Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah)– Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) menggelar Diskusi dan Konsolidasi Tahap I di Asrama Puncak, Jalan Jakarta, Nabire, Senin (6/7/2026). Forum tersebut mengangkat tema “Intan Jaya: Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer demi Kepentingan Investasi” sebagai ruang diskusi bagi pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya.
Diskusi yang menghadirkan Kanibal Papua sebagai pemandu materi itu membahas berbagai pandangan peserta terkait dinamika keamanan, politik, dan kondisi kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya maupun wilayah Papua secara umum.
Dalam forum, peserta menyampaikan pandangan bahwa konflik bersenjata yang terjadi di sejumlah wilayah Papua telah memicu dampak kemanusiaan, seperti jatuhnya korban jiwa, meningkatnya jumlah pengungsi, serta terganggunya aktivitas masyarakat. Mereka juga menyoroti kesulitan masyarakat sipil yang berada di tengah situasi konflik.

Peserta turut menilai meningkatnya kehadiran aparat keamanan di beberapa wilayah pegunungan berdampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga aktivitas sehari-hari masyarakat. Selain itu, berkembang pula pandangan dalam diskusi bahwa penguatan pengamanan di sejumlah wilayah berkaitan dengan kawasan yang memiliki potensi sumber daya alam.
Forum juga menyampaikan kritik terhadap berbagai pihak yang dinilai belum memberikan perhatian yang memadai terhadap persoalan kemanusiaan di Papua. Para peserta berharap pemerintah, lembaga negara, organisasi kemanusiaan, dan institusi keagamaan dapat berperan lebih aktif dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai serta memberikan perlindungan bagi masyarakat terdampak.
Selain membahas kondisi kemanusiaan, kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi internal organisasi untuk memperkuat solidaritas mahasiswa dan menyusun langkah-langkah lanjutan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat melalui jalur damai.

Siapkan Aksi Penyampaian Aspirasi
Usai kegiatan, pemandu diskusi Jonatan Sani atau biasa disapa Kanibal Papua mengatakan bahwa konsolidasi tahap pertama menjadi langkah awal dalam menyatukan pandangan organisasi sekaligus mempersiapkan agenda berikutnya.a
“Diskusi dan konsolidasi tahap pertama ini merupakan langkah awal untuk menyatukan pandangan. Dalam waktu dekat kami berencana menggelar aksi penyampaian aspirasi. Waktu pelaksanaannya masih menunggu keputusan bersama dan akan diumumkan setelah seluruh persiapan selesai,” ujar Kanibal Papua.
Ia menambahkan, panitia akan segera menetapkan jadwal pelaksanaan aksi sebelum menyebarluaskan poster dan flyer melalui berbagai media informasi serta jaringan pelajar dan mahasiswa.
“Kepada masyarakat dan kawan-kawan mahasiswa, nantinya tunggu informasi resmi melalui brosur dan media yang akan kami sebarkan setelah seluruh persiapan selesai,” katanya.
Mengakhiri kegiatan, panitia mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa untuk terus membangun solidaritas serta aktif terlibat dalam ruang-ruang diskusi dan konsolidasi sebagai bagian dari penyampaian aspirasi secara damai. Ajakan tersebut disampaikan melalui slogan kegiatan, “Mari Libatkan Diri.”
(Red)

















