Minggu, September 27, 2026
Google search engine

Motor Hilang Sejak 2024 Kembali Ditemukan, Pemilik Motor Apresiasi Kinerja Polres Nabire

0

Globalpapua.id, Nabire – Polres Nabire menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Mapolres Nabire yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., CPHR., didampingi Wakapolres Kompol Piter Kendek, Kasat Reskrim, dan Kasat Intelkam Polres Nabire.

Dalam konferensi pers tersebut, polisi menampilkan barang bukti berupa puluhan sepeda motor berbagai jenis yang berhasil diamankan, beserta sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya. Rabu (15/7/2026).

Kapolres Nabire mengungkapkan sebanyak 14 tersangka telah ditetapkan dalam kasus tersebut dan kini telah memasuki tahap penyidikan. Para tersangka berusia antara 17 hingga 30 tahun dan sebagian besar berdomisili di luar Kabupaten Nabire. Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi pencurian kendaraan bermotor paling banyak terjadi di wilayah BMW serta Siriwini, khususnya Putaran I dan Putaran II.

Menurut AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, meningkatnya aktivitas kriminal merupakan salah satu dampak berkembangnya Nabire sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah. Karena itu, Polres Nabire akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Nabire dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kami akan terus bertindak cepat dan tegas terhadap setiap pelaku tindak pidana, khususnya kejahatan 3C yang meresahkan masyarakat. Tidak ada ruang bagi pelaku kriminal di wilayah hukum Polres Nabire,” tegas Kapolres Tatiratu.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Khusus Polda Papua Tengah, khususnya Timsus Regu II, yang telah bersinergi bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Nabire hingga kasus tersebut berhasil diungkap.

Salah satu korban, Farli Adam, mengaku bersyukur setelah sepeda motor Honda Scoopy miliknya yang hilang sejak tahun 2024 akhirnya berhasil ditemukan. Motor tersebut sebelumnya dipinjam oleh sepupunya, namun kemudian hilang dan tidak pernah kembali.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Nabire yang telah bekerja keras hingga motor saya akhirnya ditemukan. Kinerja Resmob Polres Nabire sangat luar biasa. Semoga Tuhan memberkati seluruh personel yang telah mengungkap kasus ini,” ujar Farli Adam.

Menutup konferensi pers, Kapolres mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, menggunakan pengamanan tambahan pada kendaraan, serta segera melaporkan setiap tindak pidana maupun aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian. Ia menegaskan sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Nabire tetap aman dan kondusif.

(Alvi)

Polres Nabire Ungkap 186 Kasus Kejahatan 3C di Nabire, Berikut Imbauan Tegas Kapolres Tatiratu

0

Globalpapua.id, Nabire – Polres Nabire bersama Tim Khusus Polda Papua Tengah, Resmob Polres Nabire dan Intelkam Polres Nabire, berhasil mengungkap puluhan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), dan pencurian dengan kekerasan (Curas) sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, didampingi Wakapolres Kompol Piter Kendek, Kasat Reskrim, dan Kasat Intel di Mapolres Nabire, Rabu (15/7/2026).

Dalam kesempatan itu, polisi menampilkan 24 unit sepeda motor, puluhan senjata tajam, serta berbagai barang hasil kejahatan sebagai barang bukti. Sebanyak 14 tersangka telah ditetapkan dan kini menjalani proses penyidikan.

Para pelaku diketahui berusia 17 hingga 30 tahun dan sebagian besar berdomisili di luar Kabupaten Nabire, dengan wilayah Siriwini serta Putaran 1 dan Putaran 2 menjadi lokasi yang paling dominan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, mengatakan bahwa dari 186 kasus kejahatan 3C yang tercatat sejak Januari hingga Juni 2026, sebanyak 83 kasus telah memasuki tahap penyidikan, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelidikan.

“Meningkatnya status Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah turut berdampak pada meningkatnya aktivitas dan potensi kejahatan. Namun kami bersama Timsus Polda Papua Tengah terus berkomitmen mengungkap setiap kasus. Kami juga mengimbau masyarakat lebih waspada, terutama saat memarkir kendaraan, menghindari aktivitas di jam rawan, serta segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila mengetahui atau menjadi korban tindak kejahatan. Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas Kapolres Nabire.

Sementara itu, salah seorang korban pencurian kendaraan bermotor, Kerina Murib, mengaku bersyukur motornya berhasil ditemukan setelah hilang sekitar tiga minggu lalu di kawasan Pantai PLN Kalibobo. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Nabire atas kerja cepat dalam mengungkap kasus tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Nabire dan seluruh jajaran karena telah menemukan dan mengembalikan sepeda motor saya. Saya sangat bersyukur dan berharap Tuhan Yesus senantiasa memberkati seluruh personel Polres Nabire dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat,” ujar Kerina Murib dengan haru.

(Alvi)

Selain Layani Sekolah, SPPG Kalibobo Berdayakan Warga Lokal dan Jangkau Posyandu

0

Globalpapua.id, Nabire – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran baru usai libur sekolah. Memasuki hari kedua operasional, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalibobo menyalurkan sebanyak 1.196 porsi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Penyaluran tidak hanya menyasar peserta didik di SD Negeri Kota Lama dan TK Bhayangkara, tetapi juga balita serta ibu hamil yang terdaftar di Posyandu Anggrek 3 dan Posyandu Anggrek 4. Pada tahun ajaran baru ini, dapur MBG juga menghadirkan penyesuaian menu berdasarkan masukan dari siswa dan guru. Selasa (14/7/2026).

Kepala SPPG Kalibobo, Enoch Pigai, mengatakan menu yang disajikan telah disempurnakan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera para penerima manfaat.

“Puji Tuhan, kami sudah merangkum berbagai masukan dari siswa maupun guru. Karena itu, menu yang kami distribusikan sekarang sudah disesuaikan dengan harapan mereka,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menambahkan, pada hari kedua pelaksanaan, sebanyak 1.196 penerima manfaat telah dilayani melalui penyaluran ke sekolah dan posyandu.

Selain memastikan pelayanan MBG berjalan lancar, SPPG Kalibobo juga memberdayakan masyarakat setempat melalui perekrutan tenaga kerja lokal. Sebanyak 47 orang bertugas mendukung operasional dapur, yang seluruhnya direkrut dari wilayah Kalibobo dan sekitarnya.

“Untuk relawan, kami tidak mengambil dari luar. Kami merekrut mereka dari wilayah Kalibobo dan lingkungan sekitar,” kata Enoch.

Ia juga memastikan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) telah tersedia dan operasional dapur telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga aspek kebersihan dan keamanan pangan tetap terjaga.

(Alvi)

Back To School ! Program MBG di Nabire Belum Beroperasi Penuh, Ini Penjelasan Marsel Asyerem

0

Globalpapua.id, Nabire – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire kembali dilaksanakan seiring dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Namun, pada tahap awal pelaksanaan, baru lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi karena sebagian besar sekolah masih menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selasa (14/7/2026).

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG mengacu pada surat edaran Kepala Badan Gizi Nasional Tahun 2026 yang menginstruksikan pelayanan kembali dimulai pada 13 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis pada semester baru ini mengikuti surat edaran Kepala Badan Gizi Nasional. Di Nabire, kami menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi sekolah di lapangan. Sekolah yang sudah memulai kegiatan belajar mengajar pada 13 Juli langsung kami layani melalui program MBG,” ujar Marsel saat diwawancarai awak media.

Ia mengatakan, hingga hari pertama pelaksanaan, hanya lima dapur SPPG yang telah beroperasi untuk melayani sekitar enam sekolah yang sudah aktif melaksanakan KBM.

“Saat ini baru lima dapur SPPG yang beroperasi karena sebagian besar sekolah lainnya masih menjalani MPLS. Ada sekolah yang masa MPLS-nya berlangsung tiga hari, sehingga setelah kegiatan itu selesai dan proses belajar mengajar berjalan normal, barulah distribusi MBG dapat dilakukan,” jelasnya.

Marsel menambahkan, sekolah yang masih melakukan penataan ruang kelas dan kegiatan orientasi siswa belum dapat menerima layanan MBG. Distribusi makanan bergizi akan dimulai setelah aktivitas belajar berlangsung secara efektif.l

Meski belum seluruh dapur beroperasi, Marsel memastikan pelaksanaan MBG pada hari pertama berjalan tanpa hambatan.

“Untuk hari pertama pelaksanaan semuanya berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti di lapangan,” katanya.

Selain itu, BGN juga mulai menerapkan aplikasi MBG pada semester baru ini sebagai bagian dari pembaruan sistem pendataan penerima manfaat.

“Aplikasi MBG mulai kami gunakan pada bulan Juli ini. Memasuki semester baru, seluruh data penerima manfaat diperbarui agar pelaksanaannya lebih tertib dan akurat,” tutup Marsel.

(Alvi)

Rakor KTL Polres Nabire Sepakati Jalan Pepera–Merdeka sebagai Kawasan Tertib Lalu Lintas

0

Globalpapua.id, Nabire – Polres Nabire bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka pembentukan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang berlangsung di Mapolres Nabire, Selasa (14/7/2026).

Rapat dipimpin Wakapolres Nabire, Kompol Dr. Pieter Kendek, didampingi Kabag Ops AKP. Fransiskus Kiatapun, serta dihadiri perwakilan Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Nabire, Dinas Perhubungan, Satpol PP, akademisi, dan insan pers. Dalam forum tersebut disepakati penetapan ruas Jalan Pepera yang berlanjut ke Jalan Merdeka sebagai kawasan tertib lalu lintas (KTL) percontohan di Kabupaten Nabire.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kasat Lantas Polres Nabire, IPTU Hendri Antoro, mengatakan penetapan kawasan tersebut merupakan pembaruan terhadap kebijakan lama yang sudah tidak lagi memiliki dokumen administrasi lengkap. Menurutnya, kawasan tertib lalu lintas sebelumnya mencakup seluruh jalur kawasan hijau, namun kini dipersempit agar pengawasan lebih efektif.

“Kami sepakat menetapkan Jalan Pepera hingga Jalan Merdeka sebagai kawasan tertib lalu lintas percontohan. Di kawasan ini tidak boleh ada pelanggaran. Jika masih ditemukan pelanggaran meski telah dipasang rambu dan imbauan, maka akan dilakukan penindakan hukum melalui tilang,” tegas IPTU Hendri.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan di jalan raya.

“Setiap kecelakaan selalu diawali dengan pelanggaran. Karena itu, mari patuhi aturan, gunakan helm bagi pengendara sepeda motor, dan jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya bersama. Kota yang tertib akan menjadi kota yang indah serta mencerminkan karakter masyarakat Nabire dan Papua Tengah,” pungkasnya.

(Alvi)

Resmi Pimpin Polres Puncak, AKBP Domingos Ajak Semua Pihak Jaga Kondusivitas dan Berikan Pelayanan Terbaik

0

Globalpapua.id, Nabire – Kapolres Puncak Polda Papua Tengah, AKBP Domingos DE F. Ximenes, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Puncak. Senin (13/7/2026).

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti prosesi pengukuhan jabatan dalam rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah dan Kapolres Mimika yang digelar di Mapolda Papua Tengah, Nabire.

AKBP Domingos mengatakan, meski Polres Puncak masih menghadapi berbagai keterbatasan sebagai satuan kewilayahan yang baru berdiri sekitar tujuh tahun, jajarannya tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Kami memahami bahwa Polres Puncak masih memiliki berbagai keterbatasan. Namun, setiap kali ada potensi gangguan kamtibmas maupun pihak-pihak yang berupaya melakukan provokasi, kami langsung melakukan pendekatan dan memberikan imbauan agar situasi tidak berkembang dan meluas,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pihaknya pernah melakukan langkah preventif ketika muncul rencana membawa persoalan dari Timika ke wilayah Puncak. Melalui komunikasi dan pendekatan yang dilakukan, potensi gangguan keamanan tersebut berhasil dicegah.

“Saat itu ada rencana membawa persoalan dari Timika ke Puncak. Kami melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait sehingga hal tersebut tidak terjadi,” katanya.

Mengenai kondisi keamanan saat ini, AKBP Domingos memastikan situasi di Kabupaten Puncak relatif aman dan kondusif. Menurutnya, keberadaan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) turut memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.

“Untuk saat ini situasi kamtibmas di Puncak aman dan kondusif. Beberapa kejadian dalam dua bulan terakhir berkaitan dengan penindakan yang dilakukan Satgas ABM, namun secara umum kondisi di wilayah kami tetap terkendali,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengungkapkan Polres Puncak masih mengalami kekurangan personel. Dari kebutuhan ideal sebanyak 756 personel, saat ini baru tersedia 213 personel, termasuk anggota yang bertugas di tiga polsek, yakni Polsek Ilaga, Polsek Beoga, dan Polsek Sinak.

“Kebutuhan personel kami sebanyak 756 orang, sementara yang tersedia saat ini baru 213 personel, termasuk personel di tiga polsek. Meski demikian, kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Memasuki sekitar empat bulan masa jabatannya sebagai Kapolres Puncak, AKBP Domingos mengatakan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Puncak terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Pemda juga tengah berupaya memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar program pembangunan dapat berjalan. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Puncak,” pungkasnya.

(Alvi)

Sertijab PJU Polda Papua Tengah dan Kapolres Mimika, Kapolda Jermias : Jaga Soliditas dan Tingkatkan Profesionalisme

0

Globalpapua.id, Nabire – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama dan Kapolres Mimika di lingkungan Mapolda Papua Tengah, Nabire, yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah. Senin (13/7/2026).

Dalam upacara tersebut, jabatan Kapolres Mimika secara resmi diserahterimakan dari AKBP. Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K., M.H. kepada AKBP. Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil.

Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari mutasi personel Polri berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor KEP/925, KEP/927, dan KEP/928/VI/2026 tanggal 24 Juni 2026.

Selain Kapolres Mimika, Kapolda Papua Tengah juga memimpin serah terima jabatan sejumlah Pejabat Utama (PJU), yakni Irwasda Polda Papua Tengah, Dansat Brimob Polda Papua Tengah, dan Karo Rena Polda Papua Tengah.

Jabatan Irwasda Polda Papua Tengah kini diemban Kombes Pol. Dr. Wahyu Kuncoro, S.I.K., M.H., menggantikan Kombes Pol. Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H. yang mendapat amanah baru sebagai Irwasda Polda Papua Barat.

Sementara itu, jabatan Dansat Brimob Polda Papua Tengah diserahterimakan dari Kombes Pol. Ahmad Nurman Ismail, S.I.K. kepada Kombes Pol. Sandi Sultan, S.I.K., M.H. Sedangkan jabatan Karo Rena Polda Papua Tengah kini dijabat Kombes Pol. Harlan Amir, S.E., Ak., M.M., menggantikan Kombes Pol. Muchamat Muchdori, S.I.K. yang mendapat penugasan baru sebagai Karo Rena Polda Sulawesi Utara.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi guna meningkatkan kinerja institusi.

“Serah terima jabatan ini bukan sekadar pergantian pejabat, tetapi merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat soliditas, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin optimal kepada masyarakat,” ujar Kapolda Rontini.

Kapolda Jermias juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polda Papua Tengah.

Kepada pejabat yang baru, ia berharap agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas, membangun sinergi, serta melanjutkan program-program yang telah berjalan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan. Kepada pejabat yang baru, saya berharap dapat segera beradaptasi, bekerja dengan penuh integritas, menjaga kekompakan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Kapolda Jermias.

Upacara Sertijab berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum penguatan organisasi dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Papua Tengah, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

(Alvi)

Timsus Polda Papua Tengah Gerebek Sarang Curanmor di Nabire, Barang Bukti Disita dan 2 Terduga Pelaku Kabur

0

Globalpapua.id, Nabire – Tim Khusus (Timsus) Polda Papua Tengah menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sekaligus lokasi penyimpanan barang hasil kejahatan di Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Senin (13/7/2026).

Operasi yang dipimpin IPTU Fredrik E. Demetouw didampingi IPDA Michael Jackson Korwa itu berhasil mengamankan dua unit sepeda motor, masing-masing Yamaha Lexi dan Honda Beat, beserta sejumlah barang elektronik, peralatan rumah tangga, dan perkakas yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian. Namun, dua terduga pelaku berinisial JP dan TD berhasil melarikan diri dengan melompati pagar seng di bagian belakang rumah saat petugas melakukan penggerebekan.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga meminta keterangan seorang saksi perempuan yang berada di lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, saksi mengaku baru tiba dari kampung dan tidak mengetahui aktivitas yang terjadi di rumah tersebut.

“Nama saya Yustina Ukago. Saya tinggal di Kaliboba bagian bawah. Saya datang bersama dua teman, salah satunya Juan Pekei, sedangkan satu orang lainnya saya kurang mengenalnya. Saya baru turun dari kampung sehingga tidak mengetahui persoalan ini,” ujar Yustina kepada penyidik.

Dari hasil pengecekan administrasi kendaraan, Yamaha Lexi diketahui terdaftar atas nama Toto Sarjono Sianipar, sedangkan Honda Beat atas nama Abraham Yohan Kaberi. Seluruh barang bukti telah diamankan di Satreskrim Polres Nabire untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Timsus Polda Papua Tengah masih memburu JP dan TD serta mendalami asal-usul seluruh barang bukti yang ditemukan guna mengungkap kemungkinan keterkaitannya dengan sejumlah laporan pencurian di Kabupaten Nabire. IPTU Fredrik E. Demetouw menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.

“Kami akan terus memburu para pelaku dan mengungkap jaringan pencurian yang ada. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua Tengah,” tegasnya.

(Red)

Buron Sejak Mei, Terduga Pelaku Curas Akhirnya Ditangkap Resmob Polres Nabire

0

Globalpapua.id, Nabire – Tim Opsnal Satreskrim Polres Nabire berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) berinisial Tadius Nawipa di Jalan Perintis, Kelurahan Bumiwonorejo, Kabupaten Nabire, sekitar pukul 11.30 WIT. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan laporan polisi terkait aksi penjambretan yang terjadi di Jembatan Kali Nabire pada 30 Mei 2026. Dalam kasus tersebut, korban, seorang mahasiswi, kehilangan tas setelah dirampas oleh dua pelaku yang menggunakan sepeda motor saat melintas bersama orang tuanya. Senin (13/7/2026).

Kanit Opsnal Satreskrim Polres Nabire, Aipda Herianto N., S.E., mengatakan keberhasilan penangkapan merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan tim sejak laporan diterima.

“Saat tim melintas di Jalan Mandala dalam kegiatan patroli, kami melihat terduga pelaku dan langsung melakukan pembuntutan hingga berhasil mengamankannya di Jalan Perintis beserta kendaraan yang digunakan. Selanjutnya pelaku bersama barang bukti kami bawa ke Mapolres Nabire untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Herianto.

Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy, satu unit telepon genggam, serta sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan aksi kejahatan, di antaranya parang, kunci modifikasi, dan perlengkapan lainnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui beraksi bersama dua rekannya yang kini masih dalam pengejaran. Polisi juga mengungkap sepeda motor yang digunakan merupakan hasil curian.

“Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap keterlibatan pelaku dalam kasus-kasus 3C lainnya di wilayah hukum Polres Nabire sekaligus memburu pelaku lain yang masih buron,” kata Aipda Herianto.

(Red)

FKUB Papua Tengah Dorong ASN Melayani Masyarakat dengan Iman demi Kemajuan Papua Tengah

0

Globalpapua.id, Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali menggelar Ibadah Oikumene ASN dan Non-ASN di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah dengan mengusung tema “Muna-Muna Papeda (Dimana Saja Kita Melayani)” dan subtema “Bagi yang Letih Lesu dan Berbeban Berat Mari Datang kepada Tuhan Yesus” (Matius 11:28).

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah ini menjadi wadah pembinaan rohani bagi aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN agar tetap mengedepankan nilai pelayanan, persatuan, serta penguatan iman dalam mendukung pembangunan daerah. Senin (13/7/2026).

Ketua FKUB Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, M.Pd, mengatakan tema ibadah tersebut dipilih karena sejalan dengan semangat Otonomi Khusus yang hadir untuk melindungi hak-hak Orang Asli Papua sekaligus menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, persoalan pembangunan, sosial, kesehatan, hingga keamanan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak yang disertai tuntunan Tuhan.

“Firman Tuhan mengajak setiap orang yang letih dan berbeban berat datang kepada-Nya. Papua masih menghadapi banyak tantangan, sehingga melalui ibadah ini kita memohon hikmat dan kekuatan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan Otonomi Khusus benar-benar membawa manfaat bagi orang Papua,” ujar Ignatius.

menambahkan, Ibadah Oikumene yang rutin dilaksanakan setiap bulan selama dua tahun terakhir merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama FKUB dalam memperkuat kehidupan rohani sekaligus menjaga kerukunan umat beragama. Ignatius berharap ASN maupun non-ASN tidak menjadikan ibadah sebagai rutinitas semata, melainkan mengimplementasikan nilai-nilai pelayanan dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja.

“Pemerintah membangun melalui berbagai program, sedangkan para hamba Tuhan menopangnya dengan doa. Kami berharap seluruh ASN melayani masyarakat dengan iman demi mewujudkan Papua Tengah yang maju, damai, dan sejahtera,” tutup Ketua FKUB Papua Tengah.

(Alvi)

MOST COMMENTED

- Advertisement -