Kamis, Oktober 8, 2026
Google search engine

Apresiasi Mengalir untuk Irjen Pol. Alfred Papare dalam Acara Pisah Sambut di Nabire.

0

๐™‚๐™‡๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ. ๐™„๐˜ฟ, โ€‹Nabire (Papua Tengah)โ€“ Aula Wicaksana Laghawa, Polres Nabire, menjadi saksi bisu sebuah transisi kepemimpinan yang penuh emosi pada Selasa (31/3/2026) malam. Acara pisah sambut Kapolda Papua Tengah ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan momentum refleksi atas dedikasi yang telah tertanam di Bumi Cendrawasih.

โ€‹Dalam pidato perpisahannya, Irjen Pol. Alfred Papare menekankan bahwa mengelola keamanan di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) seperti Papua Tengah memerlukan lebih dari sekadar taktik keamanan biasa. Kompleksitas dinamika sosial di sana menuntut kekuatan hati dan kolaborasi lintas sektor.

โ€‹โ€œPapua Tengah memiliki tantangan yang besar dan kompleks. Karena itu, sinergi, komunikasi, dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah,โ€ tegas Irjen Pol. Alfred Papare.

โ€‹Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada:
โ€‹Pemerintah Daerah: Atas dukungan konsisten dari Pemprov dan seluruh Pemkab.
โ€‹TNI: Sinergi dengan Korem dan satuan wilayah yang menjadi fondasi keamanan.
โ€‹Tokoh Masyarakat: Peran lembaga adat, agama, dan legislatif dalam pendekatan persuasif yang humanis.

โ€‹Suasana yang semula khidmat berubah menjadi sangat menyentuh saat Irjen Pol. Alfred Papare memberikan penghormatan terakhir bagi anggota Polri dan warga sipil yang gugur selama masa tugasnya. Dengan suara penuh ketulusan, beliau memanjatkan doa agar para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh hadirin akan harga sebuah kedamaian.

โ€‹Sebagai penutup masa jabatannya, Alfred menyampaikan permohonan maaf yang rendah hati dan menitipkan pesan agar Kapolda yang baru mendapatkan dukungan yang sama besarnya.

โ€‹Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan satuan TNI-Polri, serta tokoh-tokoh lintas sektor mulai dari tokoh agama hingga organisasi kepemudaan.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa fondasi komunikasi yang telah diletakkan oleh Irjen Pol. Alfred Papare akan terus menjadi katalisator bagi kedamaian dan kemajuan di Tanah Papua Tengah.
(Red)

GPM Nabire: Solusi Cerdas Polres Nabire Jaga Dompet Warga

0

๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ. ๐™„๐˜ฟ, โ€‹Nabire (Papua Tengah)โ€“ Menjelang Hari Raya Idulfitri, bayang-bayang kenaikan harga bahan pokok biasanya mulai menghantui dapur warga. Namun, ada pemandangan berbeda di depan Aula Wicaksana Leghawa Polres Nabire, Jumat (13/3/2026). Ribuan paket sembako berjajar bukan untuk disimpan, melainkan untuk disalurkan langsung kepada masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

โ€‹Langkah ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah instruksi langsung Kapolri yang dieksekusi dengan sigap oleh Polda Papua Tengah dan Polres Nabire demi satu tujuan: memastikan rakyat tidak tercekik inflasi saat hari kemenangan tiba.

โ€‹Salah satu “primadona” dalam kegiatan ini adalah Beras SPHP yang dibanderol Rp58.000 per 5 kg. Harga ini jauh di bawah harga pasar, berkat sinergi erat dengan Bulog.

โ€‹Rincian “Amunisi” Pangan yang Disiapkan:
โ€‹Beras SPHP: 10 Ton (8 Ton di Nabire, 2 Ton di Timika).
โ€‹Cadangan Beras: 5 Ton tambahan (siap dikucurkan jika stok menipis).
โ€‹Gula Pasir: 650 Kilogram.
โ€‹Minyak Goreng: 412 Liter.
โ€‹Telur Ayam: 4.500 Butir.

โ€‹”Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Kehadiran Polri di sini adalah untuk menjaga agar harga tetap stabil,” ujar Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu.

โ€‹Ada satu pernyataan menarik yang ditegaskan oleh Kombes Pol. Deni Herdiana, Direktur Binmas Polda Papua Tengah. Beliau menekankan bahwa peran kepolisian di sini murni sebagai jembatan.

โ€‹”Polri hadir bukan untuk berdagang, melainkan agar program pemerintah sampai ke tangan masyarakat. Kami tidak ingin inflasi memberatkan warga di Papua Tengah,” tegasnya.

โ€‹Sentuhan Humanis untuk Mama-Mama juga Tidak hanya transaksi jual-beli, sisi emosional terpancar saat Kapolda Papua Tengah membagikan sekitar 100 bingkisan gratis. Penerima prioritasnya adalah Mama-Mama Papua, sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian nyata Polri terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

โ€‹Di akhir kegiatan, pihak kepolisian mengingatkan bahwa stabilitas pangan sangat bergantung pada situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Jika daerah aman, distribusi logistik lancar, dan harga pangan pun terjaga.

โ€‹Dengan stok yang melimpah dan harga yang terjaga, warga Nabire kini bisa menyambut Lebaran dengan senyum yang lebih lebar dan dapur yang tetap berasap.
(Red)

Media Tifa Cenderawasih dan Kurir Nabire Hebat Berbagi Takjil Depan Masjid Agung Al-Falah

0

๐™‚๐™‡๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ.๐™„๐˜ฟ, Nabire (Papua Tengah)โ€“ Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali terpancar di jantung Kota Nabire. Media Tifa Cenderawasih News berkolaborasi dengan Kurir Nabire Hebat (KNH) menggelar aksi sosial pembagian takjil gratis bagi masyarakat pada Rabu (11/03/2026).

Aksi kemanusiaan ini dipusatkan di Jalan Merdeka, tepat di depan Masjid Agung Al-Falah, Kota Nabire, mulai pukul 17.00 WIT. Puluhan paket kudapan berbuka puasa dibagikan kepada pengendara dan warga yang melintas di kawasan tersebut.

โ€‹Pimpinan Media Tifa Cenderawasih, Ronald Karambut, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian antarsesama, khususnya bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

โ€‹”Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama di bulan suci Ramadhan. Semoga aksi kecil ini dapat membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi semua pihak,” ujar Ronald.

โ€‹Ia juga memberikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dan selamat berbuka kepada seluruh masyarakat Nabire yang merayakan. Menurutnya, berbagi adalah cara terbaik untuk memperkaya makna hidup.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Kurir Nabire Hebat (KNH) sekaligus salah satu pendiri Media Tifa Cenderawasih, Moh. Faisal Rusdin, menegaskan bahwa KNH akan selalu hadir dalam kegiatan sosial di Nabire.

โ€‹”KNH telah lama aktif dalam aksi sosial dan kemanusiaan. Acara hari ini adalah salah satu contoh nyata komitmen kami untuk terus berkontribusi bagi masyarakat,” kata Faisal.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi makanan, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar Tifa Cenderawasih Group, komunitas KNH, dan masyarakat luas.

โ€‹Pihak penyelenggara turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada para sponsor yang telah mendukung suksesnya acara ini.

โ€‹”Kami berterima kasih kepada semua pihak dan sponsor yang terlibat. Semoga giat positif seperti ini tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut di momen-momen berbeda di masa mendatang,” tutup Ronald.(

Red)

โ€‹Pesta Miras Berujung Jeruji Besi, Dua Jambret Spesialis IRT di Nabire Tak Berkutik Ringkus Polisi

0

๐™‚๐™‡๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ.๐™„๐˜ฟ, Nabire (Papua Tengah)โ€“ Ambisi dua pemuda berinisial FK (22) dan SIT (20) untuk berpesta minuman keras (miras) harus kandas di balik jeruji besi. Alih-alih menikmati hasil jarahan, keduanya justru diringkus Satreskrim Polres Nabire setelah aksi nekat menjambret seorang ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Trikora terendus warga dan polisi.

Peristiwa dramatis ini bermula pada Jumat siang (23/1/2026). Korban, berinisial EAS, tak menyangka kepulangannya menuju Aspol Kota Lama sudah diincar oleh kedua pelaku.

Memanfaatkan momen saat korban melambatkan laju motornya untuk berbelok, kedua pelaku yang berboncengan menggunakan motor Yamaha Vega langsung memepet korban.

“Pelaku menarik tas selempang korban dengan paksa hingga talinya putus,” ungkap Kasat Reskrim Polres Nabire, Iptu Bogi Transtanto, dalam konferensi pers di Mapolres Nabire, Jumat (6/3/2026).

Setelah menggasak tas berisi barang berharga, FK dan SIT sempat mencoba menghilangkan jejak dengan membuang tas korban ke semak-semak di daerah Kalibobo. Namun, pepatah “sepandai-pandainya melompat, akhirnya jatuh juga” terbukti nyata.

โ€‹Pelarian mereka berakhir tragis saat sedang asyik berada di lokasi penjual minuman lokal jenis bobo. Warga yang sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dari kejadian sebelumnya langsung melakukan pengepungan. Keduanya pun tak berkutik saat diamankan dan diserahkan ke pihak berwajib.

 

Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang menjadi saksi bisu kejahatan mereka:โ€‹

Logam Mulia: Satu kalung emas seberat 6 gram, Uang Tunai: Rp550.000 (sisa hasil kejahatan). Gadget: Satu unit ponsel merk Samsung. Kendaraan: Satu unit motor Yamaha Vega hitam milik pelaku.

โ€‹โ€‹Di hadapan penyidik, kedua pemuda ini mengaku nekat menjambret karena terdesak kebutuhan dana untuk membeli miras tambahan. Namun, alasan “spontanitas karena alkohol” tersebut tidak membuat hukum tumpul.

โ€‹”Kedua tersangka kami jerat dengan Pasal 479 ayat (1) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Mereka kini terancam hukuman penjara maksimal sembilan tahun,” tegas Iptu Bogi.

Saat ini, FK dan SIT harus mendekam di sel tahanan Mapolres Nabire. Alih-alih berpesta miras, keduanya kini harus bersiap menghadapi dinginnya dinding penjara untuk waktu yang lama.

(Red)

๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ ๐—•๐—ฎ๐—ถ๐—ธ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ก๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ: ๐—ฆ๐—ถ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ถ ๐—ง๐—ก๐—œ-๐—ฃ๐—ผ๐—น๐—ฟ๐—ถ ๐—ฃ๐˜‚๐—น๐—ถ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ

0

๐™‚๐™‡๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ. ๐™„๐˜ฟ, โ€‹๐—ก๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ (๐—ฃ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ต) โ€“ ๐—”๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐˜€ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐˜„๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ต. ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ถ ๐˜€๐—ผ๐—น๐—ถ๐—ฑ ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ง๐—ก๐—œ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ผ๐—น๐—ฟ๐—ถ, ๐˜€๐—ถ๐˜๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ ๐——๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฟ๐—ถ๐—ธ ๐—ก๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ ๐—ธ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ป ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ณ. ๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ด๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—น๐—ผ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฝ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐˜ ๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—ก๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ (๐Ÿญ/๐Ÿฏ).

โ€‹๐—Ÿ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐˜€ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—ธ๐—ผ๐—บ๐—ถ๐˜๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐—ธ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป. ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ท๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ถ.

โ€‹๐— ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚๐—ถ ๐—ผ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ถ, ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐˜๐˜‚๐˜€ ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ถ ๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ž. ๐—ž๐—ฒ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ถ๐—บ ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ท๐—ฒ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐—ธ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ถ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—น, ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—ฝ๐—ผ๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜€๐—ถ ๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—บ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฎ๐˜€.

โ€‹๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜, ๐˜€๐—ฒ๐—ท๐˜‚๐—บ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐˜๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ถ๐—ธ๐—ผ ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป, ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ฝ๐˜‚๐˜๐—ถ:

โ€‹๐Ÿฑ๐Ÿฒ๐Ÿญ ๐—ฏ๐˜‚๐˜๐—ถ๐—ฟ ๐—ฎ๐—บ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐Ÿญ๐Ÿฌ ๐—บ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐˜‡๐—ฒ๐—ป (๐—ธ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜).

โ€‹๐Ÿญ๐Ÿณ ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜ ๐—ธ๐—ผ๐—บ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ (๐Ÿญ๐Ÿฎ ๐—ฝ๐—ผ๐—ป๐˜€๐—ฒ๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐Ÿฑ ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐˜† ๐˜๐—ฎ๐—น๐—ธ๐˜†).

โ€‹๐—จ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ถ ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐˜‚๐˜๐—ฎ ๐—ฟ๐˜‚๐—ฝ๐—ถ๐—ฎ๐—ต ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐˜๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ด.

โ€‹๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐—น๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ต, ๐—ž๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€ ๐—ฃ๐—ผ๐—น ๐—š๐˜‚๐˜€๐˜๐—ฎ๐˜ƒ ๐—จ๐—ฟ๐—ฏ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐˜€, ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐—น ๐—ฑ๐—ถ ๐—น๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐˜€๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐—ณ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—ฟ. ๐— ๐—ฒ๐˜€๐—ธ๐—ถ๐—ฝ๐˜‚๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ธ ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐˜๐—ฎ, ๐˜€๐—ถ๐˜๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ต๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐˜€๐—ฒ๐—ฑ๐˜‚๐—ฟ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป.

โ€‹๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ ๐—ท๐˜‚๐—ด๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ถ๐˜ ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐˜€๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐—น ๐—ง๐—ก๐—œ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐˜ ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐˜€๐—ฒ๐˜ ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚. ๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—น ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—น๐—ถ๐—บ๐—ฎ ๐—ข๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—›๐—ฎ๐—ฏ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ, ๐—•๐—ฟ๐—ถ๐—ด๐—ท๐—ฒ๐—ป ๐—ง๐—ก๐—œ ๐—ฅ๐—ถ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ, ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฟ๐—ฎ๐—ท๐˜‚๐—ฟ๐—ถ๐˜ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ.

โ€‹โ€๐—”๐—ป๐—ด๐—ด๐—ผ๐˜๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐—ฒ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ณ. ๐—ฆ๐—ฎ๐—ฎ๐˜ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐˜๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ป๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—น,โ€ ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ ๐—•๐—ฟ๐—ถ๐—ด๐—ท๐—ฒ๐—ป ๐—ง๐—ก๐—œ ๐—ฅ๐—ถ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ป๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ผ๐—ฝ๐˜๐—ถ๐—บ๐—ถ๐˜€.

โ€‹๐—ฆ๐—ฎ๐—ฎ๐˜ ๐—ถ๐—ป๐—ถ, ๐˜€๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ก๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ถ. ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐—ฝ๐˜‚๐—ป ๐—บ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ธ๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ-๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐—ด. ๐—จ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐—บ๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐˜‚๐—บ ๐—ฝ๐—ผ๐˜€๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ณ ๐—ถ๐—ป๐—ถ, ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ด๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฟ๐—ผ๐—น๐—ถ ๐—ฟ๐˜‚๐˜๐—ถ๐—ป ๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐˜‚๐—ฏ๐—น๐—ถ๐—ธ ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—ด๐—ฎ.

โ€‹๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—ผ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐˜๐—ถ ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป, ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐˜€๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ถ, ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—บ๐—ผ๐—ป๐—ถ๐˜€, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ต ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป.

(๐—ฅ๐—ฒ๐—ฑ)

Wujudkan Generasi Emas, Polri Hadirkan Dapur Makan Bergizi Gratis di Pelosok Nabire.

0

๐™‚๐™‡๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ. ๐™„๐˜ฟ, โ€‹Nabire (Papua Tengah) โ€“ Akselerasi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah ufuk timur Indonesia memasuki babak baru. Pada Rabu (25/2/2026), Polri resmi memulai pembangunan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Distrik Napan, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

โ€‹Pembangunan ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang menjadi simbol komitmen pemerintah pusat dan Polri dalam menjangkau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Fasilitas ini dirancang untuk memastikan anak-anak di pelosok Papua mendapatkan akses nutrisi yang setara dan berkualitas.

โ€‹Investasi Kemanusiaan Jangka Panjang
โ€‹Ketua Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa proyek strategis ini jauh lebih bermakna daripada sekadar pembangunan infrastruktur fisik.

โ€‹”Hari ini kita tidak hanya membangun gedung. Kita sedang meletakkan fondasi masa depan bagi anak-anak di Napan agar mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi pemimpin hebat di masa depan,” ujar Marsel dalam sambutannya yang penuh optimisme.

โ€‹Langkah kolaboratif ini mendapat pengawalan ketat dan dukungan penuh dari berbagai elemen penting di Papua Tengah. Turut hadir dalam seremoni tersebut perwakilan dari:
โ€‹Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
โ€‹TNI-Polri (termasuk Kasiter Korem 173/PVB dan Wakapolres Nabire).
โ€‹Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Adat Papua.
โ€‹Pemerintah Distrik dan Kampung setempat.

โ€‹Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa isu pemenuhan gizi adalah agenda prioritas bersama untuk meningkatkan standar kesehatan sekaligus memacu prestasi akademik siswa di wilayah Nabire.

โ€‹Dapur MBG Polri di Distrik Napan diproyeksikan menjadi pilot project (proyek percontohan) nasional dalam percepatan pemenuhan gizi seimbang bagi anak sekolah. Dengan sistem asupan nutrisi yang terukur dan higienis, program ini memiliki tiga target utama:
โ€‹Menekan angka stunting secara signifikan di wilayah Papua Tengah.
โ€‹Meningkatkan konsentrasi serta semangat belajar siswa di bangku sekolah.
โ€‹Representasi kehadiran negara dalam melayani masyarakat tanpa terhalang kendala geografis.

โ€‹Melalui pembangunan ini, Distrik Napan kini dipersiapkan menjadi titik mula transformasi kesehatan di Papua Tengah, sekaligus menjadi saksi lahirnya generasi emas Indonesia dari ufuk timur.
(Red)

โ€‹Dukung Kesehatan di Pelosok, Polri Bangun Satuan Pelayanan Gizi di Distrik Napan

0

๐™‚๐™‡๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ. ๐™„๐˜ฟ, โ€‹Nabire (Papua Tengah) – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperluas jangkauan program kesehatan masyarakat hingga ke wilayah terluar Papua Tengah. Langkah strategis ini ditandai dengan rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Distrik Napan, Kabupaten Nabire.

โ€‹Kombes Pol. Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa SPPG di Distrik Napan mengemban misi ganda. Selain sebagai garda depan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, fasilitas ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat lokal.

โ€‹Pemilihan Distrik Napan bukan tanpa alasan. Saat ini, fasilitas SPPG hanya tersedia di pusat Kota Nabire dan kapasitasnya telah mencapai batas maksimal berdasarkan data Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG).

โ€‹”SPPG sudah terbentuk di Kota Nabire, tetapi di daerah terpencil seperti Napan belum ada. Kami berharap ini menjadi langkah awal yang diikuti oleh distrik-distrik lain,” ujar Kombes Pol. Gatot Suprasetya, Rabu (25/02/2026).

โ€‹Pembangunan ini sekaligus menjadi proyek percontohan (pionir) bagi pengembangan infrastruktur pelayanan gizi di wilayah pedalaman lainnya di Provinsi Papua Tengah.

โ€‹Pemberdayaan Ekonomi Lokal,
โ€‹Selain fokus pada kesehatan, Polri berkomitmen memastikan kehadiran SPPG berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Gatot memberikan instruksi tegas bahwa operasional fasilitas ini harus melibatkan sumber daya lokal:

โ€‹Prioritas Tenaga Kerja: Meski mitra atau investor berasal dari luar, penyerapan tenaga kerja wajib mengutamakan masyarakat asli setempat.
โ€‹Ekosistem Rantai Pasok: Kehadiran SPPG diharapkan mampu menghidupkan ekonomi kerakyatan melalui penyediaan bahan baku pangan dari petani dan peternak lokal.

โ€‹Polri menetapkan target ambisius di tengah tantangan pengembangan infrastruktur Polda baru di Papua Tengah. Pembangunan fasilitas SPPG di Napan ditargetkan rampung dan mulai beroperasi dalam waktu maksimal enam bulan.

โ€‹”Jika tidak ada kendala, mungkin bisa lebih cepat. Yang terpenting adalah kebutuhan gizi anak-anak sekolah di Distrik Napan segera terpenuhi,” tambahnya.

โ€‹Meski mengejar target percepatan, Polri menjamin bahwa faktor keamanan wilayah akan tetap menjadi prioritas utama selama proses pembangunan hingga operasional berlangsung.
(Red)

Wujudkan Keadilan Sosial, Groundbreaking Satuan Pelayanan Gizi di Nabire Resmi Dimulai

0

๐™‚๐™‡๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ. ๐™„๐˜ฟ, โ€‹Nabire (Papua Tengah)โ€“ Langkah nyata pemerataan kesejahteraan mulai dipijakkan di tanah Papua Tengah. Dewan Kehormatan Papua Tengah, Dasril, secara resmi memimpin prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Nabire, Rabu (25/02/2026).

โ€‹Dasril menegaskan bahwa kehadiran SPPG ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan manifestasi konkret dari sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Proyek ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menghapus sentralisasi pembangunan yang selama ini kerap menitikberatkan pada wilayah perkotaan saja.

โ€‹Menjangkau Wilayah Pesisir dan 3T
โ€‹Dalam keterangannya, Dasril menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai instrumen pemerataan gizi hingga ke pelosok.

โ€‹”Ini adalah bentuk perwujudan keadilan. Program gizi ini bukan hanya milik mereka yang di kota, tetapi menjangkau hingga wilayah pesisir dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Papua Tengah. Ini adalah roadmap pertama kita,” ujar Dasril dengan optimistis.

โ€‹Penggerak Ekonomi Lokal: Dari Laut dan Kebun ke Meja Makan.
โ€‹Selain fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui gizi, proyek ini diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Hadirnya unit pelayanan gizi ini akan menciptakan ekosistem ekonomi baru yang menyerap potensi komoditas daerah secara langsung.

โ€‹Dampak ekonomi yang diharapkan antara lain:
โ€‹Penyerapan Hasil Bumi: Hasil kebun petani lokal dan tangkapan nelayan akan menjadi bahan baku utama dapur gizi.
โ€‹Kemandirian Ekonomi: Menciptakan pasar tetap bagi produk-produk lokal di Papua Tengah.
โ€‹Pemberdayaan Tenaga Kerja: Melibatkan masyarakat dalam rantai pasok dan operasional pelayanan.

โ€‹”Ekonomi akan berputar di sini. Hasil laut, hasil kebun, semuanya akan terserap. Ini bukan sekadar program kesehatan, tapi juga tentang menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat kami,” tambahnya.

โ€‹Menjadi Mercusuar Pembangunan
โ€‹Langkah awal di Nabire ini diharapkan menjadi mercusuar bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah Papua Tengah lainnya. Pemerintah berharap program ini dapat menjamin setiap anak bangsa, di mana pun mereka berada, mendapatkan hak yang sama atas gizi dan kesejahteraan demi masa depan yang lebih baik.
(Red)

Kapolres Nabire Terjun ke Lokasi Penembakan Lagari II, Evakuasi Korban dari Kobaran Api

0

๐™‚๐™‡๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ. ๐™„๐˜ฟ, Nabire (Papua Tengah) โ€“ Suasana mencekam menyelimuti Kampung Lagari 2, Distrik Makimi, pada Sabtu sore (21/2/2026). Sebuah insiden penembakan brutal yang disertai pembakaran pos di area camp PT Kristalin mengguncang warga Papua Tengah. Di tengah situasi yang belum stabil, Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., mengambil langkah berani dengan memimpin langsung operasi evakuasi di garis depan.
โ€‹
โ€‹Kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIT ketika laporan warga pecah, mengabarkan adanya serangan bersenjata dan api yang melalap pos keamanan. Tak butuh waktu lama, tim gabungan dari Polres Nabire, Satgas ODC, dan Polda Papua Tengah segera dikerahkan menembus medan menuju TKP.

โ€‹”Kami segera bergerak setelah menerima laporan. Prioritas utama kami adalah mengamankan perimeter dan memastikan keselamatan warga yang berada di sekitar camp,” tegas AKBP Samuel D. Tatiratu.
โ€‹Momen Evakuasi: Dua Korban Ditemukan Tragis

โ€‹Setibanya di lokasi, pemandangan memilukan menyambut petugas. Di antara puing-puing pos yang masih berasap, ditemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar.
โ€‹Tanpa ragu, Kapolres Nabire turun tangan langsung mengangkat jenazah para korban untuk dievakuasi.

โ€‹Kondisi Korban: Mengalami luka bakar serius (hangus), sehingga identitas belum dapat dipastikan secara kasat mata.
โ€‹Tindakan Medis: Kedua jenazah telah dilarikan ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi forensik dan uji DNA.

โ€‹Untuk mencegah eskalasi konflik, sebanyak 150 personel gabungan (Polri dan TNI) disiagakan di titik-titik rawan, mulai dari area camp hingga wilayah kilometer 50 ke atas. Petugas masih terus melakukan penyisiran untuk menjemput warga yang mungkin masih terjebak di sekitar lokasi.
โ€‹Pesan Kapolres untuk Masyarakat

โ€‹Kapolres mengapresiasi keberanian warga yang cepat melapor dan meminta masyarakat untuk tidak termakan provokasi.
“Percayakan sepenuhnya kepada kami. Tim sedang bekerja keras mengungkap pelaku dan motif di balik aksi keji ini,” pungkasnya.
(Red)

Aparat Gabungan Evakuasi 28 Karyawan PT Kristalin dalam Kondisi Selamat

0

๐™‚๐™‡๐™Š๐˜ฝ๐˜ผ๐™‡๐™‹๐˜ผ๐™‹๐™๐˜ผ.๐™„๐˜ฟ, โ€‹Nabire (Papua Tengah), โ€“ Kerja keras dan respons cepat aparat gabungan TNI-Polri membuahkan hasil positif. Sebanyak 28 karyawan PT Kristalin Eka Lestari berhasil dievakuasi dengan selamat setelah adanya gangguan keamanan di wilayah operasional perusahaan pada Sabtu lalu.

โ€‹Keberhasilan operasi ini menunjukkan kesigapan otoritas keamanan dalam memprioritaskan nyawa dan keselamatan warga sipil di Papua Tengah.

โ€‹Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Gustav Urbinas, menyampaikan kabar baik bahwa seluruh personel perusahaan yang dievakuasi berada dalam kondisi sehat dan tanpa cedera fisik.

โ€‹”Proses evakuasi berjalan lancar berkat pengamanan ketat dan koordinasi yang solid antara Polres Nabire, Kodim, dan Korem setempat,” ungkap Kombes Pol. Gustav pada Senin (23/2/2026).

โ€‹Langkah Strategis Demi Keselamatan, Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesejahteraan karyawan, manajemen bersama otoritas keamanan mengambil langkah bijak dengan:

โ€‹Penghentian Sementara Operasional: Memberikan waktu bagi para pekerja untuk pulih secara psikis dan memastikan area benar-benar steril.

โ€‹Pemantauan Intensif: Aparat tetap berjaga untuk memastikan situasi kondusif bagi iklim investasi di masa depan.
โ€‹Komunikasi Terbuka: Otoritas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung terciptanya kedamaian di Papua Tengah.

โ€‹Komitmen Perlindungan Tenaga Kerja, Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi atas langkah penyelamatan ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan para pekerja mendapatkan perlindungan maksimal sehingga mereka dapat kembali berkarya saat situasi telah dinyatakan sepenuhnya aman.

โ€‹Peristiwa ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, aparat, dan pelaku usaha untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Papua Tengah.
(Red)

MOST COMMENTED

- Advertisement -