Kamis, Oktober 8, 2026
Google search engine

Tekan Kejahatan Jalanan di Papua Tengah, Polda Ringkus Puluhan Tersangka dan Kembalikan Motor Korban

0

Globalpapua.id, Nabire (PapuaTengah) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas tindak pidana jalanan yang meresahkan masyarakat. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, jajaran Polda Papua Tengah berhasil menangani ratusan kasus kejahatan jalanan yang meliputi Pencurian dengan Kekerasan (Curas/Begal), Pencurian dengan Pemberatan (Curat), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) atau yang dikenal dengan istilah C3.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., dalam konferensi pers yang digelar di Nabire pada Senin (1/5/2026).

“Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan pondasi penting dalam menjaga stabilitas kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pembangunan di Papua Tengah. Polda Papua Tengah berkomitmen hadir memberikan rasa aman melalui penegakan hukum yang profesional, tegas, dan berkeadilan,” tegas Brigjen Pol. Jermias Rontini.

Berdasarkan data yang dipaparkan, berikut adalah rincian penanganan kasus kejahatan jalanan selama lima bulan pertama di tahun 2026:

Jenis Kejahatan Jumlah Kasus Jumlah Tersangka Status Hukum / Barang Bukti

Curas (Begal) 156 Kasus 17 Tersangka 3 perkara sudah P21 (lengkap), sisanya dalam pengembangan.

Curat (Pemberatan) 31 Kasus 11 Tersangka Beberapa perkara telah dilimpahkan ke Penuntut Umum.

Curanmor (Motor) 120 Kasus.

Sebagai bentuk pelayanan prima dan upaya mengembalikan hak masyarakat, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua Tengah menyerahkan kembali 6 unit sepeda motor dari total 15 unit yang diamankan langsung kepada para korban yang hadir

Proses penyerahan ini dilakukan setelah melalui tahapan identifikasi nomor rangka, nomor mesin, serta verifikasi dokumen kepemilikan yang sah. Berikut daftar kendaraan yang diserahkan:

1 unit Honda Beat Street hitam – dikembalikan kepada Sdr. Muhammad Rizky Ali.

1 unit Honda Beat Street hitam – dikembalikan kepada pemilik sahnya (setelah verifikasi).

1 unit Yamaha Mio 125 merah – dikembalikan kepada Sdri. Era.

1 unit Honda Beat merah-hitam – milik Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire.

1 unit Honda Beat hitam – diserahkan kepada Sdri. Friska.

1 unit Honda Beat biru – diserahkan kepada Sdri. Arianti.

Kapolda menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Mimika dan Nabire saat ini menjadi dua daerah dengan angka kejahatan jalanan tertinggi di Provinsi Papua Tengah. Dalam menekan angka kriminalitas tersebut, Kapolda mengibaratkannya dengan “Teori Balon”.

”Ketika kita tekan di suatu wilayah, kasus ini muncul di wilayah yang kosong. Ditekan di sini, muncul di sana. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi dari semua stakeholder, termasuk kepedulian dari masyarakat itu sendiri. Jika hanya mengandalkan polisi, akan terasa berat,” ungkap Kapolda.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Adi Tri Widiyanto, S.I.K., S.H., menambahkan bahwa penyidik saat ini tengah mendalami dugaan keterlibatan jaringan atau penadah lintas wilayah.

”Dari beberapa pengungkapan, ditemukan indikasi bahwa pelaku tidak bekerja sendiri. Ada dugaan keterlibatan pihak lain dalam hal penjualan maupun penampungan barang hasil kejahatan (penadah), khususnya curanmor,” ujar Kombes Pol. Adi Tri Widiyanto.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan belum bisa menyimpulkan secara prematur mengenai keberadaan sindikat besar yang terorganisir. Seluruh proses penyidikan masih terus dimaksimalkan berbasis alat bukti dan keterangan saksi.

Di akhir konferensi pers, Polda Papua Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada, menggunakan kunci pengaman ganda pada kendaraan, dan tidak ragu untuk segera melaporkan segala tindakan yang mencurigakan kepada pihak kepolisian terdekat.

(Red)

Wujudkan Nabire Damai, Kapolres Kedepankan Pendekatan Humanis dan Adil Menjelang Aksi Aspirasi

0

Globalpapua.id, NABIRE (PapuaTengah) – Menjelang rencana penyampaian aspirasi oleh dua kelompok massa yang dijadwalkan berlangsung esok hari, Senin (11/05/2026), Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan kota. Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan hak berpendapat tetap terlaksana tanpa mengganggu kenyamanan publik.

Dalam keterangannya pada Minggu malam, Kapolres menegaskan bahwa Polri berdiri sebagai penengah yang adil. Untuk menghindari potensi gesekan antar-kelompok, pihak kepolisian menerapkan aturan yang setara bagi semua pihak.

“Kami netral. Kebijakan ini diambil agar tidak muncul persepsi ketidaknetralan. Jika satu kelompok tidak melakukan long march, maka yang lain juga demikian. Ini murni demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujar AKBP Samuel dengan tegas namun santun.

Mengingat esok merupakan hari pertama kerja, Kapolres memberikan solusi cerdas agar aspirasi massa tetap tersampaikan secara maksimal kepada DPRP Papua Tengah tanpa melumpuhkan mobilitas warga. Beliau menyarankan agar massa langsung berkumpul di halaman kantor DPRP untuk memulai orasi.

Poin-poin imbauan Kapolres demi kenyamanan warga: Aksesibilitas Utama, Menjaga agar jalan raya dan transportasi publik tetap berfungsi normal untuk masyarakat yang bekerja dan sekolah.

Efisiensi Titik Kumpul: Menyarankan massa langsung menuju titik akhir (Kantor DPRP) agar penyampaian pesan lebih terfokus dan tepat sasaran.

Sinergi Tokoh Masyarakat: Mengajak pimpinan DPRD/DPRP serta tokoh adat dan agama untuk ikut membimbing para peserta aksi agar tetap dalam koridor tertib.

AKBP Samuel mengingatkan bahwa kedamaian di Nabire adalah tanggung jawab kolektif. Semangat gotong royong antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Saat ini, Polres Nabire telah menyiagakan personel gabungan yang bersifat mengawal dan melindungi jalannya aksi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa, sembari mengedepankan komunikasi yang baik antar-korlap aksi demi mewujudkan Nabire yang aman, damai, dan sejahtera.

(Red)

Berkas P-21, Sat Lantas Polres Nabire Serahkan Tersangka Tabrakan Maut di Jalan Yos Sudarso ke Kejaksaan

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Nabire resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) terkait kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa ke Kejaksaan Negeri Nabire. Penyerahan ini dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak kejaksaan.

Kegiatan serah terima tersebut berlangsung pada Kamis (07/05/2026) sekitar pukul 12.00 WIT di Kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Jalan Merdeka. Prosesi penyerahan dipimpin langsung oleh IPDA Satrio D. Soetrisno bersama sejumlah personel Sat Lantas Polres Nabire.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa, 16 Desember 2025 silam di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Masjid Baiturrahman, Kelurahan Oyehe. Kecelakaan melibatkan:

Mobil Truk Mitsubishi (No. Pol PT 8907 AD) yang dikemudikan tersangka W (61).

Sepeda Motor Honda Beat (No. Pol PA 2405 KS) yang dikendarai korban, almarhum Amon Ruwiyawari.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka yang melaju dari arah lampu merah Cenderawasih diduga kurang berhati-hati dan tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas saat tiba di lokasi kejadian. Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala.

Meski sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUD Nabire, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada 18 Desember 2025.

Dalam proses tahap II ini, pihak kepolisian menyerahkan tersangka beserta barang bukti kunci untuk keperluan persidangan:

Item Keterangan, Tersangka Pria berinisial W (61), warga Kelurahan Kalisusu. Barang Bukti 1 1 Unit Sepeda Motor Honda Beat (PA 2405 KS). Barang Bukti 2 1 Unit Mobil Truk Mitsubishi (PT 8907 AD).

Tersangka dan seluruh barang bukti diterima langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ajun Jaksa Madya As’ad Djaelani Sibghatullah BW, S.H.

“Penyerahan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menuntaskan penyidikan kecelakaan lalu lintas agar kepastian hukum bagi korban dan keluarga dapat segera terpenuhi di persidangan,” ujar perwakilan personel di lokasi.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.00 WIT dalam situasi yang aman dan kondusif. Dengan diserahkannya tersangka ke kejaksaan, kasus ini akan segera memasuki persidangan untuk menentukan putusan hukum final.

(Red)

Tim Resmob Polres Nabire Ringkus Dua Pelaku Curanmor, Amankan Dua Unit Motor

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Jajaran Satreskrim Polres Nabire melalui Tim Resmob sukses mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga. Dalam operasi yang digelar pada Selasa (05/05/2026), polisi berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku beserta barang bukti hasil kejahatan.

Operasi pengungkapan ini dipimpin langsung oleh Bripka Yusring. Berdasarkan informasi intelijen, tim bergerak menuju sebuah bengkel di wilayah Malompo sekitar pukul 12.30 WIT dan berhasil menciduk pelaku pertama berinisial ESR.

Dari hasil pengembangan interogasi, ESR bernyanyi bahwa dirinya tidak bekerja sendiri. Ia melakukan aksinya bersama rekan berinisial LSM. Tak butuh waktu lama, tim langsung bergeser ke wilayah Sanoba Dalam dan berhasil meringkus LSM pada pukul 14.00 WIT tanpa perlawanan.

Para pelaku diketahui menyembunyikan hasil curiannya untuk mengelabui petugas. Berdasarkan pengakuan pelaku, salah satu motor disimpan di rumah kerabatnya di kawasan Putaran 2 Kalibobo. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan dua unit sepeda motor, yaitu:

1 Unit Honda Scoopy (Putih-Merah) dengan          nomor polisi PA 5798 KE.                                1 Unit Honda Beat Street (Hitam).

Kedua motor tersebut dilaporkan hilang di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Jayanti, Kelurahan Bumiwonorejo pada 26 April 2026, dan di Area Kampus STIKES Nabire, Jalan Poros Samabusa pada dini hari 27 April 2026.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mako Polres Nabire untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan para korban untuk segera membuat laporan resmi di SPKT Polres Nabire sebagai dasar penuntutan hukum.

“Polres Nabire akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap segala bentuk tindak pidana demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Nabire,” tegas Kapolres Nabire dalam keterangannya.

Dengan tertangkapnya kedua pelaku ini, diharapkan angka kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Nabire, dapat ditekan secara signifikan.

(Red)

Sinergi Jaga Kamtibmas: Kapolres Nabire Serap Aspirasi dan Perkuat Keamanan Komunitas Ojek

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Menanggapi maraknya aksi pembegalan yang meresahkan para penyedia jasa transportasi roda dua, Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., menggelar pertemuan tatap muka bersama komunitas ojek di Aula Wicaksana Polres Nabire pada Senin (04/05/2026).

Pertemuan yang dimulai pukul 10.00 WIT tersebut dihadiri oleh Wakapolres Kompol Piter Kendek, S.Sos., M.M., Ketua Komunitas Ojek Rony Dawer, serta puluhan pengemudi ojek yang beroperasi di wilayah hukum Kabupaten Nabire.

Dalam arahannya, Kapolres Samuel menyampaikan apresiasi atas peran ojek sebagai urat nadi transportasi masyarakat. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait keterbatasan jumlah personel, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak menyurutkan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal.

“Kami mengimbau rekan-rekan ojek untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Gunakan teknologi seperti GPS pada kendaraan dan sebisa mungkin hindari melintasi titik-titik rawan pada jam-jam berisiko,” ujar Kapolres.

Dalam sesi dialog, komunitas ojek menyampaikan sejumlah poin krusial demi keamanan mereka di lapangan, di antaranya:

Pengaktifan kembali pos-pos keamanan di titik strategis. Penertiban peredaran minuman keras (miras) yang sering menjadi pemicu tindak kriminal. Peningkatan frekuensi patroli, khususnya di area sepi.

Kepastian hukum terkait batasan pembelaan diri saat menghadapi pelaku kejahatan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa meski terdapat kendala anggaran dan personel, Polres Nabire akan mengoptimalkan patroli dialogis dan mengaktifkan kembali patroli roda dua agar lebih fleksibel menjangkau gang-gang kecil. Mengenai perlindungan hukum, ia menegaskan bahwa hak

pembelaan diri sudah diatur secara jelas dalam undang-undang dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap beban ekonomi para pengemudi, kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan komunitas ojek dan para korban begal.

Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, diharapkan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Nabire tetap kondusif dan memberikan rasa aman bagi para pejuang nafkah di jalanan.

(Red)

“Tanpa Kekerasan” Pendekatan Persuasif AKBP Samuel Tatiratu di Nabire Tuai Apresiasi Legislatif

0

globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah)– Gaya kepemimpinan Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., tengah menjadi sorotan positif. Tak tanggung-tanggung, apresiasi datang langsung dari legislatif. Wakil Ketua III DPR Provinsi Papua Tengah, Bekies Sony Kogoya, menyebut kinerja sang Kapolres dalam menjaga keamanan aksi massa sebagai standar baru yang harus dicontoh oleh seluruh pimpinan kepolisian di tanah Papua. (27/04/2026).

Menurut Sony Kogoya, Samuel telah membuktikan bahwa pendekatan persuasif jauh lebih efektif daripada tindakan represif dalam menghadapi penyampaian aspirasi masyarakat.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah bagaimana personel Polres Nabire berinteraksi dengan massa aksi. Sony Kogoya mencatat bahwa dalam beberapa aksi demonstrasi besar di Nabire, tidak ada satu pun insiden anarkis yang terjadi.

”Saya melihat kinerjanya luar biasa. Koordinasi kepada anggotanya sangat rapi, sehingga tidak pernah ada tindakan anarkis. Pendemo dikawal dengan baik dari titik awal, ke kantor DPR, hingga kembali ke rumah masing-masing dengan aman,” ujar Sony Kogoya.

Lebih lanjut, Sony menekankan bahwa sosok AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mencerminkan jati diri Polri yang sesungguhnya: Melindungi dan Mengayomi. Meski jumlah massa seringkali mencapai angka yang besar, situasi di Ibu Kota Papua Tengah tersebut tetap kondusif dan tertib.

Sebagai tokoh rakyat, Sony Kogoya berharap keberhasilan di Nabire ini bisa menular ke wilayah lain. Ia secara tegas meminta agar para Kapolres di wilayah Papua tidak ragu untuk “belajar” dari pola pengamanan yang diterapkan di Nabire.

”Ini harus menjadi panutan dan contoh yang baik. Seluruh Kapolres di tanah Papua harus belajar menjadi pemimpin yang bijaksana seperti Kapolres Nabire. Sangat luar biasa,” tutupnya.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi stabilitas keamanan di Papua Tengah, membuktikan bahwa komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama kedamaian di Bumi Cendrawasih.

(Red)

Aksi Aspirasi Mahasiswa di Nabire Berakhir Damai, 827 Personel Gabungan Pastikan Situasi Kondusif

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah)– Situasi keamanan di Kabupaten Nabire dilaporkan tetap aman dan terkendali setelah aksi penyampaian aspirasi oleh kelompok mahasiswa dan aktivis HAM pada Senin (27/4). Aksi yang berlangsung sejak pagi pukul 07.00 WIT hingga sore hari pukul 15.40 WIT tersebut berjalan dengan lancar di bawah pengawalan ketat aparat keamanan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., mengungkapkan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan bijak dalam menangani aksi long march di beberapa titik. Langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan matang di lapangan agar situasi tetap berada dalam koridor keamanan yang disepakati.

“Puji Tuhan, semua berjalan lancar. Meskipun ada titik-titik di mana kita bijaki adanya longmarch, namun semua tetap dalam koridor keamanan,” ujar AKBP Samuel didampingi jajaran Forkopimda.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ketertiban umum, pihak keamanan menyediakan 15 armada truk untuk mengantar para peserta aksi kembali ke kediaman masing-masing.

7 truk khusus dikerahkan untuk mengantar mahasiswa kembali ke Asrama Puncak, Pasar Karang, dan Wilayah Jepara.

Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya gangguan lalu lintas atau insiden tambahan saat peserta membubarkan diri.

Secara keseluruhan, koordinasi antara kepolisian dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) berjalan harmonis. Meski sempat terjadi insiden kecil berupa pelemparan yang mengakibatkan kerusakan kaca, situasi berhasil diredam dengan cepat.

Keberhasilan pengamanan ini melibatkan 827 personel gabungan dari TNI-Polri dan unsur Forkopimda, serta mendapat dukungan penuh dari para Kepala Suku dan tokoh agama setempat.

Kapolres Nabire mengapresiasi sikap tertib para peserta dan mengimbau agar setiap penyampaian aspirasi di masa mendatang terus mengikuti prosedur hukum yang berlaku demi menjaga kedamaian di “Kota Emas” Nabire.

(Red)

Kapolres Nabire: Silahkan Sampaikan Aspirasi, Namun Dilarang Merugikan Kepentingan Umum

0

Globalpapua.id, NABIRE, (Papua Tengah) – Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi oleh kelompok mahasiswa asal Kabupaten Puncak pada Senin, 27 April 2026, Polres Nabire bersama unsur Forkopimda Papua Tengah mengambil langkah tegas namun persuasif. Sebanyak 800 personel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP disiagakan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif. (26/04/2026).

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak melarang masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai ketertiban umum dan keamanan wilayah.

Keputusan pengamanan ini lahir setelah rapat koordinasi intensif di Aula Polres Nabire yang dihadiri oleh Wakil Bupati Nabire, tokoh lintas agama (FKUB), pimpinan TNI, serta para kepala suku besar.

Dalam pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan bersama yang tertuang dalam empat poin pernyataan sikap. Inti dari kesepakatan tersebut adalah menolak dengan tegas aksi long march yang berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah ini.

”Kami tidak melarang aspirasi, tapi kami melarang metode yang merugikan kepentingan umum. Besok adalah hari penting; ada ujian sekolah anak-anak kita, kedatangan tamu negara dari DPR RI, dan upacara Hari Otonomi Daerah,” ujar AKBP Samuel dalam keterangannya, Minggu malam.

Untuk mengantisipasi kemacetan parah dan mencegah adanya penyusupan oleh oknum provokator, Polres Nabire resmi menerapkan skema transportasi khusus bagi massa. Seluruh peserta aksi akan dikumpulkan di titik-titik strategis seperti Nabar, Jepara 2, Adaman, Pasar Karang, Kalibobo, dan Siriwini.

Pihak kepolisian telah menyiagakan 15 unit truk guna mengantar massa secara langsung ke halaman Kantor DPRP Provinsi Papua Tengah. Menariknya, koordinasi ini didukung penuh oleh Kepala Suku Lani, Bapak Mison Murib, dan Kepala Suku Dani, Bapak Sem Panimbu. Keduanya menjamin bahwa massa binaan mereka tidak akan membawa senjata tajam maupun atribut yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI.

Kapolres mengingatkan bahwa status Nabire kini telah naik kelas menjadi Ibu Kota Provinsi Papua Tengah. Sebagai “muara” bagi tujuh kabupaten lainnya, stabilitas keamanan menjadi kunci utama percepatan pembangunan.

“Nabire ini milik kita bersama. Mari sampaikan aspirasi dengan cara yang bermartabat. Kami minta para korlap bekerja sama, ikuti arahan petugas demi kebaikan bersama,” tegas Kapolres.

Apel Gelar Pasukan akan dilaksanakan esok pagi pukul 07.00 WIT di Mapolres Nabire. Selain penjagaan di titik-titik kumpul, regu patroli juga akan menyisir area sensitif seperti Kali Susu dan Kali Harapan untuk mengantisipasi adanya konsentrasi massa tambahan.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa, namun tetap waspada terhadap pengalihan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama.

(Red)

Sambut HUT Ke-2, Polda Papua Tengah Gelar Lomba “Race Motor Tempel” di Nabire

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polda Papua Tengah yang ke-2, sebuah ajang balap unik bertajuk “Race Motor Tempel” resmi dibuka hari ini di pesisir pantai Nabire, Kamis, (23/4/2026) pagi.

Kegiatan ini menghadirkan kemeriahan bagi masyarakat setempat sekaligus mempromosikan potensi wisata bahari di wilayah tersebut.

Lomba ini berbeda dari balapan biasanya karena menggunakan perahu yang dirancang khusus untuk kecepatan, didorong oleh mesin motor tempel berkapasitas 15 PK. Penyelenggara menegaskan bahwa perahu-perahu ini bukan perahu nelayan biasa, melainkan kendaraan yang memang disiapkan khusus untuk kompetisi race.

Kapolda Papua Tengah menyampaikan bahwa inisiasi acara ini datang dari Pak Aris Penatapa dan memiliki beberapa misi positif, di antaranya:

Promosi Wisata: Memperkenalkan keindahan pantai pasir putih di Nabire kepada masyarakat luas. Hiburan Rakyat: Memberikan tontonan yang segar dan menarik bagi warga Kota Nabire dan sekitarnya. Wadah Kreativitas Pemuda: Memberikan kesibukan positif bagi anak muda agar terhindar dari kegiatan yang merugikan.

“Kegiatan ini sangat positif. Selain jadi hiburan, kita ingin memajukan wisata pesisir Nabire yang luar biasa indah,” ujar Kapolda dalam sambutannya.

Pemilihan waktu kegiatan ini bertepatan dengan momentum bersejarah pembentukan Polda Papua Tengah. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) pembentukannya, HUT Polda Papua Tengah jatuh pada tanggal 29 April. Perayaan tahun 2026 ini merupakan peringatan yang kedua sejak resmi berdiri pada tahun 2024 lalu.

Pihak kepolisian berharap event seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang bisa diselenggarakan oleh siapa saja untuk terus menggelorakan semangat sportivitas dan pariwisata di Papua Tengah.

(Red)

Sapa Hangat di Balik Seragam: Cerita Personel Gabungan Amankan Dogiyai dengan Jalan Kaki

0

Globalpapua.id, KIGAMANI (Papua Tengah) – Keamanan bukan hanya soal patroli sirene yang menderu, tapi soal hadirnya rasa tenang di tengah hiruk-pikuk pasar. Hal itulah yang ditunjukkan oleh jajaran Polres Dogiyai dan Resimen 3 Pasukan Pelopor Korbrimob Polri pada Selasa (21/4/2026).

Alih-alih berada di balik kemudi mobil patroli, para personel yang dipimpin oleh Wakapolres Dogiyai, AKP Ngarifin, S.H., memilih untuk “turun ke bumi”. Mereka menyusuri aspal Dogiyai dengan berjalan kaki, mulai dari Terminal Moanemani hingga masuk ke lorong-lorong Kampung Kimipugi.

Pemandangan menarik terlihat saat rombongan tiba di Kompleks Pasar Ikebo. Langkah kaki personel terhenti di depan lapak-lapak dagangan. Tidak ada suasana tegang; yang ada justru dialog hangat antara petugas dan para pedagang.

Sambil memantau arus lalu lintas di pertigaan pasar, para perwira seperti IPTU Bambang Triyatwoko dan IPDA Ledrik Pattikayhattu tampak akrab berbincang dengan masyarakat. Bagi Polres Dogiyai, mendengar suara “Mama-mama” pedagang adalah cara paling efektif untuk memetakan situasi keamanan yang sesungguhnya.

Tujuan besar dari aksi jalan kaki ini sederhana namun mendalam: Memastikan urat nadi ekonomi masyarakat tetap berdenyut. Dengan kehadiran polisi di titik-titik keramaian seperti Pasar Ikan dan terminal, warga merasa lebih nyaman dalam bertransaksi. Tak ada jarak yang terasa antara masyarakat dan aparat berbaju cokelat tersebut.

“Situasi Dogiyai secara umum sangat aman dan terkendali. Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami ada di sini, siap merespons cepat dan menjaga kedamaian ini tetap terjaga,” tegas pihak Humas Polres Dogiyai.

Patroli gabungan ini juga memperlihatkan soliditas tinggi antara personel kewilayahan dan Brimob Mabes Polri. Kehadiran Danton Yon C Men III Por, BRIPKA Denny Mulyana, beserta timnya menjadi bukti bahwa seluruh lini kepolisian bersatu demi kenyamanan warga Kabupaten Dogiyai.

Hingga matahari meninggi, aktivitas di Kabupaten Dogiyai terpantau normal dan penuh semangat. Patroli dialogis ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan sebuah janji untuk terus menjaga senyum di wajah masyarakat Dogiyai.

(Red)

 

MOST COMMENTED

- Advertisement -