Globalpapua.id, NABIRE – Gelombang seruan aksi demo damai yang diprakarsai oleh Front Peduli Alam dan Manusia Mapia beredar luas melalui poster berita di media sosial, mengimbau seluruh rakyat Bangsa Papua pada umumnya dan rakyat Simapitowa pada khususnya di 11 distrik meliputi Distrik Mapia Induk, Mapia Tengah, Piyaiye, Sukikai Selatan, Siriwo, Topo, Menou, Dipa, Wanggar, Yaro, hingga masyarakat Mapia di wilayah pesisir untuk merapatkan barisan pada Senin (10/8).
Aksi yang dikoordinir oleh Korlap Umum Yeti Tagi dan Dodipai, serta Muda Boma Mapiha 777 selaku penanggung jawab aksi dengan motto “Siap taru badan demi tanah dan manusia”, menyasar Kantor DPR PT Papua Tengah. Minggu (9/8/2026).
Dalam tuntutannya, massa mendesak pencabutan papan nama atau plat bernaskah “BATAS WILAYAH TNI KM 95” dan “BATAS WILAYAH TNI KM 102” yang ditanam secara paksa oleh TNI, dengan penegasan bahwa tanah adalah mama dan sumber kehidupan warisan leluhur pemberian Allah bagi rakyat Mapia yang harus dijaga dari perampasan oleh pihak TNI, Polri, maupun tambang berskala besar demi keberlangsungan hidup anak cucu mendatang.
Menyikapi rencana aksi tersebut, Aparat Keamanan TNI-Polri bersama Satpol PP Provinsi menggelar apel kesiapan pelayanan penyampaian aspirasi yang dilanjutkan dengan aksi show of force, serta dijadwalkan menggelar apel pengecekan akhir pada pukul 06.00 WIT sebelum menerjunkan personel ke lapangan.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, mengungkapkan bahwa sebanyak 593 personel gabungan telah disiagakan untuk memberikan pengamanan optimal.
“Pada prinsipnya, kami dari Polres Nabire bersama rekan-rekan TNI dan Satpol PP menyiagakan sejumlah 593 personel yang akan dilibatkan dalam pelayanan ini. Berdasarkan koordinasi terakhir dengan Ketua Simapitowa, Bapak Fabianus Tebai, massa diimbau tidak dalam kondisi mabuk miras, tidak membawa bendera atau logo yang bertentangan dengan NKRI, serta menjaga ketertiban bersama,” ujar Kapolres Tatiratu.
Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah dengan para korlap untuk mengondisikan massa simpatisan yang diestimasikan melibatkan 11 distrik dengan jumlah berpotensi di atas 100 orang agar titik kumpul dipusatkan di Pasar Karang (selain Hotel Adamant) demi kelancaran mobilisasi ke Kantor DPRP menggunakan angkutan kendaran roda six (truk kuning) yang disiapkan petugas. Adapun materi aspirasi utama fokus pada keberadaan pos-pos aparat keamanan dari Topo hingga Kilo 100 serta penanganan persoalan tambang di wilayah tersebut.
Guna memastikan situasi wilayah hukum tetap kondusif selama aksi berlangsung, pihak kepolisian meminta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, kepala suku, dan tokoh pemuda. Di akhir keterangannya, Kapolres Nabire memberikan imbauan resmi kepada seluruh warga Kabupaten atau Kota Nabire agar tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas harian secara normal.
“Kepada Saudara-saudaraku masyarakat Kabupaten di Kota Nabire, kami berharap masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa karena Polres Nabire bersama TNI, Satpol PP, Polda, dan Brimob siap melakukan pengamanan sesuai prosedur, ikuti arahan petugas di lapangan jika terjadi rekayasa lalu lintas akibat kemacetan, serta laporkan hal-hal mencurigakan atau tindak pidana melalui Call Center 110, Polsek atau Pospol terdekat.
Mari kita bersama-sama menjaga kompleks kediaman masing-masing, berdoa, dan berserah diri agar seluruh rangkaian kegiatan serta situasi di Kabupaten Nabire tetap aman, nyaman, lancar, dan kondusif,” tutup AKBP Tatiratu.
(Alvi)