Globalpapua.id, NABIRE — Unjuk rasa penyampaian aspirasi oleh massa simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berlangsung aman dan kondusif. Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT hingga berakhir pukul 13.20 WIT tersebut berjalan tertib tanpa diwarnai bentrokan sedikit pun. Kondisi ini menepis kekhawatiran masyarakat atas maraknya isu provokatif di media sosial yang menghembuskan narasi potensi kerusuhan. Senin (3/8/2026).

Kelancaran unjuk rasa ini tak lepas dari efektivitas komunikasi terbuka dua arah antara jajaran aparat keamanan dan koordinator lapangan aksi. Sinergi ketat yang dibangun TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda terbukti ampuh menjaga iklim kedamaian di Nabire. Berbeda dari unjuk rasa sebelum-sebelumnya, penyampaian aspirasi kali ini berlangsung jauh lebih cepat dan teratur hingga massa membubarkan diri menuju kediaman masing-masing.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Nabire yang tidak terpengaruh isu-isu provokatif dan kabar bohong bahwa akan terjadi kekacauan. Komunikasi terbuka dua arah seperti inilah yang sangat kita butuhkan,” ujar Kapolres Tatiratu.

Terkait isu yang beredar bahwa terdapat massa aksi yang ditangkap dan ditahan di Mapolres Nabire, Kapolres meluruskan bahwa personelnya hanya mengamankan peserta aksi yang terlibat kecelakaan lalu lintas sesuai prosedur hukum.

Pihak kepolisian juga membuka ruang transparan dengan mengizinkan perwakilan korlap untuk memantau langsung proses penanganan rekannya tersebut.

(Alvi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini