Globalpapua.id, ​NABIRE (Papua Tengah) – Jumat (10/4/2026), ketenangan Pantai Boratei, Distrik Teluk Kimi, pecah oleh raungan mesin motor tempel 15 PK. Di bawah terik matahari pesisir, ratusan pasang mata tertuju pada riak gelombang yang dibelah oleh para pebalap laut. Ini bukan sekadar kompetisi kecepatan biasa; ini adalah panggung pembuktian bagi masyarakat nelayan Nabire.

​Lomba balap motor laut ini diinisiasi langsung oleh Anggota DPRK Nabire dari Komisi A, Dina Misiro. Baginya, kegiatan ini adalah misi kebudayaan dan ekonomi untuk mengangkat martabat masyarakat pesisir yang selama ini sering terabaikan.

​Menurut Dina, balap motor tempel adalah identitas yang mengalir di nadi masyarakat nelayan, namun selama ini hanya dianggap sebagai hiburan semata tanpa wadah yang layak.

​”Saya secara pribadi terpanggil mengadakan kegiatan ini. Harapan saya ke depan, komunitas balap perahu ini bisa terdaftar resmi di Kesbangpol sebagai cabang olahraga air yang diperhatikan serius oleh pemerintah,” ujar Dina penuh semangat di sela-sela acara.

​Dina juga mendesak adanya sinergi lintas sektor. Ia berharap Dinas Perikanan, Dispora, dan KONI mulai melirik potensi ini untuk dibina secara profesional sebagai bagian dari kekayaan olahraga asli Papua.

​Di balik kemeriahan lomba, ada pesan kuat yang ingin disampaikan Dina terkait kesejahteraan konstituennya. Ia menyoroti sulitnya aspirasi nelayan, khususnya di RT 14 Kampung Kimi, menembus sekat-sekat birokrasi.

​Melalui event ini, Dina menegaskan bahwa nelayan bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki potensi nyata. Ia menuntut agar RT 14 Kampung Kimi ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Binaan, baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.

​Meski awalnya dirancang untuk skala lokal, magnet kompetisi ini ternyata menarik peserta dari luar daerah. Sebanyak 26 peserta tercatat bertarung sengit di lintasan air Boratei, berasal dari:

​Kabupaten Nabire (Tuan Rumah),  Kabupaten Waropen (Termasuk perwakilan dari wilayah Wapoga)

​Kabar baiknya, euforia ini tidak akan berhenti di sini. Dina membocorkan bahwa gelombang balapan berikutnya akan segera hadir dalam rangka memperingati HUT Polda Papua Tengah yang ke-2 pada 29 April mendatang.

​”Kami sangat berterima kasih kepada Kapolda Papua Tengah yang akan kembali menyelenggarakan lomba serupa. Kami siap mendukung penuh kepanitiaan demi menyukseskan acara tersebut,” tambahnya.

​Kesuksesan ajang ini tak lepas dari peran sektor swasta yang jeli melihat potensi lokal. Apresiasi tinggi diberikan kepada sponsor utama seperti PT Hasrat, PT Astra Honda, dan PT Gudang Garam yang telah menyokong jalannya acara.

​Kini, warga Nabire menaruh harapan besar. Mereka ingin balap motor laut tidak lagi sekadar hiburan musiman, melainkan bertransformasi menjadi ikon wisata olahraga (sport tourism) baru yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir di Papua Tengah secara berkelanjutan.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini