/2026/01/1767996508503-1.png"/>

Globalpapua.id, Nabire – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) UPP PGSD FKIP Universitas Cenderawasih (Uncen) Kelas Nabire menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pihak Universitas Cenderawasih terkait proses penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026. Jumat (10/7/2026).

Dalam pernyataannya, HMJ meminta agar 32 calon mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dari total 189 pendaftar dapat dievaluasi kembali, sekaligus mendesak pemerintah segera memenuhi kebutuhan fasilitas kampus serta tenaga pendidik di UPP PGSD Nabire.

Koordinator Lapangan, Matias Pigai, menegaskan bahwa keberadaan UPP PGSD Nabire memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga pendidik asal Papua yang siap mengabdi di daerah-daerah pedalaman.

“Kami meminta Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah segera berkoordinasi dengan Universitas Cenderawasih, khususnya FKIP, agar dilakukan evaluasi terhadap hasil seleksi dan 32 calon mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dapat dipertimbangkan kembali. Kami juga mendesak pemerintah segera memenuhi kebutuhan fasilitas kampus dan dosen di UPP PGSD Nabire agar proses pendidikan berjalan optimal,” ujarnya.

HMJ juga menilai persoalan keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar di kampus cabang bukan hanya terjadi di UPP PGSD Nabire, melainkan juga dialami sejumlah perguruan tinggi lain di Kabupaten Nabire. Karena itu, mereka mendorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menghadirkan universitas negeri baru di wilayah tersebut sebagai solusi jangka panjang.

Menurut HMJ, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan tinggi, memperkuat kualitas pembelajaran, serta menjawab kebutuhan tenaga pendidik di Papua Tengah.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini