/2026/01/1767996508503-1.png"/>

Globalpapua.id, NABIRE — Aksi cepat tim gabungan di bawah kendali pemantauan Komando Resor Militer (Korem) 173/Praja Vira Braja (PVB) membuahkan hasil signifikan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Papua Tengah. Meski sebaran titik panas (hotspot) berhasil ditekan hingga 87,4 persen, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan mengingat ancaman kemarau panjang El Niño diproyeksikan bertahan hingga awal 2027.

Pemaparan capaian tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Wakil Ketua IV DPR Provinsi Papua Tengah Jhon NR Gobai di Nabire, Kamis (27/8/2026).

Kepala Seksi Operasi Kasrem 173/PVB Letnan Kolonel (Inf) Adri Asmara Yudha menjelaskan, intervensi intensif ribuan personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran berhasil meredam lonjakan titik api dalam kurun waktu empat hari.

“Terjadi penurunan drastis sebesar 87,4 persen, dari puncak sebaran sebanyak 733 titik pada 22 Agustus menjadi tinggal 92 titik pada 26 Agustus,” ujar Adri

Operasi pemadaman darat yang menyasar kawasan terdampak parah seperti Waroki, Karadiri, hingga pemukiman warga di Nabire bahkan sukses menekan titik panas tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) hingga nihil.

Kendati demikian, pihak Korem 173/PVB menegaskan keberhasilan ini tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri.

Penanganan bencana lingkungan di Tanah Papua membutuhkan penguatan regulasi daerah, alokasi anggaran darurat yang memadai, serta patroli pencegahan terpadu secara berkelanjutan guna melindungi ekosistem dan masyarakat Papua Tengah dari ancaman yang lebih luas.

(Alvi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini