Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) — Tokoh masyarakat Moora, Donatur Sembor, mengajak seluruh warga Kabupaten Nabire untuk memanfaatkan media digital secara bijak serta mengutamakan jalur dialog resmi dalam menyalurkan aspirasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga kesantunan dan kedamaian wilayah tanpa harus menggelar aksi demonstrasi di jalanan.
Pernyataan tersebut disampaikan Donatur Sembor saat menggelar tatap muka bersama warga dan insan pers di Kampung Sanoba, Distrik Nabire, Selasa (28/7/2026) siang.
Dalam pertemuan tersebut, Donatur Sembor mengimbau masyarakat agar tidak salah mempergunakan ruang digital dan jejaring sosial untuk menyebarkan konten provokatif yang berpotensi memperkeruh suasana.
Ia mendorong warga agar menjadikan jejaring sosial sebagai sarana bermusyawarah, menyebarkan nilai-nilai keimanan, serta membagikan ajaran keagamaan yang menyejukkan di tengah kehidupan bermasyarakat. Selain itu, ia mengapresiasi peran wartawan dan insan pers yang konsisten menjadi jembatan penyambung aspirasi rakyat kepada pemerintah.
Menyoroti dinamika penyampaian pendapat publik, Donatur Sembor secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap aksi demonstrasi jalanan yang mengerahkan massa ke kantor-kantor pemerintahan seperti Kantor Bupati maupun DPRD.
Menurutnya, warga dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi secara lebih efektif serta santun melalui jalur audiensi langsung bersama pimpinan daerah. Langkah dan sikap santun masyarakat Mor dalam mengemukakan pendapat ini menuai apresiasi tinggi dari Pemerintah Daerah maupun aparat keamanan setempat karena berhasil menjaga situasi Nabire tetap kondusif.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Donatur Sembor mengajak seluruh elemen masyarakat—khususnya generasi muda dan pimpinan warga—untuk terus mengutamakan jalan dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat bersama.
Sebagai bentuk kepedulian di akhir kegiatan, Pemerintah Pusat menyalurkan bantuan sebanyak 30 paket sembako secara langsung kepada warga Suku Moora.
(Septi)














