/2026/01/1767996508503-1.png"/>Miskomunikasi Pengamanan Sidang Kasus Waroki Berakhir Damai, Polres Nabire dan IKT Sepakat Jaga Kondusivitas
/2026/01/1767996508503-1.png"/>Globalpapua.id, NABIRE — Ketegangan akibat miskomunikasi antara warga Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Nabire dan aparat kepolisian saat pengamanan sidang perdana kasus viral Waroki di Pengadilan Negeri (PN) Nabire, Papua Tengah, akhirnya berujung damai. Insiden yang sempat diwarnai aksi pelemparan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di ruang Satreskrim Polres Nabire. Senin (24/8/2026).
Agenda penyelesaian ini dihadiri langsung oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek, Kasat Reskrim Polres Nabire Iptu Bogi, serta Wakil Ketua IKT Nabire Ruben Tandi. Kedua belah pihak resmi menandatangani surat kesepakatan damai dan saling memaafkan atas dinamika yang terjadi di lapangan.
Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek menegaskan bahwa seluruh kesalahpahaman telah dituntaskan secara resmi melalui pembuatan surat pernyataan bersama. Pihak kepolisian bersama pengurus IKT berkomitmen melakukan evaluasi ketat agar insiden serupa tidak terulang kembali pada persidangan berikutnya.
Langkah ini diperkuat oleh penjelasan Wakil Ketua IKT Nabire Ruben Tandi yang mengimbau seluruh warga IKT untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi yang berkembang di luar. Ruben memvalidasi bahwa pihak pengurus akan segera menggelar rapat internal serta berkoordinasi intensif dengan Polres Nabire guna merumuskan skema kehadiran warga yang aman dan tertib selama proses hukum bergulir.
“Pemeriksaan sudah selesai dan kita selesaikan secara kekeluargaan. Ada surat pernyataan yang dibuat sebagai pembelajaran ke depan agar tidak terjadi lagi insiden pelemparan. Kami juga mengingatkan seluruh pihak untuk selalu menghormati prosedur hukum yang berlaku dalam proses persidangan,” ujar Kapolres Tatiratu.
Penyelesaian konflik secara kepala dingin ini diharapkan dapat menjadi preseden positif bagi terciptanya iklim kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Nabire.
Ke depan, baik pihak kepolisian maupun tokoh masyarakat IKT mengimbau seluruh elemen warga untuk menyikapi setiap jalannya proses peradilan dengan dingin, matang, dan taat hukum.
Sinergi yang kuat antara aparat pengamanan dan pengurus paguyuban menjadi kunci utama dalam memastikan penegakan hukum perkara Waroki berjalan adil, transparan, dan bebas dari gesekan di masa mendatang.
(Alvi)




