Kamis, Oktober 8, 2026
Google search engine

Polda Papua Tengah Ungkap Hasil Operasi Antik Noken 2026: 13 Tersangka dan Puluhan Gram Narkotika Diamankan

0

Globalpapua.id, NABIRE,— Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., memimpin konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mako Polda Papua Tengah, Jalan Pepera, Rabu (7/10/2026) pagi.

Dalam pemaparannya, Wakapolda menyampaikan bahwa jajarannya telah menyelenggarakan Operasi Antik Noken 2026 selama 20 hari, terhitung sejak 15 September hingga 4 Oktober 2026. Sebanyak 120 personel gabungan dari Polda Papua Tengah, Polres Nabire, dan Polres Mimika menerjunkan kekuatan untuk memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum mereka.

Selama pelaksanaan operasi, tim gabungan berhasil mengungkap 9 kasus tindak pidana narkotika dengan total 13 orang tersangka. Direktorat Narkoba Polda Papua Tengah menangani 3 laporan polisi dengan 5 tersangka. Sementara itu, Polres Nabire mengusut 2 laporan polisi dengan 3 tersangka, dan Polres Mimika menyelesaikannya lewat 4 laporan polisi dengan 5 tersangka.

Dalam pengungkapan ini, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa:

Sabu: 46,59 gram (Polda 4,7 gram; Polres Nabire 9,7 gram; Polres Mimika 32 gram).  Ganja: 100,9 gram (Polda 6,1 gram; Polres Nabire 104 gram; Polres Mimika nihil).  Minuman Keras Lokal: 187,8 liter Cap Tikus dan 170 liter Bobo.

Aparat kepolisian mengamankan para tersangka di beberapa titik lokasi (TKP), seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pipit Giri Mulyo, Kelapa Dua, Kalibobo, dan Karang Mulia di Kabupaten Nabire. Petugas juga melakukan penindakan di Jalan Hasanuddin, Jalan Yos Sudarso, SP4, serta Jalan Cenderawasih di Kabupaten Mimika.

Selain kasus target operasi, Polda Papua Tengah juga mengungkap kasus non-target operasi yang berkaitan dengan tindak pidana perlindungan konsumen dan pangan terkait peredaran minuman keras lokal.

Salah satu keberhasilan menonjol dalam operasi ini adalah penangkapan seorang residivis sekaligus DPO Lapas Nabire yang kabur dan terlibat kasus penganiayaan. Tim Susi Polda Papua Tengah menangkap DPO tersebut pada 18 September 2026 dan menyita barang bukti ganja sebanyak 43 bungkus plastik bening ukuran kecil serta 1 bungkus ukuran sedang.

Penyidik menjerat para pelaku sabu dengan Pasal 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) huruf a KUHP. Untuk pelaku kasus ganja, petugas mengancam mereka dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 111 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009. Sementara itu, penyidik mengancam pelaku tindak pidana miras lokal dengan UU Perlindungan Konsumen, UU Pangan, dan KUHP.

Di akhir penyampaiannya, Kombes Pol Gustav R. Urbinas mengapresiasi kerja keras seluruh personel dan mengajak seluruh elemen masyarakat Papua Tengah untuk aktif bersinergi dalam memberantas peredaran narkoba.

(Red/Caca)

Hari Kesaktian Pancasila di Intan Jaya Diwujudkan Lewat Kepedulian, Ratusan Paket Bamak dan Seragam Sekolah Disalurkan

0

Globalpapua.id, INTAN JAYA – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Intan Jaya tidak berhenti pada seremoni. Nilai persatuan, gotong royong dan kepedulian diwujudkan melalui aksi sosial dengan menyalurkan bantuan bahan makanan (Bamak), seragam sekolah dan pakaian layak pakai kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 4 Oktober 2026 tersebut menyasar masyarakat di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, serta Kompleks Hitadipa, Distrik Hitadipa.

Di Kampung Titigi, sebanyak 150 paket Bamak dan 150 paket seragam sekolah disalurkan kepada masyarakat.

Bantuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

Sementara itu, di Kompleks Hitadipa, masyarakat menerima 100 paket Bamak dan 100 pcs pakaian layak pakai. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penyaluran bantuan menjadi gambaran bahwa semangat Pancasila dapat dihadirkan melalui tindakan nyata.

Kepedulian terhadap masyarakat, perhatian terhadap pendidikan anak serta semangat berbagi menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat Intan Jaya.

Pemberian seragam sekolah juga memiliki makna tersendiri.

Dukungan terhadap perlengkapan pendidikan diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan. Sejumlah unsur TNI dan aparat terkait turut hadir dan mendukung rangkaian kegiatan, sekaligus membuka ruang interaksi langsung dengan masyarakat di Titigi dan Hitadipa.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila di Intan Jaya pun menjadi pengingat bahwa persatuan tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui kepedulian dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.

Semangat gotong royong diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang semakin harmonis, peduli dan saling mendukung di Kabupaten Intan Jaya.

(Caca)

AKBP Samuel D. Tatiratu Beberkan Kronologi Penangkapan Kasus Sabu di Nabire

0

Globalpapua.id, NABIRE — Kepolisian Resor (Polres) Nabire menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tindak pidana narkotika di Markas Komando (Mako) Polres Nabire pada Senin (29/9/2026) pagi.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR menjelaskan kronologi penangkapan tersangka yang berawal dari pemantauan intensif di lapangan oleh jajarannya.

“Pada pukul 09.38 WIT, Kasat Narkoba bersama tim melihat target yang bersangkutan muncul dan kemudian berhasil diamankan bersama barang-barang yang ada pada dirinya,” terang AKBP Samuel.

Usai penangkapan, tersangka langsung digiring ke ruang Satresnarkoba Polres Nabire untuk menjalani pemeriksaan mendalam serta penggeledahan barang bawaan. Dari penggeledahan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting, salah satunya satu paket bungkus sedang yang diduga kuat berisi narkotika jenis sabu.

Proses penanganan kasus ini juga melibatkan pihak Kejaksaan Negeri Nabire untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pihak Kejaksaan Negeri Nabire menegaskan komitmennya dalam pengawalan kasus ini.

“Kami dari Kejaksaan Negeri Nabire berdasarkan Undang-Undang Narkotika wajib hadir dalam proses pemusnahan. Kemudian, ada barang bukti yang akan disisihkan untuk pembuktian di persidangan,” ujar perwakilan Kejaksaan Negeri Nabire, Theophilos.

Theophilos menambahkan bahwa pihak kejaksaan akan terus membangun koordinasi erat dengan penyidik Polres Nabire selama penanganan perkara berlangsung, sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku.

AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan bahwa konferensi pers ini digelar sebagai bentuk keterbukaan informasi publik mengenai perkembangan penanganan kasus narkotika di wilayah hukum Polres Nabire.

Melalui kesempatan ini, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Nabire untuk bersinergi dan berperan aktif bersama kepolisian dalam mencegah serta memberantas peredaran gelap narkoba.

(Caca)

 

 

Gubernur Meki Nawipa Buka Rapimprov II Kadin Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire

0

Globalpapua.id, NABIRE — Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., secara resmi membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Tengah Tahun 2026.

Acara tersebut berlangsung di Gedung Guest House, Jl. Merdeka, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Kamis (24/9/2026) pagi. Sebanyak kurang lebih 80 peserta dan tamu undangan menghadiri kegiatan ini.

Rangkaian acara dimulai pada pukul 09.00 WIT dengan registrasi peserta. Memasuki pukul 11.03 WIT, seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian melanjutkannya dengan Hymne dan Mars Kadin pada pukul 11.05 WIT. Pembacaan doa pada pukul 11.13 WIT menjadi penutup sesi pembuka sebelum memasuki agenda penyampaian laporan dan sambutan.

Pada pukul 11.17 WIT, Ketua Panitia menyampaikan laporan pelaksanaannya. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia dan pihak terkait yang telah bekerja keras, menyumbangkan tenaga, waktu, serta pikiran. Ia menegaskan bahwa kerja sama dan kekompakan tim menjadi kunci utama sehingga kegiatan Rapimprov II ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai rencana.

Selanjutnya, pada pukul 11.21 WIT, Ketua Kadin Provinsi Papua Tengah memberikan sambutan. Ia menjelaskan bahwa Rapimprov II ini melanjutkan agenda sebelumnya yang telah sukses terselenggara di Timika.

Melalui forum ini, Kadin Papua Tengah bertujuan membangun kesepakatan bersama para pelaku usaha dalam menyusun program kerja prioritas untuk tahun 2027. Ke depan, Kadin Papua Tengah berkomitmen turun langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi serta memetakan kendala nyata yang para pelaku usaha hadapi.

Perwakilan Kadin Pusat turut memberikan arahan secara virtual melalui aplikasi Zoom pada pukul 11.28 WIT. Ia menyoroti momen penting peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 Kadin Indonesia serta menyambut positif dukungan DPR RI dalam sidang paripurna dua hari sebelumnya. Dalam arahannya, Kadin Pusat menekankan bahwa arus investasi dan perkembangan teknologi tidak boleh terpusat di Jakarta saja, melainkan harus menjangkau seluruh daerah.

Ia mengimbau Kadin Papua Tengah untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta membuka akses pasar dan pembiayaan seluas-luasnya bagi pelaku UMKM.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., memberikan sambutan utama sekaligus membuka secara resmi Rapimprov II pada pukul 11.35 WIT. Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah memandang Kadin sebagai mitra strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Beliau meminta Kadin merumuskan satu hingga tiga program prioritas yang berfokus pada peningkatan investasi, pemberdayaan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, Gubernur Meki Nawipa mendorong Kadin Papua Tengah untuk aktif bersosialisasi hingga ke tingkat kampung. Ia mengingatkan pentingnya mengedukasi masyarakat agar memandang tanah ulayat sebagai aset jangka panjang melalui pola kerja sama atau sewa, bukan sekadar dijual lepas.

Langkah ini bertujuan untuk menjaga aset masyarakat sekaligus mendorong iklim investasi yang berkelanjutan.

Sesi pembukaan Rapimprov II Kadin Papua Tengah ditutup dengan penyerahan cendera mata pada pukul 11.57 WIT dan sesi foto bersama seluruh jajaran pada pukul 12.00 WIT. Seluruh rangkaian acara pembukaan resmi berakhir pada pukul 12.05 WIT dalam keadaan tertib dan lancar.

(Caca)

Korem Nabire Gelar Pangan Murah dan Latih Petani Lokal

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – TNI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai program nyata di daerah. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI Vivin Alvianto, S.I.P., di Mako Kodim Jalan Ahmad Yani Nabire pada Selasa (22/9/2026).

Brigjen TNI Vivin Alvianto menegaskan bahwa TNI telah membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). Satuan ini membawahi kompi-kompi khusus, seperti Kompi Pembangunan, Kompi Perikanan, dan Kompi Pertanian, guna mewujudkan program ketahanan pangan di lapangan secara konkret.

Selain membentuk satuan khusus, Brigjen TNI Vivin Alvianto beserta jajaran merangkul para pelaku usaha sembako dan sektor pertanian jauh-jauh hari. Langkah ini diwujudkan melalui penyediaan barang kebutuhan pokok di bawah harga pasar demi membantu meringankan beban masyarakat.

Tak hanya itu, Brigjen TNI Vivin Alvianto juga memfokuskan program pembinaan bagi pemuda dan putra daerah melalui Yon TP. TNI melatih para pemuda lokal untuk mengubah pola bercocok tanam dari sistem bakar ladang menjadi metode pertanian modern menggunakan cangkul. Para putra daerah yang telah dibina ini diproyeksikan menjadi duta pertanian yang akan melatih masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Terkait kesiapan pembentukan Kodam, Brigjen TNI Vivin Alvianto menjelaskan bahwa pihak Korem sedang menyiapkan sarana markas serta mengatur penataan personel. Pengaturan ini mencakup pembagian anggota Korem menjadi organik Kodam hingga penerimaan personel tambahan dari luar daerah untuk mengisi struktur Kodam yang baru.

Caca)

DPR Papua Tengah Gelar Sosialisasi Regulasi Otsus di RRI Nabire, Definisi OAP Jadi Sorotan Utama

0

Globalpapua.id, NABIRE — Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) menggelar kegiatan sosialisasi dan dialog interaktif bersama masyarakat serta pemerintah daerah di Gedung RRI Nabire, Jalan Merdeka, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (21/9/2026) siang sekitar pukul 15.00 WIT.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan Otonomi Khusus (Otsus) sekaligus mengenalkan berbagai Peraturan Daerah (Perda) yang telah rampung serta menjelaskan tahapan penyusunannya.

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyampaikan bahwa Lembaga Legislatif Papua Tengah bergerak cepat dalam menjalankan fungsi pembentuk Perda. Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, DPRPT berhasil menyelesaikan puluhan rancangan regulasi daerah.

Meski demikian, John mengungkapkan bahwa Perda Nomor 114 Tahun 2026 yang mengatur tentang kriteria Orang Asli Papua (OAP) memicu sorotan tajam dan kritik dari berbagai kalangan masyarakat.

“Perda Nomor 114 Tahun 2026 tentang Orang Asli Papua memang memerlukan revisi. Kami telah berdiskusi dengan pimpinan DPRPT dan mendapatkan lampu hijau untuk segera mengagendakan rapat pembahasan ulang bersama Bapemperda pada Oktober mendatang,” ujar John NR Gobai.

Dalam forum dialog tersebut, aspirasi masyarakat bertumpu pada kejelasan batasan dan keaslian garis keturunan (genealogis). Mayoritas peserta dialog mendorong agar status OAP secara ketat didasarkan pada hubungan darah dengan suku atau marga yang memiliki wilayah adat jelas di Papua.

Secara umum, terdapat tiga kategori hubungan genealogis yang menjadi pokok pembahasan:

Keturunan Utuh: Anak dari pasangan suami-istri yang keduanya merupakan Orang Asli Papua (Bapak OAP dan Mama OAP).

Garis Ayah (Patrilineal): Anak dari pasangan Bapak OAP dan Mama Non-OAP. Dalam kriteria ini, hanya sang anak yang menyandang status OAP, sementara sang ibu tetap berstatus Non-OAP.

Garis Ibu (Matrilineal): Anak dari pasangan Bapak Non-OAP dan Mama OAP. Dalam skenario ini, anak mendapatkan pengakuan status ke-Papua-an secara genetis dari sang ibu. Namun, status ini tidak berlaku bagi sang ayah, dan pihak ayah tidak berhak membeli atau mengklaim marga Papua.

Forum tersebut secara tegas menolak klaim status OAP yang hanya didasarkan pada lamanya seseorang berkarya di tanah Papua, maupun lewat jalur pengangkatan adat oleh kepala suku. Peserta mengkritik keras praktik pemberian marga atau gelar adat kepada figur yang tidak memiliki ikatan darah dengan wilayah adat setempat.

Menanggapi hal tersebut, John menegaskan bahwa DPRPT akan memasukkan klausul larangan tegas dalam revisi Perda mendatang untuk menghentikan praktik obral status ke-Papua-an.

“Kami akan memasukkan larangan dalam Perda bagi para kepala suku agar tidak lagi membagikan marga, nama, maupun jabatan adat secara sembarangan kepada pihak yang tidak memiliki hubungan genealogis. Praktik seperti ini mengancam eksistensi masyarakat adat,” tegasnya.

John juga menyentuh isu depopulasi masyarakat asli Papua dan mengajak generasi muda Papua untuk lebih menghargai keberlanjutan garis keturunan daerahnya sendiri.

DPRPT berkomitmen untuk mengawal proses perbaikan regulasi ini secara terbuka. Seluruh masukan dari masyarakat, termasuk hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), akan menjadi bahan evaluasi bersama demi melahirkan regulasi daerah yang benar-benar berpihak pada perlindungan hak-hak masyarakat asli Papua.

(Caca)

TNI Gelar Bakti Kesehatan di Nabire

0

Globalpapua.id, NABIRE — TNI menggelar bakti kesehatan di Mako Kodim Lama, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Karang Tumaritis, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (20/9/2026). Kegiatan dalam rangka HUT ke-81 TNI ini meliputi donor darah, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta pengobatan gratis bagi masyarakat setempat.

Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto menegaskan bahwa prajurit tidak hanya menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melayani warga. Rangkaian kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas daerah.

Aksi donor darah diikuti 152 prajurit dari Korem 173/PVB, Kodim 1705/Nabire, Lanal Nabire, Brigif, dan Yonif wilayah Nabire. Setelah melalui proses penyaringan, petugas mengumpulkan 50 kantong darah yang memenuhi syarat untuk Rumah Sakit Nabire.

Kepala Unit Pengelola Darah Rumah Sakit (UPDRS) Nabire, Irto F. Kala Padang, menjelaskan bahwa stok darah tersebut sangat membantu penanganan pasien darurat. Sebelum tersimpan dan tersalurkan, darah donor akan melewati pemeriksaan ulang di rumah sakit.

Selain donor darah, TNI membekali sekitar 300 pelajar SMA YPPK Sion Samabusa dan SMAN 3 Nabire dengan pelatihan BHD. Pelatihan ini melatih para siswa memberikan pertolongan pertama pada korban pingsan atau henti napas.

Tim medis Polkes 17.09.03 Nabire juga memberikan layanan pemeriksaan dan obat gratis kepada puluhan warga. Dokter Polkes Nabire, Kapt. dr. Theresia Marlen Loinenak, mencatat mayoritas pasien dewasa mengeluhkan hipertensi dan kolesterol tinggi. Sementara itu, pasien anak-anak dominan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta infeksi kulit.

(Caca)

Pemkab Nabire Bongkar Pagar Lama dan Panggung Taman Gizi, Siapkan Kawasan Wisata Kuliner Terpadu

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire resmi memulai pembongkaran pagar lama dan tribun/panggung di kawasan Taman Gizi, Jalan Yos Sudarso, Nabire, pada Jumat (18/9/2026) pagi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penataan kembali area tersebut menjadi pusat wisata, kuliner, dan aktivitas UMKM bagi masyarakat.

Kegiatan penataan dan pembongkaran tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, bersama jajaran Pemerintah Daerah.

Dalam keterangannya di lokasi kegiatan, Wakil Bupati H. Burhanuddin Pawennari menjelaskan bahwa langkah tegas ini merupakan tindak lanjut dari hasil mediasi dan pertemuan yang dipimpin oleh Bupati Nabire di Polres Nabire pada hari sebelumnya. Pertemuan tersebut melibatkan Kepala Suku Besar Wate, enam Kepala Suku Besar Pesisir pemilik hak ulayat di Kabupaten Nabire, serta pihak keluarga besar Yayasan Navipa.

“Kita semua sudah mengetahui bahwa kemarin telah dilakukan pertemuan antara Kepala Suku Besar Wate, enam Kepala Suku Besar Pesisir yang memiliki hak ulayat, dengan pihak Yayasan Navipa,” ujar Burhanuddin.

Beliau menegaskan bahwa lahan yang membentang mulai dari samping Pagar Masjid Baiturrahman, Pagar Kelurahan, area Taman Gizi, Kantor Pos, hingga Pasar Suku Mappi dan Terminal merupakan aset resmi Pemerintah Kabupaten Nabire yang telah memiliki sertifikat sah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Sesuai yang disampaikan Pak Bupati, hari Jumat ini kita langsung lakukan pembongkaran. Saya bersama Pak Bupati, Pak Sekda, Danlanal, serta jajaran pimpinan OPD terkait hadir bersama untuk menyaksikan langsung bahwa pagar lama dan tribun yang sudah tidak layak pakai ini resmi dibongkar,” lanjutnya.

Proses pembongkaran targetnya diselesaikan dalam waktu satu hari. Setelah proses pembongkaran dan pembersihan area selesai, Pemkab Nabire akan menata ulang kawasan tersebut agar siap digunakan sebagai pusat penampungan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku UMKM.

“Kawasan ini akan ditata menjadi Taman Gizi, pusat kuliner, dan taman wisata bagi masyarakat Kabupaten Nabire. Seluruh aktivitas PKL, mulai dari jualan bakso, kelapa muda, es buah, hingga wahana permainan anak-anak akan dipusatkan di sini secara terpadu,” jelas Wakil Bupati.

Selain pembongkaran fasilitas di Taman Gizi, Pemkab Nabire juga memberikan perhatian pada pemukiman warga di kawasan belakang Taman Laut (samping Masjid Baiturrahman). Berdasarkan pendataan bersama Ketua RT setempat, terdapat sekitar 51 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di area tersebut.

Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah memberikan batas waktu selama satu minggu bagi warga setempat untuk mengosongkan lokasi tersebut secara mandiri sebelum dilakukan penertiban oleh Pemkab Nabire.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga yang bermukim di lokasi tersebut, agar dapat mendukung program pemerintah. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk memberikan dan membangun yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Nabire,” tutup Burhanuddin.

(Red)

Gabungan Masyarakat Adat Gelar Aksi di DPR Provinsi Papua Tengah, Pertanyakan Kejelasan Hak Adat dan Nasib Ekonomi Warga

0

Globalpapua.id, NABIRE — Sejumlah warga masyarakat adat gabungan, Nifasi, Dani, Membramo dan Makimi, menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, Jalan Pepera, Nabire, pada Jumat (18/9/2026). Aksi tersebut dipimpin oleh Ibu Maria Erari selaku penanggung jawab aksi, yang menyuarakan kekecewaan dan tuntutan masyarakat adat terkait perlindungan hak ulayat serta kelangsungan hidup warga lokal.

Dalam orasi yang disampaikannya secara tegas, Ibu Maria Erari menekankan bahwa tanah dan sumber daya alam di wilayah tersebut merupakan hak adat turun-temurun dari para leluhur, khususnya bagi pemilik hak ulayat suku Makimi dan Wate. Ia menegaskan bahwa masyarakat adat tidak pernah menumpang atau meminta-minta di tanah orang lain, melainkan berdiri di atas tanah warisan mereka sendiri yang diakui dalam kerangka Undang-Undang Otonomi Khusus.

Ibu Maria juga menyoroti rumitnya persoalan perizinan dan tata kelola kawasan hutan serta kegiatan operasional perusahaan (seperti PT Kristalin/mineral). Menurutnya, ketidakjelasan prosedur serta miskomunikasi antara pemerintah dan pihak perusahaan telah mengorbankan masyarakat kecil. Penghentian operasional perusahaan berdampak langsung pada perekonomian warga yang bergantung pada bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pembiayaan anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Kami masyarakat kecil hanya ingin makan, kesehatan, dan pendidikan. Perusahaan selama ini turut memperhatikan gereja, rumah warga, dan biaya sekolah anak-anak kami. Ketika aktivitas terhenti akibat persoalan aturan dan perizinan, masyarakat adat yang menjadi korban,” ujar Maria dalam orasinya.

Ia juga mengkritik kurangnya koordinasi antara lembaga pemerintah dan para pemangku kepentingan yang dinilai sering kali mengabaikan suara perempuan serta masyarakat adat di tingkat akar rumput. Maria meminta agar DPR Provinsi Papua Tengah serta pemerintah daerah segera mengambil langkah bijak untuk memediasi dan menyelesaikan hambatan perizinan tersebut agar hak-hak masyarakat adat tetap terlindungi.

Aksi penyampaian aspirasi ini diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap resmi serta dokumen bukti kontribusi sosial dan tuntutan masyarakat adat kepada pihak DPRD untuk ditindaklanjuti.
(Red)

Acer Smart School Awards 2026 Resmi Dibuka, Tantang Guru dan Sekolah Hadirkan Inovasi Berbasis AI

0

Globalpapua.id – Surabaya, 17 September 2026 – Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, Acer Indonesia kembali menghadirkan Acer Smart School Awards (ASSA) 2026, ajang penghargaan nasional yang mengapresiasi sekolah dan pendidik yang menghadirkan inovasi dalam pembelajaran. Pada penyelenggaraan tahun ini, ASSA memperkuat fokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dan coding untuk mendukung sistem pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, berkelanjutan, sekaligus relevan dengan kompetensi di era digital.

Sejak diluncurkan pada 2021, ASSA menjadi bagian dari komitmen Acer dalam mendorong daya guna teknologi sekaligus memberikan apresiasi kepada institusi dan pendidik yang menghadirkan praktik pembelajaran kreatif. Tahun ini, ASSA 2026 menghadirkan dua kategori, yakni School of The Year Award bagi institusi pendidikan serta Guru Kreatif Award bagi para pendidik yang mampu mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menciptakan proses pembelajaran yang inovatif dan adaptif.

Fransisca Maya, Head of Marketing, Acer Indonesia, mengatakan, “AI dan coding kini menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Untuk itu penting bagi sekolah maupun pendidik, tidak hanya mengenal teknologi melainkan juga memahami bagaimana teknologi dapat diimplementasikan. Melalui Acer Smart School Awards 2026, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus mendorong lebih banyak inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi siswa dan lingkungan pendidikan.”

Berbeda dari penyelenggaraan ASSA sebelumnya, ASSA 2026 memberikan bobot penilaian lebih besar pada implementasi dan bukti nyata, bukan sekadar visi transformasi digital. Peserta kategori School of The Year ditantang menunjukkan evidence atau bukti atas inovasi yang dilakukan, dampaknya terhadap ekosistem pendidikan, serta penerapan prinsip sustainability. Sementara peserta Guru Kreatif Award perlu mengirimkan project pembelajaran yang memanfaatkan AI, lengkap dengan karya yang dihasilkan atau artefak dalam bentuk objek buatan.

Inovasi juga hadir dalam tahap akhir penilaian melalui Acer Innovation Arena. Dalam sesi ini, para finalis akan diuji secara live untuk melihat kemampuan mereka dalam memahami studi kasus, menyusun struktur pemikiran, serta mengembangkan solusi berbasis AI dalam waktu yang terbatas.

Sebagai langkah awal membangun kelas masa depan melalui penerapan teknologi dan AI, seluruh peserta ASSA 2026 juga mendapat kesempatan untuk mengikuti rangkaian pelatihan Acer Smart School Academy yang berkolaborasi dengan Intel® Skills for Innovation (SFI) pada bulan November 2026. Melalui pelatihan yang mendalam, para guru akan memperoleh pengetahuan sekaligus praktik langsung dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum, merancang pengalaman belajar berbasis proyek, serta mengembangkan keterampilan masa depan siswa. Materi yang diberikan mencakup design thinking, computational thinking, pemrograman, analisis data, simulasi, sampai pemanfaatan AI dan machine learning secara relevan dan terukur.

ASSA 2026 terbuka bagi sekolah, sekolah luar biasa (SLB), madrasah, dan guru di seluruh Indonesia, mulai dari jenjang yang setara dengan SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA, dan SMK/MAK. Acer akan memilih satu pemenang School of The Year dan tiga pemenang Guru Kreatif Award pada setiap jenjang yang dikompetisikan. Dengan total hadiah senilai lebih dari Rp600 juta, ASSA 2026 akan menjadi kompetisi dan ruang bagi institusi pendidikan dan pendidik dalam menunjukkan praktik terbaik sekaligus mempercepat penerapan teknologi dalam dunia pendidikan.

Pendaftaran ASSA 2026 dibuka mulai 16 September 2026 melalui laman acerid.com/smartschool. Ikuti update terkini seputar rangkaian program ASSA dan Acer Smart School Academy melalui media sosial Acer Indonesia.

###
Tentang Acer
Didirikan pada tahun 1976, Acer adalah salah satu perusahaan ICT terkemuka di dunia dan telah hadir di lebih dari 160 negara. Acer berkembang dan berinovasi di seluruh lini produknya yakni komputer dan display, sekaligus berekspansi ke lini bisnis baru. Acer juga berkomitmen terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan dengan terus mengeksplorasi peluang-peluang baru yang sejalan dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial perusahaan. Acer Group didukung oleh hampir 12.000 karyawan yang berdedikasi dalam riset, desain, pemasaran, penjualan, serta dukungan produk, solusi, dan layanan yang menjembatani manusia dan teknologi. Kunjungi www.acer.com untuk informasi lebih lanjut.

Tentang Acer Indonesia
Acer Indonesia mulai beroperasi tahun 1999 dan merupakan pemain utama di industri PC Indonesia. Acer telah mencatat pertumbuhan yang stabil dan positif di pasar Indonesia, termasuk pemimpin pasar laptop untuk sektor pendidikan di Indonesia. Saat ini Acer Indonesia telah berkembang dari perusahaan hardware menjadi hardware + solutions + services, menawarkan berbagai produk, solusi, layanan, dan manpower dengan teknologi terkini. Selama perjalanan bisnisnya, Acer memperoleh prestasi yang menempatkannya sebagai merek laptop dan PC pilihan masyarakat Indonesia. Terbukti dengan berbagai penghargaan bergengsi yang diterima, di antaranya; Indonesian Customer Satisfaction Award selama 11 tahun berturut-turut, dan penghargaan Top Brand Award selama 19 tahun berturut-turut sejak tahun 2008 – 2026. Acer secara konsisten mengembangkan portofolionya melalui lini Predator Gaming untuk kebutuhan gaming dan esports, Altos untuk solusi bisnis perusahaan, Acerpure untuk hidup lebih nyaman, serta Acer Fashion yang menghadirkan produk lifestyle dan wearable. Acer berkomitmen untuk menjalin komunikasi tanpa batas dengan konsumen di seluruh Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui jaringan layanan purnajual yang dapat ditemui di 106 lokasi di 84 kota pada 34 provinsi di Indonesia dan 1 lokasi di Timor Leste, Acer Contact Center dengan tarif lokal 1500-155, serta layanan melalui media sosial selama 24 jam setiap harinya.

Situs : acer.com/id-id
Press Room : acerid.com/siaran-pers
Blog : acerid.com
Instagram & X : acerID
Facebook : facebook.com/acerindonesia
YouTube : youtube.com/acerindonesia

Media Contacts Acer Indonesia

Anandita Puspitasari
Corporate Marketing Manager – Acer Indonesia
anandita.puspitasari@acer.com
+62812 8656 6755

Andi Anggana
Public Relations – Advo Indonesia
andi@advo-indonesia.com
+62878-7818-1191

©2026 Acer Inc. Hak cipta dilindungi undang-undang. Acer dan logo Acer adalah merek dagang terdaftar dari Acer Inc. Merek dagang lain, merek dagang terdaftar, dan/atau merek layanan, yang ditunjukkan atau sebaliknya, adalah properti dari pemiliknya masing-masing. Semua penawaran dapat berubah tanpa pemberitahuan atau kewajiban dan mungkin tidak tersedia melalui semua saluran penjualan. Harga yang tercantum adalah harga eceran saran produsen dan dapat bervariasi berdasarkan lokasi. Pajak penjualan yang berlaku akan ditambahkan.

MOST COMMENTED

- Advertisement -