga mendekati Bandara Douw Aturure Nabire.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah bergerak cepat mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap masyarakat.

Plt. Kadinkes Papua Tengah dr. Agus mengungkapkan bahwa pihaknya mulai mendeteksi adanya dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla tersebut.

“Akibat paparan asap ini, berdasarkan data dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang kami miliki, terdapat tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Meskipun demikian, saat ini peningkatannya belum tergolong signifikan. Pemantauan harian terhadap kasus ISPA dan kualitas udara akan terus kami laporkan secara khusus,” ujar dr. Agus.

Untuk menanggulangi risiko paparan asap, Dinkes Papua Tengah telah menyiagakan puluhan ribu masker serta memastikan ketersediaan logistik obat-obatan dan layanan darurat.

“Stok masker tiga lapis (3-ply) yang kami miliki saat ini tersedia sebanyak 23 karton atau sekitar 60.000 lembar. Kami mulai melakukan pembagian rutin harian sebanyak 1.000 masker di sejumlah titik ruang publik. Ketersediaan obat batuk dan vitamin juga dipastikan aman di Instalasi Farmasi Provinsi, didukung armada ambulans yang disiagakan penuh untuk mengantisipasi kasus gawat darurat seperti sesak napas akut,” lanjut dr. Agus.

Terkait kegiatan Car Free Day (CFD) pekan ini, dr. Agus menjelaskan bahwa pelaksanaannya tetap berjalan dengan diselingi promosi kesehatan dan pembagian masker gratis, sebelum nantinya dievaluasi kembali untuk pekan depan demi perlindungan kesehatan warga.

Menutup keterangannya, dr. Agus menyampaikan imbauan penting agar masyarakat aktif menjaga kesehatan dan tidak memperburuk kondisi udara.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan gizi, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Segera kunjungi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala batuk pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat, dada sesak, atau gejala kesehatan lainnya,” imbau dr. Agus.

(Red)

Pemprov Papua Tengah Gelar Rapat Darurat Tanggapi Ancaman Karhutla Akibat El Nino Ekstrem

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar rapat darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire. Langkah tanggap darurat ini diambil menyusul kebakaran lahan yang meluas dari kawasan SP 3 Karadiri, Nabire Barat, hingga mendekati Bandara Douwes Aturure, Jumat (21/8/2026).

Kabut asap tebal akibat kebakaran tersebut melumpuhkan aktivitas warga, memicu gangguan pernapasan dan mata, serta menyebabkan penundaan jadwal penerbangan. Kebakaran yang terjadi di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino selama dua bulan terakhir ini ditangani secara sinergis oleh pemadam kebakaran, masyarakat, serta 75 personel gabungan dari Polda Papua Tengah, Polres Nabire, dan Brimob.

Rapat koordinasi terbatas ini dipimpin oleh Sekda Papua Tengah Silwanus Sumule mewakili Gubernur Meki Nawipa, serta dihadiri DLHKP, Dinas Kesehatan, BPBD/BNPB, BMKG, Polda Papua Tengah, Damkar, hingga Kepala RRI Nabire.

Sekda Silwanus menegaskan, Pemprov bergerak cepat mengidentifikasi masalah serta menginventarisasi armada pemadam yang ada guna memobilisasi bantuan darurat.

“Kami mengidentifikasi ada enam mobil pemadam kebakaran serta dua unit milik kepolisian yang dimanfaatkan. Kami terus mengupayakan memodifikasi dan memobilisasi armada, termasuk menggandeng masyarakat yang memiliki mobil tangki air untuk menyuplai pasokan ke lokasi kritis,” ujar Silwanus Sumule.

Kondisi karhutla diperparah oleh kemarau ekstrem yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir tahun.

Kepala Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi, yang terus berkoordinasi dengan BPBD setempat terkait prakiraan cuaca dan mitigasi kebencanaan, membeberkan bahwa wilayah Nabire dan sekitarnya saat ini berada pada tingkat kerawanan tertinggi akibat cuaca ekstrem.

“Berdasarkan data 10 hari terakhir hingga pertengahan Agustus, tercatat ratusan titik panas di Papua Tengah dengan Indeks El Nino mencapai 2,7 atau kategori sangat kuat. Peta kemudahan penyulutan api di Nabire masuk tingkat ekstrem, di mana percikan api sekecil apa pun atau puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat langsung memicu kebakaran besar,” kata Husain.

Pemprov Papua Tengah, mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan titik api ke posko darurat BPBD yang ada di Kabupaten Nabire.

(Red)

Evaluasi LPPD Papua Tengah, Gubernur Meki : “LPPD Bukan Sekadar Dokumen Administratif”

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Evaluasi Mandiri Tim Daerah Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025 sekaligus persiapan penyusunan LPPD Tahun 2026 di Nabire, Kamis (20/8/2026).

Agenda ini dihadiri oleh perwakilan Ditjen EKPKD Kemendagri, Tim Daerah, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tujuan mengevaluasi capaian kinerja dan memperkuat kapasitas aparatur dalam menyajikan laporan yang transparan serta akuntabel.

Hadir mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Staf Ahli Pemprov Papua Tengah, Herman Kayame membacakan sambutan tertulis Gubernur yang mengingatkan seluruh jajaran agar penyusunan dokumen laporan tidak dinilai sebagai kewajiban rutin semata. Ia menekankan pentingnya keakuratan data, ketepatan waktu, serta kolaborasi antarinstansi agar seluruh indikator kinerja daerah yang disajikan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“LPPD bukan sekadar dokumen administratif yang disusun untuk memenuhi kewajiban,” tegas Meki Nawipa.

Melalui pesan tertulisnya, Gubernur Meki Nawipa mendorong seluruh perangkat daerah untuk memanfaatkan hasil evaluasi ini sebagai bahan perbaikan nyata demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.

(Red)

Kasus Pembunuhan Berencana Anak di Nabire Masuki Tahap II, Polres Limpahkan ABH ke Kejari

0

Globalpapua.id, NABIRE – Penanganan perkara dugaan pembunuhan berencana yang melibatkan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Kabupaten Nabire resmi memasuki tahap penuntutan. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Polres Nabire melaksanakan Tahap II dengan menyerahkan ABH beserta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire, Rabu (19/8/2026).

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menyampaikan bahwa pelimpahan ini menandai selesainya seluruh proses penyidikan di tingkat kepolisian.

Pemberitahuan berkas P-21 diterima penyidik pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIT. Selanjutnya, pada Rabu pukul 10.00 WIT, penyidik menyerahkan ABH dan barang bukti ke Kejari Nabire untuk dilanjutkan ke proses penuntutan di pengadilan.

“Dengan telah dinyakatannya berkas perkara lengkap, penyidik telah melaksanakan Tahap II, yaitu penyerahan anak dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum untuk selanjutnya memasuki proses penuntutan,” ujar AKBP Samuel.

Sebelum pelimpahan, penyidik Satreskrim Polres Nabire telah melengkapi rangkaian tindakan penyidikan, mulai dari pemeriksaan saksi, pemeriksaan ABH dengan mekanisme khusus, pengumpulan dan penyitaan barang bukti, pemeriksaan ahli, hingga reka ulang (rekonstruksi). Seluruh proses tersebut dipastikan berjalan berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang sah.

Meski berhadapan dengan pasal berat, kepolisian menegaskan penanganan perkara ini tetap mengacu pada Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Hak-hak anak dijamin tetap dilindungi selama proses hukum berjalan.

“Perlindungan terhadap anak tidak berarti menghilangkan pertanggungjawaban hukum. Proses hukum tetap dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan, namun dengan menerapkan mekanisme khusus sebagaimana diwajibkan dalam Sistem Peradilan Pidana Anak,” Kapolres Samuel.

Kapolres juga mengimbau publik dan media massa untuk tidak menyebarluaskan identitas ABH termasuk foto wajah, alamat, sekolah, maupun identitas keluarga demi menjaga kerahasiaan dan masa depan anak sesuai amanat undang-undang.

(Alvi)

Semarak HUT Ke-81 RI, BMP RI Nabire Gelar Aksi Bersih dan Bagi Sembako di Pasar Karang, Samuel Sauwyar : “Bentuk Kebersamaan dalam Mengisi Kemerdekaan”

0

Globalpapua.id, NABIRE — Gelora memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nabire berlangsung penuh antusiasme pada Kamis (20/8/2026).Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Nabire menggelar aksi sosial yang dipusatkan di depan Kios Panjang Pasar Karang Tumaritis. Rangkaian acara dimulai pukul 07.00 WIT dengan aksi pembersihan lingkungan pasar yang melibatkan personel TNI AL Nabire, prajurit Kodim 1705/Nabire, mama-mama pedagang, hingga anak-anak dan warga setempat.

Atmosfer peringatan kemerdekaan kian meriah saat panitia membagikan 250 paket bantuan bahan makanan (bama) fokus beras secara mandiri dari internal organisasi. Kehadiran bantuan ini menghadirkan kebahagiaan bagi mama-mama pedagang kecil yang kerap mengeluhkan sepinya jualan dari pagi hingga sore hari.

Kemeriahan pun makin memuncak lewat pelbagai Perlombaan Rakyat, seperti lomba makan kerupuk, kelereng, hingga tarik tambang. Warga dan anak-anak Pasar Karang bersuka cita memperebutkan beragam hadiah bervariasi hingga acara berakhir.

Wakil Ketua I DPD BMP RI Papua Tengah sekaligus perwakilan pengurus BMP RI Kabupaten Nabire, Samuel Sauwyar, menegaskan bahwa aksi sosial seperti ini akan rutin dilaksanakan pada setiap momen hari besar nasional hingga menyasar panti asuhan.

“Di momen Kemerdekaan Ke-81 ini, kita hadir langsung melakukan kegiatan positif di Pasar Karang. Ini bentuk kebersamaan kita dalam mengisi kemerdekaan dan membantu kebutuhan mama-mama di pasar,” ungkap Samuel Sauwyar

Melalui momentum HUT Ke-81 RI ini, seluruh masyarakat Nabire diimbau untuk terus memelihara kebersihan lingkungan, ketertiban, serta kedamaian bersama di mana pun berada.

Diharapkan pula adanya sinergi serta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah setempat agar dapat terus berkolaborasi dengan DPC BMP RI Nabire, sehingga kegiatan-kegiatan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

(ALVI)

LMA Nabire Gelar Pawai Budaya Nusantara dan Deklarasi Damai Sambut HUT RI ke-81

0

Nabire, Papua Tengah | Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire menggelar Deklarasi dan Pawai Masyarakat Adat Nusantara dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (19/8/2026), di Taman Gizi Oyehe, Distrik Nabire.

Kegiatan bertema “Bersama dalam Keberagaman Ciptakan Papua Tengah yang Aman dan Damai” ini dipimpin Ketua LMA Kabupaten Nabire Karel Misiro didampingi Korwil LMA Papua Tengah Yona Kogoya, serta diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai suku dan elemen masyarakat.

Hadir mewakili Bupati Nabire, La Halim, S.Sos (Asisten I Setda Nabire), bersama Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, unsur TNI-Polri, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Yona Kogoya menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama masyarakat Nabire untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian.

Ia juga menekankan komitmen LMA dalam menolak kekerasan, kebencian, serta mengajak seluruh masyarakat hidup rukun dan mendukung pembangunan di Papua Tengah, terutama melalui peningkatan pendidikan generasi muda.

Sementara itu, Karel Misiro menyampaikan bahwa deklarasi menjadi simbol persatuan masyarakat adat dalam menyambut HUT RI ke-81 serta memperkuat pelestarian adat dan budaya sebagai warisan leluhur.

Mewakili Bupati Nabire, La Halim menyatakan pemerintah daerah mengapresiasi LMA sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban sosial, memperkuat persatuan, dan melestarikan budaya.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia lahir dari keberagaman, sehingga perbedaan harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan.

Dalam deklarasi yang dibacakan Karel Misiro, masyarakat adat menyatakan komitmen untuk:

Menjadikan keberagaman sebagai kekuatan persatuan.

Menolak provokasi, hoaks, kekerasan, dan konflik antarsuku.

Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mendukung program pembangunan demi kesejahteraan Papua Tengah.

Usai deklarasi, peserta melaksanakan pawai budaya mengelilingi Kota Nabire dengan rute Taman Gizi Oyehe hingga Kalibobo dan kembali ke titik awal. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan berakhir pada pukul 17.20 WIT.

(Red)

Meriahkan HUT Ke-81 RI, GAMKI dan BMP RI Nabire Gelar Seminar dan Lomba Menulis Esai

0

Globalpapua.id, NABIRE – Tim Caretaker DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nabire berkolaborasi dengan Barisan Merah Putih (BMP) RI Nabire menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan serta Penyerahan Hadiah Lomba Menulis Esai dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI di Nabire, Papua Tengah. Rabu (19/8/2026).

Kegiatan bertema “Semangat Kemerdekaan Membangun Generasi Papua Tengah Yang Cerdas, Nasionalis, Kreatif, Berdaya Saing, dan Berakhlak” ini dihadiri jajaran perwakilan DPR Papua Tengah, Danlanal Nabire, perwakilan Dandim 1705 Nabire, Dinas Pendidikan Kabupaten, serta peserta dari pelajar dan mahasiswa.

Selain pemaparan materi kebangsaan, panitia menyerahkan total hadiah uang pembinaan Rp10 juta beserta medali apresiasi kepada para pemenang lomba esai yang tersaring dari 24 naskah peserta.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dina Pidjer, saat membuka acara secara resmi menekankan pentingnya menanamkan nilai Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bekal kehidupan sehari-hari bagi para pelajar.

“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun persatuan. Jadilah generasi yang cerdas, nasionalis, kreatif, berdaya saing, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan menuju Indonesia Emas,” tegas Dina Pidjer.

Di sisi lain, Ketua Tim Caretaker DPC GAMKI Nabire, Yusuf Simbiak, menyoroti tantangan penurunan minat dan kualitas literasi menulis anak muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pihaknya mencatat masih banyak karya esai yang belum memenuhi kriteria dasar penulisan, bahkan ditemukan praktik instan copy-paste dari internet.

Melalui kegiatan ini, GAMKI berharap Dinas Pendidikan dan pemangku kepentingan terkait dapat menyelenggarakan pelatihan menulis secara berkelanjutan guna mengasah daya kritis dan budaya literasi generasi muda Papua Tengah.

(Alvi)

MOST COMMENTED

- Advertisement -