Minggu, September 27, 2026
Google search engine

Konflik Dana Desa, Kompleks Perkantoran Pemkab Puncak Dibakar Massa

0

Globalpapua.id, ILAGA — Fasilitas pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, membara pada Selasa malam, 11 Agustus 2026. Amuk massa yang diduga dipicu ketidakpuasan atas pembagian Dana Desa tahap I tersebut melalap sedikitnya tujuh kantor dinas serta satu unit kendaraan operasional milik pemerintah daerah.

Berdasarkan Keterangan Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kombes Pol Made Suartika yang diberikan kepada awak media, emosi massa memuncak selepas proses penyaluran dana reguler tersebut. Sekitar pukul 17.40 WIT, sekelompok warga mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK). Upaya persuasif sempat dilakukan Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang turun langsung menemui warga di lokasi. Namun, dialog tak membuahkan hasil.

Situasi kian tak terkendali hingga akhirnya sekitar pukul 18.45 WIT, kobaran api mulai membakar Kantor PMK dan dengan cepat merembet ke kompleks perkantoran sekitarnya.

Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes, membenarkan amuk massa tersebut. Pihaknya kini tengah memetakan motif utama di balik aksi perusakan massal ini.o

“Penyebab pasti massa melakukan pembakaran masih kami dalami. Hanya saja, sebelum kejadian tengah berlangsung penyaluran Dana Desa tahap I reguler,” ujar Domingos saat dihubungi, Selasa malam.

Dampak perusakan tergolong masif. Selain Kantor PMK, api menjalar dan merusak Kantor Bupati Puncak, Kantor DPRD, Kantor Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesbangpol, Dinas Sosial, hingga Kantor Keuangan. Satu unit mobil operasional Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati turut hangus dilalap si jago merah.

Aparat keamanan bergerak cepat meredam potensi kerusuhan meluas. Personel gabungan dari Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama jajaran Polsek Ilaga disiagakan di titik-titik krusial, termasuk perempatan alun-alun Ilaga dan Pos Kotis.

“Kami tetap melakukan pengamanan dan pemantauan situasi untuk memastikan kondisi tidak berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat,” kata Domingos menegaskan.

Upaya negosiasi akhirnya membuahkan hasil setelah sekitar 40 personel kepolisian pimpinan Kasat Sabhara bersama tokoh masyarakat setempat merangsek masuk memberikan imbauan mendalam. Menjelang malam, konsentrasi massa perlahan terurai. Kondisi di pusat Kota Ilaga dilaporkan berangsur kondusif, meski personel keamanan tetap disiagakan penuh untuk mengantisipasi letupan susulan.

(Red)

Hadir di Anev Timika, Kapolres Nabire : “Hasil Evaluasi Jadi Acuan Pembenahan Dan Perkuat Kamtibmas”

0

Globalpapua.id, TIMIKA — Kepolisian Resor Nabire menegaskan komitmennya untuk memperkuat efektivitas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Tengah. Hal tersebut menjadi poin utama dalam kegiatan Gelar Operasional serta Analisis dan Evaluasi Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (GK) Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Timika, Mimika. Selasa (11/8/2026).

Melalui forum evaluasi berkala ini, jajaran Polda Papua Tengah membedah capaian kinerja, dinamika situasi keamanan regional, hingga berbagai kendala operasional yang dihadapi personel di lapangan. Langkah ini diambil guna memetakan strategi kepolisian yang lebih presisi dan terukur dalam memasuki paruh kedua tahun berjalan.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu menyampaikan bahwa partisipasi seluruh jajaran satuan kewilayahan dalam evaluasi ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas wilayah hukum yang berkesinambungan.

“Hasil analisis dan evaluasi ini menjadi acuan krusial bagi kami di Polres Nabire untuk membenahi celah operasional, meningkatkan responsivitas personel, serta memastikan pelayanan publik dan pengayoman masyarakat berjalan optimal,” ujar AKBP Samuel.

(Red)

Hadiri Peletakan Batu Pertama KNMP, AKP Supyanto : “Polres Nabire Siap Kawal Pembangunan Hingga Tuntas”

0

Globalpapua.id, NABIRE – Polres Nabire terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah terkait pembangunan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Mewakili Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR., Kabag SDM Polres Nabire AKP Supyanto, S.H., menghadiri kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Nabire. Kegiatan tersebut turut dihadiri Waka Polsek Nabire Kota IPTU Silayar beserta jajaran instansi terkait dan tokoh masyarakat setempat. Selasa (11/8/2026).

Kehadiran jajaran Kepolisian dalam kegiatan ini merupakan wujud sinergitas Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat guna mengawal pemerataan pembangunan. Dalam kesempatan tersebut, Kabag SDM Polres Nabire AKP Supyanto, S.H., menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak demi keberhasilan proyek strategis ini.

“Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Kami dari Polres Nabire berkomitmen penuh untuk menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif agar seluruh tahapan pembangunan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKP Supyanto.

“Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan Kami dari Polres Nabire berkomitmen penuh untuk menjaga situasi Kamtibmas”.

Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan seluruh proses pekerjaan dapat berjalan dengan aman dan selesai tepat waktu sesuai rencana. Semoga Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini mendatangkan keberkahan, kemakmuran, serta melipatgandakan rezeki bagi para nelayan, sekaligus mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Nabire.

(Red)

45 Reka Adegan Kasus Waroki, AKBP Tatiratu Tegaskan Kasus Diusut Secara Transparan dan Masyarakat Diimbau Bijak Bersosial Media

0

Globalpapua.id, NABIRE — Kepolisian Resor Nabire menggelar rekonstruksi khusus terkait kasus dugaan pembunuhan berencana yang menimpa CKC (14) di Jalan Poros Waroki, sekitar Pantai Naikere, Nabire Barat, Papua Tengah, Senin, (10/8/2026) sore.

Dalam kegiatan yang disaksikan oleh keluarga korban dan warga setempat tersebut, pelaku berinisial AWS (15) yang berstatus sebagai Anak yang Bersangkutan dengan Hukum (ABH) memeragakan sebanyak 45 adegan.

Rangkaian adegan ini memperjelas gambaran peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (30/8) lalu sekitar pukul 20.30 WIT, mulai dari sebelum, saat kejadian, hingga setelah tindak pidana berlangsung.

Suasana haru menyelimuti jalannya rekonstruksi yang dihadiri perwakilan keluarga korban dari Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Nabire.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan bahwa seluruh fakta yang terungkap dalam 45 adegan rekonstruksi akan dipadukan dengan alat bukti, keterangan saksi, hasil pemeriksaan forensik, serta bukti elektronik untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh proses pembuktian berjalan akuntabel sebelum dilimpahkan ke meja hijau.

Di tengah keprihatinan publik, pihak kepolisian menyampaikan simpati mendalam atas tragedi yang menimpa korban dan keluarganya.

“Atas nama jajaran Polres Nabire, saya beserta seluruh personel menyampaikan rasa keprihatinan dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Kami memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan berdasarkan alat bukti,” ujar Kapolres Tatiratu.

Ia juga mengimbau masyarakat dan media untuk tidak menyebarkan identitas maupun foto pelaku anak di media sosial demi mematuhi undang-undang yang berlaku.

(Alvi)

Pemprov Papua Tengah Gandeng SCOPI Fokus Penguatan Ekosistem Budaya Kopi , Meki Nawipa : “Kopi Bukan Cuma Tanaman, Tapi Masa Depan Petani”

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menggandeng Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pemberdayaan petani dan penerapan budidaya kopi berkelanjutan di Hotel Carmel, Kalibobo, Nabire. Senin (10/8/2026).

Kerja sama strategis ini berfokus pada penguatan ekosistem kopi dari hulu ke hilir, mencakup pelatihan teknik budidaya (Good Agricultural Practices), penanganan pascapanen, hingga pembentukan rantai pasok yang berdaya saing. Melalui pendekatan ini, para petani lokal ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan ekonomi daerah.

Sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, yang diwakilkan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, menegaskan visi panjang pengelolaan komoditas unggulan tersebut.

“Kopi Papua Tengah bukan hanya tentang tanaman, tetapi tentang masa depan petani, peningkatan ekonomi masyarakat, kelestarian lingkungan, dan pembangunan Papua Tengah yang berkelanjutan,” ujar Gubernur Meki.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap sinergi lintas sektor ini dapat mewujudkan perkebunan kopi yang produktif, ramah lingkungan, serta melahirkan banyak pelatih utama (master trainers) dan petani terampil di lapangan.

