Kamis, Agustus 13, 2026
Google search engine

Pemprov Papua Tengah Gandeng SCOPI Fokus Penguatan Ekosistem Budaya Kopi , Meki Nawipa : “Kopi Bukan Cuma Tanaman, Tapi Masa Depan Petani”

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menggandeng Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pemberdayaan petani dan penerapan budidaya kopi berkelanjutan di Hotel Carmel, Kalibobo, Nabire. Senin (10/8/2026).

Kerja sama strategis ini berfokus pada penguatan ekosistem kopi dari hulu ke hilir, mencakup pelatihan teknik budidaya (Good Agricultural Practices), penanganan pascapanen, hingga pembentukan rantai pasok yang berdaya saing. Melalui pendekatan ini, para petani lokal ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan ekonomi daerah.

Sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, yang diwakilkan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, menegaskan visi panjang pengelolaan komoditas unggulan tersebut.

“Kopi Papua Tengah bukan hanya tentang tanaman, tetapi tentang masa depan petani, peningkatan ekonomi masyarakat, kelestarian lingkungan, dan pembangunan Papua Tengah yang berkelanjutan,” ujar Gubernur Meki.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap sinergi lintas sektor ini dapat mewujudkan perkebunan kopi yang produktif, ramah lingkungan, serta melahirkan banyak pelatih utama (master trainers) dan petani terampil di lapangan.

Lebih jauh, Pemprov Papua Tengah optimistis kemitraan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan nilai tambah, kualitas, dan daya saing produk lokal, sehingga kopi khas Papua Tengah mampu menembus pasar nasional hingga internasional secara berkelanjutan.

(Red)

Aksi Damai Simapitowa Tuntut DPR Papua Tengah Desak TNI Cabut Papan Batas Wilayah di KM 95 dan KM 102

0

Globalpapua.id, NABIRE – Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Simapitowa menggelar aksi damai untuk menuntut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah mendesak pihak TNI mencabut papan batas wilayah yang terpasang di KM 95 dan KM 102.

Aksi massa yang semula direncanakan terkonsentrasi di tiga titik terpisah yakni di sekitar Hotel Adamant, SP 1 Nabire Barat, dan Pasar Karang berhasil disatukan menjadi satu titik pusat di Pasar Karang berkat pendekatan persuasif dari Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu. Senin (10/8/2026).

Dari Pasar Karang, massa kemudian melakukan longmarch menuju halaman Kantor DPR Papua Tengah. Aksi longmarch ini mendapat pengawalan ketat dan humanis dari jajaran aparat gabungan serta para tokoh daerah, di antaranya Kapolres Nabire, Danlanal Nabire, Perwira Polda Papua Tengah, anggota Majelis Rakyat Papua Papua Tengah (MRP PT), hingga para kepala suku.

Massa aksi tiba di halaman Kantor DPR Papua Tengah pada pukul 11.25 WIT dan langsung bersiap menyampaikan aspirasinya. Hingga berita ini diterbitkan, penyampaian orasi oleh orator dan koordinator lapangan (korlap) di halaman kantor DPR PT masih terus berlangsung secara bergantian.

Untuk memastikan jalannya aksi berlangsung kondusif, pihak kepolisian mengedepankan pelayanan humanis dengan menerjunkan ratusan personel gabungan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, menyatakan pihak pengamanan siap mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat tersebut hingga selesai.

“Pada prinsipnya, kami dari Polres Nabire bersama rekan-rekan TNI dan Satpol PP menyiagakan sejumlah 593 personel yang akan dilibatkan dalam pelayanan ini,” ujar AKBP Samuel.

Beliau juga mengingatkan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah selama aksi berlangsung.

“Kami sudah menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan harus bisa menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Hal inilah yang kami harapkan, karena sesungguhnya keamanan dan ketertiban masyarakat ini menjadi tanggung jawab kita bersama di Kabupaten Nabire,” tambahnya.

“Sekali lagi, kami memohon dukungan dari semua pihak baik kepala suku, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat agar kita semua bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, Nabire tetap aman, lancar, dan kondusif selama kegiatan berlangsung,” tegas Kapolres Tatiratu.

(Alvi)

Soroti Konflik dan Operasi Militer di Hari Masyarakat Adat, Ando Douw : “Tanah Papua Milik Masyarakat Adat!”

0

Globalpapua.id, NABIRE — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire bersama aliansi pelajar dan mahasiswa menggelar aksi Mimbar Bebas di halaman Asrama Putra Dogiyai, Jalan Dosa, Bumi Wonorejo, Nabire, pada Minggu (9/8/2026).

Aksi yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia ini diwarnai dengan orasi politik, pembacaan puisi, hingga penampilan seni budaya. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap kekhawatiran atas pengrusakan hak-hak adat dan kehancuran kebudayaan di Papua.

Dalam pergerakan tersebut, massa aksi menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya investasi berlatar belakang kekuatan militer yang dinilai mengancam ruang hidup warga lokal. Pihak penyelenggara menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari seluruh generasi muda dan mahasiswa dari berbagai wilayah adat Papua untuk terus menjaga nilai-nilai kebudayaan serta melestarikan tanah leluhur dari berbagai ancaman marginalisasi.

Koordinator Lapangan KNPB Nabire, Ando Douw, secara tegas mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum konkret serta menghentikan seluruh operasi militer di Tanah Papua.

“Kami tegaskan bahwa Tanah Papua bukan milik negara, melainkan milik masyarakat adat yang sudah ada jauh sebelum Indonesia masuk. Pemerintah wajib mengesahkan RUU Masyarakat Adat, menghentikan operasi militer, mengembalikan ratusan ribu pengungsi internal, dan menyelesaikan konflik TPNPB dengan TNI/Polri melalui jalur dialog,” ujar Ando Douw.

(ALVI)

Kapolres Nabire Pimpin Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Aspirasi Masyarakat

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S. I. K, CPHR, Memimpin pengarahan jelang aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (10/08), jajaran kepolisian menggelar apel kesiapsiagaan guna memastikan seluruh personel dan sarana siap bertugas, Minggu (9/8/2026) sore.

Dalam pimpinannya, pimpinan pimpinan pengamanan menyampaikan sejumlah poin krusial kepada seluruh personel gabungan yang terlibat, meliputi unsur TNI, Polri (Polda, Polres, Brimob), hingga Satpol PP. Berikut adalah lima poin utama yang ditekankan dalam pengarahan tersebut:

Pendekatan Harmonis dan Humanis: Seluruh personel diminta mengedepankan kesabaran, keikhlasan, serta sikap humanis dalam melayani dan mengawal masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

Kesiapan Logistik dan Sarana Prasarana: Pihak Bagian Operasi (Bag Ops) dan Logistik diinstruksikan untuk memastikan kesiapan armada transportasi, dukungan BBM, hingga kebutuhan konsumsi (sarapan dan makan siang) seluruh anggota agar pengamanan berjalan tanpa kendala.

Ketepatan Waktu dan Penguasaan Lapangan: Apel kesiapsiagaan utama dijadwalkan pada Senin pagi pukul 06.00 WIB. Kehadiran awal petugas di lapangan dinilai mampu mengendalikan hingga 50 persen potensi situasi di lokasi.

Fokus Titik Pengamanan dan Dokumentasi: Pengamanan difokuskan pada dua titik utama, yakni area Hotel Adaman Jepara dan Pasar Karang.

Setiap Perwira Pengendali (Padal) diminta menunjuk tim dokumentasi untuk mencatat alur kegiatan dari awal hingga akhir, didukung oleh rekan-rekan media guna mengantisipasi hal-hal di luar rencana.

Siaga Personel Tambahan: Anggota intelijen dan tim khusus dari Satuan Reskrim disiagakan untuk memantau situasi sejak malam hari. Selain itu, personel yang lepas dinas diminta tidak langsung pulang guna menantikan arahan lanjutan demi mengantisipasi eskalasi situasi, termasuk isu terkait tambang dan pengamanan kawasan sekitar.

Usai arahan, kegiatan dilanjutkan dengan show of force singkat serta pembacaan surat perintah (sprin) tugas oleh Kabag Ops untuk memastikan penempatan backup personel di setiap titik pengamanan.

Pengarahan ditutup dengan penegasan komitmen seluruh anggota untuk bekerja secara kompak, profesional, dan penuh rasa tanggung jawab.

(Red)

Polres Nabire Siagakan 593 Personel Gabungan Amankan Aksi Penyampaian Aspirasi Masyarakat Simapitowa

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Bertempat di Mapolres Nabire, Minggu, (9/08/2026) sore, Polres Nabire bersama unsur TNI dan Satpol PP menyiagakan sebanyak 593 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi dari kelompok masyarakat Simapitowa yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kesiapan pengamanan tersebut diawali dengan apel siaga dan show of force personel gabungan, serta dilanjutkan dengan pengecekan akhir pada Senin pagi pukul 06.00 WIT sebelum personel diterjunkan ke lapangan.

Kapolres Nabire, AKBP. Samuel Dominggus Tatiratu,. S. I. K., CPHR, menjelaskan bahwa aksi penyampaian aspirasi ini melibatkan massa dari 11 distrik di Kabupaten Nabire. Aspirasi yang akan disampaikan ke pihak DPRP tersebut berkaitan dengan keberadaan pos-pos aparat keamanan di jalur Topo hingga Kilo 100, serta penanganan masalah pertambangan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Ketua Simapitowa, Fabianus Tebai, pihak penyelenggara telah mengimbau seluruh simpatisan untuk menjaga ketertiban, tidak dalam pengaruh minuman keras (miras), serta tidak membawa atribut atau simbol-simbol yang bertentangan dengan NKRI.

Guna menjaga kelancaran dan efisiensi waktu penyampaian aspirasi, pihak kepolisian menyarankan agar titik kumpul massa dipusatkan di satu lokasi, yaitu di kawasan Pasar Karang. Polres Nabire juga menyiapkan armada truk sebagai sarana transportasi pendukung mobilisasi massa menuju gedung DPRP.

Kapolres Nabire mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Nabire untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Pihak kepolisian menjamin pengamanan akan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika menemukan potensi tindak pidana melalui Call Center 110 atau menghubungi nomor kontak Kapolres Nabire di 0822-4841-4203.

(Red)

Jelang Aksi Demo Damai Simapitowa di Nabire, Kapolres Tatiratu Imbau Masyarakat Beraktivitas Seperti Biasa

0

Globalpapua.id, NABIRE – Gelombang seruan aksi demo damai yang diprakarsai oleh Front Peduli Alam dan Manusia Mapia beredar luas melalui poster berita di media sosial, mengimbau seluruh rakyat Bangsa Papua pada umumnya dan rakyat Simapitowa pada khususnya di 11 distrik meliputi Distrik Mapia Induk, Mapia Tengah, Piyaiye, Sukikai Selatan, Siriwo, Topo, Menou, Dipa, Wanggar, Yaro, hingga masyarakat Mapia di wilayah pesisir untuk merapatkan barisan pada Senin (10/8).

Aksi yang dikoordinir oleh Korlap Umum Yeti Tagi dan Dodipai, serta Muda Boma Mapiha 777 selaku penanggung jawab aksi dengan motto “Siap taru badan demi tanah dan manusia”, menyasar Kantor DPR PT Papua Tengah. Minggu (9/8/2026).

Dalam tuntutannya, massa mendesak pencabutan papan nama atau plat bernaskah “BATAS WILAYAH TNI KM 95” dan “BATAS WILAYAH TNI KM 102” yang ditanam secara paksa oleh TNI, dengan penegasan bahwa tanah adalah mama dan sumber kehidupan warisan leluhur pemberian Allah bagi rakyat Mapia yang harus dijaga dari perampasan oleh pihak TNI, Polri, maupun tambang berskala besar demi keberlangsungan hidup anak cucu mendatang.

Menyikapi rencana aksi tersebut, Aparat Keamanan TNI-Polri bersama Satpol PP Provinsi menggelar apel kesiapan pelayanan penyampaian aspirasi yang dilanjutkan dengan aksi show of force, serta dijadwalkan menggelar apel pengecekan akhir pada pukul 06.00 WIT sebelum menerjunkan personel ke lapangan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, mengungkapkan bahwa sebanyak 593 personel gabungan telah disiagakan untuk memberikan pengamanan optimal.

“Pada prinsipnya, kami dari Polres Nabire bersama rekan-rekan TNI dan Satpol PP menyiagakan sejumlah 593 personel yang akan dilibatkan dalam pelayanan ini. Berdasarkan koordinasi terakhir dengan Ketua Simapitowa, Bapak Fabianus Tebai, massa diimbau tidak dalam kondisi mabuk miras, tidak membawa bendera atau logo yang bertentangan dengan NKRI, serta menjaga ketertiban bersama,” ujar Kapolres Tatiratu.

Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah dengan para korlap untuk mengondisikan massa simpatisan yang diestimasikan melibatkan 11 distrik dengan jumlah berpotensi di atas 100 orang agar titik kumpul dipusatkan di Pasar Karang (selain Hotel Adamant) demi kelancaran mobilisasi ke Kantor DPRP menggunakan angkutan kendaran roda six (truk kuning) yang disiapkan petugas. Adapun materi aspirasi utama fokus pada keberadaan pos-pos aparat keamanan dari Topo hingga Kilo 100 serta penanganan persoalan tambang di wilayah tersebut.

Guna memastikan situasi wilayah hukum tetap kondusif selama aksi berlangsung, pihak kepolisian meminta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, kepala suku, dan tokoh pemuda. Di akhir keterangannya, Kapolres Nabire memberikan imbauan resmi kepada seluruh warga Kabupaten atau Kota Nabire agar tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas harian secara normal.

“Kepada Saudara-saudaraku masyarakat Kabupaten di Kota Nabire, kami berharap masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa karena Polres Nabire bersama TNI, Satpol PP, Polda, dan Brimob siap melakukan pengamanan sesuai prosedur, ikuti arahan petugas di lapangan jika terjadi rekayasa lalu lintas akibat kemacetan, serta laporkan hal-hal mencurigakan atau tindak pidana melalui Call Center 110, Polsek atau Pospol terdekat.

Mari kita bersama-sama menjaga kompleks kediaman masing-masing, berdoa, dan berserah diri agar seluruh rangkaian kegiatan serta situasi di Kabupaten Nabire tetap aman, nyaman, lancar, dan kondusif,” tutup AKBP Tatiratu.

(Alvi)

Pemuda di Siriwini Ditemukan Meninggal, AKBP Samuel : “Proses Penyelidikan Sesuai Prosedur, Masyarakat Di Imbau Tetap Tenang

0

Globalpapua.id, Nabire – Jajaran Polres Nabire, Polda Papua Tengah, merespons cepat laporan masyarakat terkait penemuan seorang warga yang meninggal dunia di tempat tinggalnya di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire, sekitar pukul 01.40 WIT. Minggu (9/8/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket fungsi Satreskrim bersama Unit Identifikasi dan piket penjagaan Polres Nabire langsung menuju lokasi. Petugas melakukan penanganan awal, evakuasi korban berinisial H.T. (23), pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis RSUD Nabire, petugas mengonfirmasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan keterangan awal, korban sempat berkomunikasi via WhatsApp terkait persoalan utang-piutang sebelum akhirnya ditemukan tak sadarkan diri lewat panggilan video.

“Saksi sempat menerima komunikasi video dan melihat korban sudah tidak sadarkan diri, sehingga saksi langsung meminta bantuan warga untuk mengecek lokasi kejadian dan melaporkannya ke pihak kepolisian,” ujar salah seorang saksi saat dimintai keterangan oleh petugas.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada jajaran Polres Nabire.

Sementara itu, pihak kepolisian telah membuat permintaan visum et repertum serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Dari hasil koordinasi tersebut, pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah H.T.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, menegaskan bahwa jajarannya tetap melakukan pendalaman secara intensif dan profesional guna memastikan seluruh fakta di lapangan terungkap terang benderang.

“Polres Nabire telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi lokasi, pemeriksaan TKP, mengevakuasi korban, meminta keterangan saksi, hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta dan keterangan terkait peristiwa ini dapat diketahui secara jelas,” tegas Kapolres Tatiratu.

AKBP Samuel juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menyikapi peristiwa ini, khususnya di media sosial. Pihak kepolisian memastikan seluruh proses berjalan transparan dan situasi di wilayah hukum Polres Nabire hingga kini dalam keadaan aman dan kondusif.

(Red)

Tekan Kejahatan 3C di Nabire, Tim Gabungan Polres Sikat Rawan Kriminal lewat Patroli Noken

0

Globalpapua.id, NABIRE -Polres Nabire Polda Papua Tengah bergerak cepat menekan angka kriminalitas lewat pelaksanaan Operasi Sikat Noken 2026. Dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Nabire, IPTU Bogi Transtanto, S.H., tim gabungan yang terdiri dari personel Timsus, Brimob Yon A Pelopor Nabire, serta Sat Lantas Polda Papua Tengah dan Polres Nabire menyisir sejumlah kawasan rawan pada Jumat (7/8) hingga Sabtu (8/8/2026).

Dalam aksi standby on call dan hunting tersebut, petugas menyasar ruas jalan utama, permukiman warga, hingga pusat keramaian guna mengantisipasi ancaman pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Langkah preventif sekaligus represif ini terbukti efektif dalam meminimalkan potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Nabire. Saat menggelar razia dan pemeriksaan kendaraan di lapangan, petugas berhasil mengamankan dua unit sepeda motor Honda Beat Street (warna hitam dan silver) yang tidak dilengkapi dokumen resmi untuk diperiksa lebih lanjut di Mako Polres Nabire.

“Kegiatan Operasi Sikat Noken 2026 ini merupakan langkah nyata Polri dalam menekan angka kejahatan 3C sekaligus menghadirkan rasa aman dengan meningkatkan kehadiran personel secara langsung di tengah masyarakat,” tegas IPTU Bogi Transtanto di sela-sela kegiatan.

Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif tersebut, kepolisian menyertakan imbauan penting bagi seluruh elemen masyarakat.

Dimbau kepada seluruh warga Nabire untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, tidak mengabaikan kelengkapan dokumen kendaraan, bijak dalam menjaga barang bawaan yang memicu potensi kejahatan, serta aktif berperan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

(Red)

Pemprov Papua Tengah Resmi Buka Semarak HUT ke-81 RI di Nabire, Wagub Deinas Tegaskan ASN dan Warga Wajib Kibarkan Merah Putih

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia melalui gelaran jalan santai dan gerakan pembagian bendera Merah Putih di Nabire, Ribuan peserta yang terdiri dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur Forkopimda, serta personel TNI-Polri memadati titik kumpul di Halaman Guest House sejak pukul 06.00 WIT sebelum dilepas menuju Halaman Kantor Gubernur Bandara Lama.

Mengusung nilai dasar BerAKHLAK, momentum ini menjadi wujud kebersamaan sekaligus pemantik gelora kebangsaan di tanah Gerbang Cenderawasih. Sabtu (8/8/2026).

Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley hadir membuka kegiatan secara resmi mewakili Gubernur Meki Nawipa yang berhalangan hadir lantaran menjalankan agenda kedinasan penting di Jayapura. Menyampaikan salam hangat dari Gubernur, Deinas mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur serta memelihara semangat persatuan. Di usia Republik yang ke-81 tahun, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menghargai jasa para pahlawan sekaligus berkomitmen membangun daerah secara berdaulat, adil, dan makmur.

“Mengibarkan bendera Merah Putih adalah wujud nyata bahwa kita di Papua Tengah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita yang memimpin, dan kita pula yang merayakannya demi masa depan anak-anak generasi penerus bangsa,” ujar Wagub Deinas.

Guna menyemarakkan peringatan kemerdekaan hingga ke pemukiman warga, Pemprov Papua Tengah menginstruksikan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memantau pengibaran bendera Merah Putih di delapan kabupaten mulai awal pekan. Acara yang disemarakkan dengan pembagian door prize dan pembagian bantuan sosial dari Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah bagi penerima manfaat ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan semangat kepelayanan ASN bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.

(Alvi)

Semarak HUT Ke-81 RI di Nabire, Alanthino Wiay : Bukti Pemerintah Hadir Melayani Warga Papua Tengah

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi membuka rangkaian semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di Nabire, Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Rakyat Adil dan Makmur”, pembukaan kegiatan diawali dengan jalan santai dan pembagian bendera Merah Putih yang diikuti sekitar 1.000 peserta dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, ASN, hingga masyarakat umum. Sabtu (8/8/2026).

Momentum kick-off ini makin meriah sekaligus berdampak langsung bagi warga lewat hadirnya pameran UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, hiburan rakyat, hingga layanan publik terpadu yang menghadirkan Disdukcapil, BPJS, BUMN, Bank Papua, serta instansi vertikal lainnya dalam satu lokasi.

Ketua Panitia HUT ke-81 RI sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra Papua Tengah, Alanthino Wiay, menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tahun ini dirancang untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Berbagai kompetisi side event seperti perlombaan olahraga tradisional, tari Yospan, hingga lomba kecerdasan buatan (AI generatif) digelar hingga 14 Agustus mendatang guna membangkitkan semangat kebersamaan dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Kami ingin peringatan kemerdekaan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan panggung kebersamaan yang menghadirkan wujud nyata pelayanan pemerintah di tengah masyarakat. Lewat sinergi pesta rakyat dan pelayanan publik terpadu ini, kita bersama-sama memperkuat persatuan sekaligus mendorong kesejahteraan warga Papua Tengah,” ujar Alanthino.

Rangkaian peringatan akan berlanjut ke agenda utama (main event) mulai dari pengukuhan Paskibraka pada 15 Agustus, Upacara Taptu dan Pawai Obor pada 16 Agustus, hingga puncaknya pada 17 Agustus 2026 melalui Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Malam Resepsi Kenegaraan. Memasuki usia ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, teruntai doa dan harapan agar NKRI senantiasa kokoh, berdaulat, adil, dan sejahtera di seluruh pelosok Nusantara.

Secara khusus bagi Provinsi Papua Tengah, semangat kemerdekaan ini diharapkan menjadi pendorong utama percepatan pembangunan daerah, mempererat tali persaudaraan warga di tanah ‘Gerbang Cenderawasih’, serta membawa kedamaian dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakatnya.

(Alvi)

MOST COMMENTED

- Advertisement -
Google search engine