Kamis, Oktober 8, 2026
Google search engine

Sambut Hari Bhayangkara, Kapolda Papua Tengah Instruksikan Jajaran Rangkul Tokoh Masyarakat

0

Globalpapua.id, Nabire (Papua Tengah) – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menginstruksikan seluruh Kapolres dan personel jajaran untuk memperkuat sinergi dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Arahan langsung ini berlangsung melalui rapat virtual (Zoom) pada Senin (29/6/2026) sore, menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026.

Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Gustav R. Urbinas bersama para Pejabat Utama Polda Papua Tengah turut mendampingi Kapolda dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh Polres jajaran tersebut.

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa seluruh personel Polri harus menjadikan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum introspeksi. Ia meminta jajaran meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mengemas rangkaian peringatan secara sederhana, namun tetap penuh hikmat, sukacita, dan rasa syukur.

“Saya berharap seluruh jajaran merayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan sederhana, namun tetap penuh hikmat dan sukacita. Jadikan momentum ini sebagai refleksi untuk terus meningkatkan pengabdian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Jermias Rontini.

Suasana akrab mewarnai rapat saat Kapolda menyapa satu per satu Kapolres jajaran untuk mengecek kesiapan masing-masing wilayah. Selain memantau situasi, Jenderal berbintang satu ini juga memberikan motivasi agar seluruh personel tetap semangat menjalankan tugas pengabdian.

Kapolda menekankan bahwa kunci utama menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah adalah memperkuat kolaborasi. Polri tidak bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sendirian, melainkan membutuhkan dukungan dari:

Pemerintah Daerah (Pemda)

TNI

Tokoh Agama dan Tokoh Adat

Tokoh Masyarakat serta seluruh elemen warga.

“Bangun komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah serta seluruh komponen masyarakat. Kehadiran Polri harus benar-benar memberikan manfaat nyata. Jangan bekerja sendiri, tetapi rangkul semua pihak untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolda.

Selain sinergi, Kapolda mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah terhadap dinamika dan isu yang berkembang. Ia menuntut setiap personel meningkatkan kepekaan, mengedepankan deteksi dini, dan mengambil langkah pencegahan sebelum persoalan membesar menjadi gangguan keamanan.

“Saya minta seluruh jajaran peka terhadap setiap isu yang berkembang. Lakukan deteksi dini, cegah potensi gangguan sejak awal, dan selesaikan setiap persoalan dengan pendekatan yang humanis serta mengedepankan dialog. Jangan sampai kita terlambat merespons situasi,” pesannya.

Menutup arahannya, Brigjen Pol. Jermias Rontini meminta seluruh personel mempertahankan disiplin, soliditas, dan profesionalisme. Ia berharap pelayanan yang cepat dan humanis dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang Presisi.

Melalui instruksi tegas ini, seluruh jajaran Polda Papua Tengah kini menyatakan kesiapannya menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan semangat pengabdian yang baru demi mewujudkan wilayah Papua Tengah yang aman, damai, dan kondusif.

(Red)

Jaga Kamtibmas Kondusif, Patroli Gabungan TNI-Polri di Puncak Jaya Sita Belasan Senjata Tajam dan Senjata Angin

0

Globalpapua.id, PUNCAK JAYA – Aparat gabungan TNI dan Polri menggelar patroli skala besar dan razia senjata tajam di wilayah hukum Polres Puncak Jaya pada Senin (29/6/2026). Langkah ini bertujuan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono memimpin langsung patroli ini bersama unsur TNI yang diwakili oleh Pasiter Kodim 1714/Puncak Jaya Letda Czi Toding Gayang dan Danwaltis Yonif Raider 136/Tuah Sakti Letda Inf. Denar Or

Petugas mengerahkan lima kendaraan roda empat untuk menyisir 14 titik strategis di wilayah tersebut, meliputi: Kompleks Perkantoran Pemda Puncak Jaya, Kampung Lima-Lima dan Kampung Lungguneri, Jalan Poros Papua dan SPBU ACP Mulia, Pasar Central Mulia, Pasar Nagalomuni, dan Pasar Kota Lama Mulia, RSUD Mulia, Kampung Pruleme, Kampung Usir Belakang, Kampung Muliambut, dan Kampung Pagaleme.

Sebelum pergerakan pasukan, Kabag Ops Polres Puncak Jaya AKP Matheus Tanggu Ate memimpin apel kesiapan. Ia memberikan arahan tegas kepada seluruh personel mengenai cara bertindak serta sasaran patroli dan razia.

Sepanjang jalur patroli, personel gabungan memeriksa barang bawaan masyarakat. Tak hanya itu, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas agar warga ikut menjaga keamanan dan tidak membawa senjata tajam atau benda berbahaya lainnya.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono menegaskan bahwa patroli dan razia ini merupakan langkah preventif untuk menciptakan rasa aman sekaligus mencegah tindak kriminal dan aksi premanisme.

“Kami melaksanakan patroli gabungan ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran TNI dan Polri di lapangan juga menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Dalam razia tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berbahaya, yaitu:

16 bilah senjata tajam jenis parang, 1 pucuk senjata angin, 1 busur beserta anak panahnya, 6 buah ketapel,

Kapolres meminta masyarakat untuk terus menjaga keamanan lingkungan, tidak membawa senjata tajam tanpa alasan yang sah, dan segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas kepada aparat.

Hingga patroli berakhir, petugas memantau situasi di wilayah Kota Mulia tetap aman dan kondusif. Aktivitas perekonomian masyarakat serta arus lalu lintas juga berjalan lancar. Kehadiran aparat di lapangan berhasil meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap TNI dan Polri.

(Red)

Gubernur Papua Tengah Resmikan Gedung Gereja Jemaat Bukit Zaitun Kalisusu Nabire, Tekankan Persatuan dan Perawatan Aset Pelayanan

0

Globalpapua.id–Nabire (Papua Tengah) Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi menghadiri dan mengapresiasi peresmian Gedung Gereja Jemaat Bukit Zaitun Kalisusu Nabire pada Jumat (26/6/2026).pagi

Momen bersejarah ini menjadi simbol kerja keras, persatuan, dan keteguhan iman seluruh jemaat serta panitia pembangunan.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa yang diwakili wakil Gubernur Dinas Geley, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam kepada pimpinan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah III Papua, jajaran jemaat, serta panitia peresmian yang telah berkorban waktu, tenaga, dan materi demi berdirinya rumah ibadah tersebut.

Gubernur menyapa seluruh elemen masyarakat dengan salam khas berbagai suku di Papua Tengah—mulai dari Koyao, Orosao, Amalongo, Amakanie, Wiwao, Amole, hingga Kinaonak—yang menegaskan semangat keberagaman yang harmonis.

“Pembangunan rumah ibadah tidak hanya membutuhkan biaya, tetapi juga membutuhkan ketekunan, pengorbanan waktu, tenaga, serta persatuan jemaat. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam proses ini,” ujar Gubernur Papua Tengah.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengingatkan bahwa peresmian gedung fisik ini bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari babak baru pelayanan. Gedung baru ini diharapkan dapat difungsikan secara optimal untuk:

Tempat ibadah dan pembinaan iman yang konsisten.

Pusat pelayanan sosial dan pendidikan rohani.

Wadah penguatan kehidupan jemaat dan pembentukan umat yang takut akan Tuhan.

Gubernur juga berpesan agar aset pelayanan yang megah ini dirawat bersama secara bertanggung jawab agar dapat terus dinikmati oleh generasi sekarang hingga generasi yang akan datang.

Di akhir sambutannya, Gubernur Papua Tengah memanfaatkan momentum ini untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar terus menjaga kerukunan, ketertiban, dan kedamaian di lingkungan masing-masing. Menurutnya, stabilitas daerah adalah kunci utama agar roda pembangunan di Provinsi Papua Tengah dapat berjalan dengan maksimal.

“Perbedaan suku, bahasa, denominasi gereja, dan latar belakang sosial harus menjadi dasar untuk saling menghormati, bukan alasan untuk saling menjauh. Mari kita terus membangun kehidupan masyarakat yang rukun, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya yang memperkuat pelayanan keagamaan, pendidikan, kesehatan, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang merata.

Ditambahkan Wakil Gubernur dinas geley menegaskan pentingnya pemisahan yang jelas antara urusan pelayanan gereja dan tata kelola pemerintahan. Ia meminta semua pihak agar tidak mencampuradukkan kedua ranah tersebut guna menghindari kesalahan jalur komunikasi dan koordinasi di masa mendatang.

Saat menghadiri sebuah kegiatan keagamaan baru-baru ini, Wakil Gubernur menunjukkan komitmennya secara langsung. Ia memosisikan diri sebagai jemaat biasa, bukan sebagai pejabat pemerintah. Bahkan, ia memilih untuk berpidato di lantai bawah alih-alih berdiri di atas mimbar gereja yang sakral.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau seluruh jemaat agar tetap mandiri dan tidak menggantungkan pelaksanaan acara keagamaan pada kehadiran Gubernur maupun pejabat daerah lainnya.

“Program dan pelayanan jemaat harus tetap berjalan demi pelayanan kepada Tuhan, karena seluruh hamba Tuhan memiliki kedudukan yang sama,” ujarnya.

Melalui penegasan ini, Wakil Gubernur berharap gereja-gereja dapat terus bertumbuh secara mandiri dalam menjalankan misi spiritualnya, sementara pemerintah tetap fokus pada pelayanan publik secara profesional.

Acara peresmian ditutup dengan doa dan harapan agar Gedung Gereja Jemaat Bukit Zaitun Kalisusu Nabire senantiasa membawa berkat dan menjadi pusat transformasi rohani bagi seluruh jemaat.

(Red)

Gubernur Papua Tengah Resmikan Gedung Gereja Jemaat Bukit Zaitun Kalisusu Nabire, Tekankan Persatuan dan Perawatan Aset Pelayanan

0

Globalpapua.id–Nabire (Papua Tengah) Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi menghadiri dan mengapresiasi peresmian Gedung Gereja Jemaat Bukit Zaitun Kalisusu Nabire pada Jumat (26/6/2026) pagi.

Momen bersejarah ini menjadi simbol kerja keras, persatuan, dan keteguhan iman seluruh jemaat serta panitia pembangunan.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa yang diwakili wakil Gubernur Dinas Geley, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam kepada pimpinan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah III Papua, jajaran jemaat, serta panitia peresmian yang telah berkorban waktu, tenaga, dan materi demi berdirinya rumah ibadah tersebut.

 

Gubernur menyapa seluruh elemen masyarakat dengan salam khas berbagai suku di Papua Tengah—mulai dari Koyao, Orosao, Amalongo, Amakanie, Wiwao, Amole, hingga Kinaonak—yang menegaskan semangat keberagaman yang harmonis.

“Pembangunan rumah ibadah tidak hanya membutuhkan biaya, tetapi juga membutuhkan ketekunan, pengorbanan waktu, tenaga, serta persatuan jemaat. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam proses ini,” ujar Gubernur Papua Tengah.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengingatkan bahwa peresmian gedung fisik ini bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari babak baru pelayanan. Gedung baru ini diharapkan dapat difungsikan secara optimal untuk:

Tempat ibadah dan pembinaan iman yang konsisten.

Pusat pelayanan sosial dan pendidikan rohani.

Wadah penguatan kehidupan jemaat dan pembentukan umat yang takut akan Tuhan.

 

Gubernur juga berpesan agar aset pelayanan yang megah ini dirawat bersama secara bertanggung jawab agar dapat terus dinikmati oleh generasi sekarang hingga generasi yang akan datang.

Di akhir sambutannya, Gubernur Papua Tengah memanfaatkan momentum ini untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar terus menjaga kerukunan, ketertiban, dan kedamaian di lingkungan masing-masing. Menurutnya, stabilitas daerah adalah kunci utama agar roda pembangunan di Provinsi Papua Tengah dapat berjalan dengan maksimal.

“Perbedaan suku, bahasa, denominasi gereja, dan latar belakang sosial harus menjadi dasar untuk saling menghormati, bukan alasan untuk saling menjauh. Mari kita terus membangun kehidupan masyarakat yang rukun, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya yang memperkuat pelayanan keagamaan, pendidikan, kesehatan, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang merata.

 

Ditambahkan Wakil Gubernur dinas geley menegaskan pentingnya pemisahan yang jelas antara urusan pelayanan gereja dan tata kelola pemerintahan. Ia meminta semua pihak agar tidak mencampuradukkan kedua ranah tersebut guna menghindari kesalahan jalur komunikasi dan koordinasi di masa mendatang.

Saat menghadiri sebuah kegiatan keagamaan baru-baru ini, Wakil Gubernur menunjukkan komitmennya secara langsung. Ia memosisikan diri sebagai jemaat biasa, bukan sebagai pejabat pemerintah. Bahkan, ia memilih untuk berpidato di lantai bawah alih-alih berdiri di atas mimbar gereja yang sakral.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau seluruh jemaat agar tetap mandiri dan tidak menggantungkan pelaksanaan acara keagamaan pada kehadiran Gubernur maupun pejabat daerah lainnya.

“Program dan pelayanan jemaat harus tetap berjalan demi pelayanan kepada Tuhan, karena seluruh hamba Tuhan memiliki kedudukan yang sama,” ujarnya.

Melalui penegasan ini, Wakil Gubernur berharap gereja-gereja dapat terus bertumbuh secara mandiri dalam menjalankan misi spiritualnya, sementara pemerintah tetap fokus pada pelayanan publik secara profesional.

Acara peresmian ditutup dengan doa dan harapan agar Gedung Gereja Jemaat Bukit Zaitun Kalisusu Nabire senantiasa membawa berkat dan menjadi pusat transformasi rohani bagi seluruh jemaat.

(Red)

Gerak Cepat Polisi Nabire Bekuk Buron Kasus Percobaan Pemerkosaan di Perumahan Guru

0

Globalpapua.id, Nabire (Papua Tengah) – Pelarian AD alias Ance Dwitau berakhir di tangan aparat kepolisian. Terduga pelaku penganiayaan dan percobaan pemerkosaan di Kampung Wanggar Makmur ini berhasil diringkus oleh tim gabungan Satreskrim Polres Nabire dan Polsek Nabire Barat pada Minggu (21/6/2026) siang.

Penangkapan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIT ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Nabire, dengan dukungan penuh dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta personel Polsek Nabire Barat. AD ditangkap berdasarkan laporan polisi yang masuk sejak 8 Juni lalu.

Peristiwa kelam yang menimpa seorang perempuan berinisial OK (Ibu Ona) terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pagi, di Perumahan Guru SMP Negeri 5 Wanggar.

Pagi itu, korban yang hendak mandi masuk ke kamar sebelah untuk mengambil pakaian. Namun, ia dikejutkan oleh keberadaan AD yang sudah bersembunyi di dalam kamar sambil memegang senjata tajam.

Secara beringas, pelaku mendorong korban ke atas kasur dan mencoba melancarkan aksi bejatnya. Tak tinggal diam, Ibu Ona melakukan perlawanan sengit. Duel pun tak terhindarkan hingga membuat senjata tajam yang dibawa pelaku justru melukai tangan pelaku sendiri. Meski terus diancam, keberanian korban berhasil menggagalkan niat jahat AD.

Setelah melakukan penyelidikan intensif selama hampir dua pekan, polisi akhirnya berhasil mengendus keberadaan AD di Kampung Wanggar Makmur dan langsung melakukan penangkapan tanpa perlawanan berarti.

“Proses penangkapan berjalan aman dan terkendali hingga pukul 13.00 WIT. Saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Nabire untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tulis keterangan resmi pihak kepolisian.

Polres Nabire menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melapor jika melihat atau mengalami tindakan kriminal serupa di lingkungan mereka.

(Abira)

Gerak Cepat Polisi Nabire Bekuk Buron Kasus Percobaan Pemerkosaan di Perumahan Guru

0

Globalpapua.id, Nabire (Papua Tengah) – Pelarian AD alias Ance Dwitau berakhir di tangan aparat kepolisian. Terduga pelaku penganiayaan dan percobaan pemerkosaan di Kampung Wanggar Makmur ini berhasil diringkus oleh tim gabungan Satreskrim Polres Nabire dan Polsek Nabire Barat pada Minggu (21/6/2026) siang.

Penangkapan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIT ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Nabire, dengan dukungan penuh dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta personel Polsek Nabire Barat. AD ditangkap berdasarkan laporan polisi yang masuk sejak 8 Juni lalu.

Peristiwa kelam yang menimpa seorang perempuan berinisial OK (Ibu Ona) terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pagi, di Perumahan Guru SMP Negeri 5 Wanggar.

Pagi itu, korban yang hendak mandi masuk ke kamar sebelah untuk mengambil pakaian. Namun, ia dikejutkan oleh keberadaan AD yang sudah bersembunyi di dalam kamar sambil memegang senjata tajam.

Secara beringas, pelaku mendorong korban ke atas kasur dan mencoba melancarkan aksi bejatnya. Tak tinggal diam, Ibu Ona melakukan perlawanan sengit. Duel pun tak terhindarkan hingga membuat senjata tajam yang dibawa pelaku justru melukai tangan pelaku sendiri. Meski terus diancam, keberanian korban berhasil menggagalkan niat jahat AD.

Setelah melakukan penyelidikan intensif selama hampir dua pekan, polisi akhirnya berhasil mengendus keberadaan AD di Kampung Wanggar Makmur dan langsung melakukan penangkapan tanpa perlawanan berarti.

“Proses penangkapan berjalan aman dan terkendali hingga pukul 13.00 WIT. Saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Nabire untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tulis keterangan resmi pihak kepolisian.

Polres Nabire menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melapor jika melihat atau mengalami tindakan kriminal serupa di lingkungan mereka.

(Abira)

Cetak Atlet Esports Papua Tengah, Kapolres Nabire Resmi Buka Turnamen Kapolri Cup 2026

0

Globalpapua.id, Nabire (Papua Tengah)– Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nabire menggelar turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026 tingkat Kabupaten Nabire yang secara resmi dibuka oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu di Aula Wicaksana Polres Nabire, Papua Tengah, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian E-Sport Kapolri Cup 2026 yang diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda, hingga babak Grand Final di Mabes Polri, Jakarta, pada Juli 2026 mendatang.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Esports Indonesia Papua Tengah, Bentot Yatipai, ST, yang bersama Polres Nabire berkolaborasi dalam menyukseskan pelaksanaan kompetisi tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., menyampaikan bahwa E-Sport Kapolri Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda yang memiliki bakat di bidang olahraga elektronik.

“Melalui turnamen ini, kami ingin memberikan ruang yang positif bagi para generasi muda untuk menyalurkan bakat, meningkatkan prestasi, serta membangun karakter yang sportif dan kompetitif,” ujar Kapolres.

Menurutnya, perkembangan industri digital dan olahraga elektronik saat ini membuka peluang besar bagi anak-anak muda Indonesia untuk berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, Polri mendukung hadirnya ruang-ruang kreatif yang mampu mengarahkan aktivitas digital ke arah yang produktif.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Esports Indonesia Papua Tengah, Bentot Yatipai, ST, mengapresiasi sinergi yang dibangun Polres Nabire dalam mendukung perkembangan esports di Papua Tengah.

Ia berharap turnamen tersebut dapat melahirkan atlet-atlet esports berbakat yang mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi dan membawa nama baik daerah.

E-Sport Kapolri Cup 2026 mempertandingkan cabang utama Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) serta sejumlah kategori pendukung seperti lomba defile, cosplay, kompetisi Key Opinion Leader (KOL), dan influencer.

 

Turnamen ini dijadwalkan berlangsung sepanjang Juni 2026 untuk babak penyisihan di tingkat daerah, sebelum para juara melaju ke tingkat provinsi dan nasional.

Melalui penyelenggaraan E-Sport Kapolri Cup 2026, Polri berharap dapat menjaring talenta-talenta muda berbakat sekaligus mendorong terciptanya ekosistem digital yang sehat, kreatif, dan positif di tengah masyarakat.

( ABIRA)

Resmob Nabire Ringkus Komplotan Curanmor, Yamaha Fino Curian Berhasil Diselamatkan

0

Globalpapua. Id, Nabire (Papua Tengah) – Gerak cepat Tim Resmob Satreskrim Polres Nabire kembali membuahkan hasil. Seorang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diamankan bersama barang bukti sepeda motor hasil curian dalam operasi yang digelar di wilayah Kelurahan Kaliharapan, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Terduga pelaku yang diamankan berinisial Chonny Murib Obenal (31), warga Kelurahan Kaliharapan. Penangkapan dilakukan pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 20.30 WIT oleh tim yang dipimpin langsung Bripka Herianto N., S.E.

Kasus ini berawal dari laporan kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Fino warna merah maroon milik Maemuna (50), warga Jalan Mambai, Kelurahan Kalibobo. Peristiwa pencurian terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIT.

Saat kejadian, korban memarkirkan sepeda motornya di depan rumah dalam kondisi kunci masih terpasang. Korban kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang. Tak lama kemudian korban menyadari motornya masih dalam keadaan menyala dan langsung keluar untuk mengecek. Namun kendaraan tersebut sudah tidak berada di tempat semula.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Polres Nabire melakukan penyelidikan dan pemetaan terhadap para pelaku. Saat melaksanakan patroli dan mobile di wilayah Kaliharapan, petugas menemukan seorang pria yang menggunakan sepeda motor dengan ciri-ciri identik seperti kendaraan yang dilaporkan hilang.

Petugas kemudian melakukan pengintaian hingga akhirnya mengamankan terduga pelaku saat berada di sebuah kios di Jalan Pipit, Kelurahan Kaliharapan. Dari hasil interogasi awal, polisi memperoleh informasi mengenai lokasi penyimpanan kendaraan hasil curian.

Tak berselang lama, tim bergerak menuju lokasi dan berhasil menemukan serta mengamankan sepeda motor Yamaha Fino milik korban yang disembunyikan di salah satu rumah warga di sekitar Kaliharapan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Chonny mengaku melakukan aksi tersebut bersama rekannya berinisial Yomi. Modus yang digunakan yakni memanfaatkan kelalaian korban yang meninggalkan kendaraan dalam kondisi kunci masih menempel pada motor.

Selain mengamankan kendaraan hasil curian, polisi turut menyita sejumlah barang milik terduga pelaku, di antaranya satu unit telepon genggam, charger, sebungkus rokok, serta uang tunai sebesar Rp75 ribu.

Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang telah diketahui identitasnya serta mendalami kemungkinan keterlibatan keduanya dalam sejumlah kasus kejahatan jalanan lainnya di wilayah hukum Polres Nabire.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan secara bersama-sama.

Polres Nabire mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan kendaraan dalam kondisi kunci masih terpasang guna mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa.

(Abira)

Semarakkan HUT Bhayangkara ke-80, Polres Nabire Gelar Donor Darah Hingga Bansos untuk Mama-Mama Papua

0

Globalpapua.id, Nabire (Papua Tengah) – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang, Kepolisian Resor (Polres) Nabire menggelar serangkaian kegiatan sosial dan religi. Mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat, rangkaian acara ini diawali dengan aksi donor darah massal yang melibatkan ratusan personel gabungan pada Kamis (11/6/2026).

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Nabire.

”Hari ini kita saksikan bersama, diawali dengan kegiatan bakti sosial berupa donor darah yang diikuti oleh seluruh rekan-rekan personel. Hampir 300 personel yang terlibat dalam mendonorkan darahnya hari ini. Kiranya ini semua bermanfaat bagi kita, terutama bagi yang membutuhkan,” ujar AKBP Samuel saat memberikan keterangan di Mapolres Nabire, Kamis (11/6).

Aksi donor darah tersebut berjalan khidmat dengan partisipasi aktif dari personel jajaran Polres Nabire, Korps Brimob Polri, hingga personel Brimob yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC).

Setelah agenda donor darah usai, Polres Nabire dijadwalkan bergabung dengan Kapolda Papua Tengah beserta Pejabat Utama (PJU) Polda dan Polres untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos). Paket sembako tersebut akan didistribusikan secara langsung di tiga pusat ekonomi masyarakat Nabire, yaitu:

Pasar Karang

Pasar Kalibobo

Pasar Oyehe

Adapun sasaran utama penerima manfaat dari bansos kali ini adalah mama-mama asli Papua yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual sayur dan penjual pinang.

Tidak hanya berfokus pada pembagian bansos, Polres Nabire juga telah merancang program jangka pendek yang menyentuh langsung hajat hidup warga. Salah satunya adalah program bedah rumah sebanyak satu unit yang berlokasi di Jalan Jakarta, Nabire.

Sementara itu, untuk menyemarakkan suasana di internal kepolisian, perayaan HUT Bhayangkara ke-80 ini juga akan diisi dengan sejumlah perlombaan olahraga. Di antaranya adalah pertandingan tenis meja (pingpong) dan bola voli yang digelar di Aula Wicaksana Lagawa serta lapangan Mako Polres Nabire.

Melalui momentum hari jadi Korps Bhayangkara tahun ini, AKBP Samuel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian yang humanis dan transformatif.

”Intinya, berbagai kegiatan ini kita laksanakan untuk membaktikan diri sebagai insan Bhayangkara kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kami berharap pelayanan ini benar-benar menghadirkan Polri di tengah masyarakat. Semoga masyarakat menerima kami sebagai bagian dari pelayan mereka sekaligus rekan mitra di lapangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di Kabupaten Nabire,” pungkas Kapolres.

(Red)

Polda Papua Tengah Selamatkan Generasi Muda, Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Koplo di Dogiyai

0

Globalpapua.id, Nabire (Papua Tengah) – Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Tengah menorehkan prestasi gemilang dalam melindungi masyarakat. Polisi berhasil membongkar sindikat peredaran obat keras ilegal golongan “G” di Kabupaten Dogiyai (08/06/2026).

Dalam aksi cepat ini, petugas meringkus seorang pemuda berstatus pelajar/mahasiswa berinisial A (21) saat ia hendak mengambil paket kiriman berisi ribuan pil koplo jenis Trihexyphenidyl dan Excimer. Pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata komitmen tegas Polda Papua Tengah dalam memberantas peredaran zat adiktif berbahaya demi melindungi masa depan generasi muda serta menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Keberhasilan ini bermula dari kejelian Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Papua Tengah yang mengendus adanya pengiriman paket mencurigakan dari Jakarta menuju Dogiyai melalui jasa ekspedisi J&T pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.

Tak ingin kehilangan buruannya, tim langsung bergerak cepat malam itu juga dari markas Polda menuju Kabupaten Dogiyai. Setelah menempuh perjalanan semalam suntuk, petugas langsung melakukan pengintaian ketat di sekitar Kompleks Pasar Moanemani, Kampung Ikebo, Distrik Kamu.

Tepat pada Selasa (21/4/2026) pukul 07.30 WIT, petugas memantau target yang mendatangi kantor J&T untuk mengambil paket. Tanpa buang waktu, petugas langsung menyergap tersangka A. Saat menggeledah paket tersebut, polisi menemukan ribuan butir obat terlarang yang tersembunyi di dalam plastik bubble wrap.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti penting:

490 butir pil Trihexyphenidyl, 545 butir pil Excimer,1 kantong plastik J&T dan bubble wrap hitam, 1 unit handphone Infinix X6739 beserta dua kartu SIM Telkomsel.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka A yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kios di Pasar Moanemani ini menggunakan modus cerdik untuk mengelabui petugas.

”Tersangka memesan obat-obatan tersebut dari seseorang yang ia kenal melalui aplikasi TikTok, kemudian melanjutkan komunikasi lewat WhatsApp. Untuk mengelabui petugas ekspedisi, ia menulis resi pengiriman sebagai ‘pakaian’ dan menggunakan nama penerima samaran,” ungkap pihak kepolisian.

Tersangka mengaku sudah dua kali mendatangkan obat keras tersebut dengan pengiriman pertama sebanyak 500 butir dan yang kedua sebanyak 1.000 butir. Ia mengonsumsi sendiri obat tersebut dan mengedarkannya secara sembunyi-sembunyi kepada rekan-rekannya di sekitar Kompleks Pasar Moanemani dengan harga Rp 10.000 per butir untuk mencari keuntungan pribadi.

Kini, polisi menjerat pemuda tersebut dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yaitu Kesatu Pasal 435 juncto Pasal 20 Huruf c KUHP, atau Kedua Pasal 436 Ayat (2) juncto Pasal 20 Huruf c KUHP. Tersangka menghadapi ancaman hukuman penjara paling lama 5 hingga 12 tahun serta denda paling sedikit Rp 500.000.000,- hingga paling banyak Rp 5.000.000.000,-.

Pasca-penangkapan ini, Satuan Direktorat Polda Papua Tengah mengimbau keras seluruh elemen masyarakat untuk memperketat pengawasan di lingkungan masing-masing. Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat-obatan ilegal kepada pihak berwajib demi menjaga Papua Tengah yang aman dan sehat.

(Red)

MOST COMMENTED

- Advertisement -