Globalpapua.id, NABIRE – SR Creative selaku promotor kegiatan RebornFest Party memastikan pelaksanaan festival musik perdana bertajuk RebornFest akan berlangsung pada 8 Agustus 2026 di Aula KSK Bukit Meriam, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Promotor RebornFest, Zadam (Dammo), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan secara swadaya, dengan tujuan utama mengangkat, mempromosikan, dan memajukan karya musisi lokal, khususnya dari Papua Tengah, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, sekitar 90 persen dari total 18 hingga 19 pengisi acara merupakan musisi dan seniman lokal yang telah lama berkarya di tanah Papua. Mereka terdiri atas musisi muda maupun senior yang akan tampil bersama dalam satu panggung.

“RebornFest kami hadirkan sebagai ruang bagi musisi lokal untuk menunjukkan karya mereka kepada masyarakat. Ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi musik Papua Tengah kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Zadam.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan RebornFest bukan sekadar kegiatan satu kali, melainkan akan dijadikan agenda tahunan. Selain festival tahunan, SR Creative juga berencana menggelar berbagai kegiatan seni musik secara berkala setiap dua hingga tiga bulan sebagai bentuk pembinaan dan pengembangan ekosistem kreatif di Papua Tengah.

Lebih lanjut, Zadam mengatakan pemilihan lagu-lagu daerah dan karya musisi lokal merupakan bentuk komitmen dalam menjaga identitas budaya Papua.

“Kami ingin budaya dan musik lokal terus dikenal. Melalui RebornFest, kami berharap seni musik Papua Tengah semakin berkembang dan ke depan mampu menembus panggung nasional. Tidak menutup kemungkinan, RebornFest nantinya juga akan merambah berbagai bidang seni dan budaya lainnya,” katanya.

Pada penyelenggaraan perdana ini, RebornFest tidak hanya menghadirkan musisi dari Kabupaten Nabire, tetapi juga melibatkan sejumlah penampil dari luar daerah, di antaranya grup Lalapan Lele dan Awa Owe Acoustic dari Kabupaten Paniai.

Menurut panitia, minat musisi dari berbagai daerah untuk berpartisipasi cukup tinggi. Namun, keterbatasan kapasitas lokasi membuat jumlah peserta harus dibatasi demi kenyamanan seluruh pengunjung.

Festival akan dibagi dalam dua jadwal (schedule). Pertama, Schedule Panggung Komunitas Z yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIT hingga sore hari. Pada sesi ini masyarakat dapat datang dan menyaksikan seluruh penampilan secara gratis tanpa tiket. Panggung Komunitas Z akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi dan komunitas lokal, di antaranya Aboy’s, Rovy, Kalbo Locus (hip-hop), Stand Up Indo Nabire, Akustik A. Awaowe, Akustik Kanguru, Akustik Oyehe, Lalapan Band, One Heart Band, GBS Band, Rejape Band, Amkei De Voice, dan Amoye Band.

Selanjutnya, Schedule Peak Night akan dimulai pukul 17.00 WIT hingga 00.00 WIT. Pada sesi puncak ini, pengunjung akan dihibur oleh Stand Up Indo Nabire, LKB 7 Star & AMS (Sesi 2), Echon Chonex, Whllyano, Anadok, serta penampilan spesial dari guest star DJ Garry Ang dan Niko Junius.

Panitia juga membuka penjualan tiket secara online melalui akun Instagram resmi @reborn_fest26 dan akun TikTok @ShineRebornCreative.

Selain menghadirkan pertunjukan musik, RebornFest juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, termasuk mama-mama Papua, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan kreatif.

Penyelenggaraan acara turut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Sampoerna, Hasjrat Toyota, dan Telkomsel.

Panitia menyampaikan bahwa Panggung Komunitas Z terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya masuk. Pengunjung hanya dikenakan retribusi untuk area parkir kendaraan, sedangkan tiket hanya diberlakukan bagi pengunjung yang ingin mengikuti rangkaian acara Peak Night.

Untuk menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung, panitia telah berkoordinasi serta menyampaikan surat resmi kepada unsur TNI dan Polri agar pelaksanaan RebornFest berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Melalui penyelenggaraan festival perdana ini, SR Creative berharap RebornFest dapat menjadi wadah kolaborasi bagi musisi, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta masyarakat dalam mendorong kemajuan seni dan budaya Papua Tengah secara berkelanjutan.

(Alvi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini