/2026/01/1767996508503-1.png"/>

Globalpapua.id, NABIRE – — Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah menyoroti ancaman panjang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Ketersediaan sarana dan prasarana pemadam yang masih terbatas menjadi tantangan utama yang harus segera dibenahi. Kamis (27/8/2026).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris DLHKP Provinsi Papua Tengah, Alexander Pekei, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR Papua Tengah di Ruang Rapat ADK DPR Papua Tengah, Nabire. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, Jhon NR Gobai.

Alexander menegaskan, perubahan cuaca ekstrem telah berdampak langsung pada kondisi vegetasi dan lahan di wilayah Papua Tengah.

“Fenomena El Nino menyebabkan kondisi lingkungan semakin kering sehingga meningkatkan risiko karhutla. Sementara itu, kami masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Kondisi ini perlu segera diperkuat mengingat El Nino diperkirakan berlangsung hingga awal 2027,” ujar Alexander.

Guna mengatasi keterbatasan tersebut, DLHKP mendorong pembentukan dan penguatan kelembagaan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terpadu. Satgas ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat lokal di area rawan kebakaran.

Melalui forum RDP ini, DLHKP berharap DPR Papua Tengah dapat memberikan dukungan konkret berupa regulasi dan alokasi anggaran mitigasi. Penambahan fasilitas serta kesiapan personel dinilai mendesak agar potensi bencana karhutla dapat ditekan secara optimal.

(Alvi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini