Globalpapua.id, NABIRE – Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Simapitowa menggelar aksi damai untuk menuntut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah mendesak pihak TNI mencabut papan batas wilayah yang terpasang di KM 95 dan KM 102.

Aksi massa yang semula direncanakan terkonsentrasi di tiga titik terpisah yakni di sekitar Hotel Adamant, SP 1 Nabire Barat, dan Pasar Karang berhasil disatukan menjadi satu titik pusat di Pasar Karang berkat pendekatan persuasif dari Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu. Senin (10/8/2026).

Dari Pasar Karang, massa kemudian melakukan longmarch menuju halaman Kantor DPR Papua Tengah. Aksi longmarch ini mendapat pengawalan ketat dan humanis dari jajaran aparat gabungan serta para tokoh daerah, di antaranya Kapolres Nabire, Danlanal Nabire, Perwira Polda Papua Tengah, anggota Majelis Rakyat Papua Papua Tengah (MRP PT), hingga para kepala suku.

Massa aksi tiba di halaman Kantor DPR Papua Tengah pada pukul 11.25 WIT dan langsung bersiap menyampaikan aspirasinya. Hingga berita ini diterbitkan, penyampaian orasi oleh orator dan koordinator lapangan (korlap) di halaman kantor DPR PT masih terus berlangsung secara bergantian.

Untuk memastikan jalannya aksi berlangsung kondusif, pihak kepolisian mengedepankan pelayanan humanis dengan menerjunkan ratusan personel gabungan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, menyatakan pihak pengamanan siap mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat tersebut hingga selesai.

“Pada prinsipnya, kami dari Polres Nabire bersama rekan-rekan TNI dan Satpol PP menyiagakan sejumlah 593 personel yang akan dilibatkan dalam pelayanan ini,” ujar AKBP Samuel.

Beliau juga mengingatkan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah selama aksi berlangsung.

“Kami sudah menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan harus bisa menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Hal inilah yang kami harapkan, karena sesungguhnya keamanan dan ketertiban masyarakat ini menjadi tanggung jawab kita bersama di Kabupaten Nabire,” tambahnya.

“Sekali lagi, kami memohon dukungan dari semua pihak baik kepala suku, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat agar kita semua bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, Nabire tetap aman, lancar, dan kondusif selama kegiatan berlangsung,” tegas Kapolres Tatiratu.

(Alvi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini