Globalpapua.id, Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Ibadah Oikumene bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (13/7/2026).
Ibadah mengusung tema “Muna-Muna Papeda: Di Mana Saja Kita Melayani” dengan subtema “Bagi yang letih lesu dan berbeban berat, marilah datang kepada Tuhan Yesus” yang mengacu pada Matius 11:28–30.

Ibadah diawali dengan doa pembuka dan penyampaian firman oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, M.Pd., serta doa syafaat dipimpin oleh Pdt. Hengkri Bonsapia, S.Th.
Dalam renungannya, Ketua FKUB Provinsi Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, M.Pd., menjelaskan bahwa Muna-Muna merupakan istilah dari bahasa suku Moni yang berarti musyawarah, berdiskusi, dan berdialog untuk mencari solusi bersama, sedangkan Papeda dimaknai sebagai Papua Penuh Damai.

Menurutnya, semangat tersebut harus menjadi dasar pelayanan setiap aparatur pemerintah agar tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi bekerja dengan penuh ketulusan bagi masyarakat.
“Setiap orang memiliki beban, tetapi Tuhan mengundang kita datang kepada-Nya untuk memperoleh kelegaan. Jadikan pelayanan sebagai panggilan, bukan sekadar kewajiban,” ujar Ignatius.

Ia berharap seluruh ASN di Papua Tengah senantiasa menjaga integritas, memperkuat persatuan dalam keberagaman, serta menghadirkan pelayanan yang humanis demi mewujudkan Papua Tengah yang damai dan sejahtera.
Sementara itu, dalam doa syafaatnya, Pdt. Hengkri Bonsapia, S.Th., memohon penyertaan Tuhan bagi pembangunan Papua Tengah, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, serta pembangunan pusat pemerintahan provinsi di Karadiri II. Ia juga mendoakan terciptanya keamanan dan kedamaian di seluruh wilayah Papua Tengah agar masyarakat dapat hidup dengan tenteram. Menutup pesannya, Ketua FKUB mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk terus mengedepankan dialog, persaudaraan, serta semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
“Mari kita rawat persatuan, saling menghargai, dan bersama-sama membangun Papua Tengah yang penuh damai demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
(Alvi)


















