Globalpapua.id, Nabire – Satu unit rumah milik Rini Iriana Laloan (32) di Jalan Poros Samabusa, Kelurahan Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, ludes dilalap api sekitar pukul 13.35 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp170 juta. Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui setelah anak korban yang sedang bermain di sekitar lokasi melihat kepulan asap dari arah rumah dan segera memberi tahu ibunya. Saat itu korban sedang berada di rumah ayahnya yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Mengetahui rumahnya terbakar, korban bergegas menuju lokasi dan mendapati api sudah berkobar. Korban kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api. Namun, karena sebagian besar bangunan berbahan kayu, kobaran api dengan cepat menghanguskan seluruh rumah.
Saksi, Aprilia Toda (19), mengatakan api pertama kali terlihat berasal dari bagian belakang rumah, tepatnya di area dapur. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak ada penghuni yang berada di dalam bangunan.
“Saya melihat api sudah menyala dari arah belakang rumah, tepatnya di bagian dapur. Saat itu tidak ada orang di dalam rumah,” ujar Aprilia.
Sekitar pukul 14.00 WIT, tim pemadam kebakaran Provinsi Papua Tengah tiba di lokasi menggunakan dua unit mobil pemadam dan langsung melakukan upaya pemadaman terhadap sisa kobaran api. Lima menit kemudian, personel Polres Nabire yang dipimpin Perwira Pengawas (Pamapta) turut mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan. Tim pemadam kebakaran menyelesaikan penanganan dan meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.30 WIT.

Petugas menyatakan penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Hal itu karena rumah dalam keadaan kosong saat kejadian dan belum ada saksi yang mengetahui secara langsung awal mula munculnya api.
“Penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Syukurnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp170 juta,” kata seorang petugas di lokasi kejadian.
(Alvi)
