Lebih jauh, Pemprov Papua Tengah optimistis kemitraan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan nilai tambah, kualitas, dan daya saing produk lokal, sehingga kopi khas Papua Tengah mampu menembus pasar nasional hingga internasional secara berkelanjutan.

(Red)

Aksi Damai Simapitowa Tuntut DPR Papua Tengah Desak TNI Cabut Papan Batas Wilayah di KM 95 dan KM 102

0

Globalpapua.id, NABIRE – Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Simapitowa menggelar aksi damai untuk menuntut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah mendesak pihak TNI mencabut papan batas wilayah yang terpasang di KM 95 dan KM 102.

Aksi massa yang semula direncanakan terkonsentrasi di tiga titik terpisah yakni di sekitar Hotel Adamant, SP 1 Nabire Barat, dan Pasar Karang berhasil disatukan menjadi satu titik pusat di Pasar Karang berkat pendekatan persuasif dari Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu. Senin (10/8/2026).

Dari Pasar Karang, massa kemudian melakukan longmarch menuju halaman Kantor DPR Papua Tengah. Aksi longmarch ini mendapat pengawalan ketat dan humanis dari jajaran aparat gabungan serta para tokoh daerah, di antaranya Kapolres Nabire, Danlanal Nabire, Perwira Polda Papua Tengah, anggota Majelis Rakyat Papua Papua Tengah (MRP PT), hingga para kepala suku.

Massa aksi tiba di halaman Kantor DPR Papua Tengah pada pukul 11.25 WIT dan langsung bersiap menyampaikan aspirasinya. Hingga berita ini diterbitkan, penyampaian orasi oleh orator dan koordinator lapangan (korlap) di halaman kantor DPR PT masih terus berlangsung secara bergantian.

Untuk memastikan jalannya aksi berlangsung kondusif, pihak kepolisian mengedepankan pelayanan humanis dengan menerjunkan ratusan personel gabungan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, menyatakan pihak pengamanan siap mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat tersebut hingga selesai.

“Pada prinsipnya, kami dari Polres Nabire bersama rekan-rekan TNI dan Satpol PP menyiagakan sejumlah 593 personel yang akan dilibatkan dalam pelayanan ini,” ujar AKBP Samuel.

Beliau juga mengingatkan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah selama aksi berlangsung.

“Kami sudah menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan harus bisa menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Hal inilah yang kami harapkan, karena sesungguhnya keamanan dan ketertiban masyarakat ini menjadi tanggung jawab kita bersama di Kabupaten Nabire,” tambahnya.

“Sekali lagi, kami memohon dukungan dari semua pihak baik kepala suku, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat agar kita semua bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, Nabire tetap aman, lancar, dan kondusif selama kegiatan berlangsung,” tegas Kapolres Tatiratu.

(Alvi)

Soroti Konflik dan Operasi Militer di Hari Masyarakat Adat, Ando Douw : “Tanah Papua Milik Masyarakat Adat!”

0

Globalpapua.id, NABIRE — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire bersama aliansi pelajar dan mahasiswa menggelar aksi Mimbar Bebas di halaman Asrama Putra Dogiyai, Jalan Dosa, Bumi Wonorejo, Nabire, pada Minggu (9/8/2026).

Aksi yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia ini diwarnai dengan orasi politik, pembacaan puisi, hingga penampilan seni budaya. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap kekhawatiran atas pengrusakan hak-hak adat dan kehancuran kebudayaan di Papua.

Dalam pergerakan tersebut, massa aksi menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya investasi berlatar belakang kekuatan militer yang dinilai mengancam ruang hidup warga lokal. Pihak penyelenggara menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari seluruh generasi muda dan mahasiswa dari berbagai wilayah adat Papua untuk terus menjaga nilai-nilai kebudayaan serta melestarikan tanah leluhur dari berbagai ancaman marginalisasi.

Koordinator Lapangan KNPB Nabire, Ando Douw, secara tegas mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum konkret serta menghentikan seluruh operasi militer di Tanah Papua.

“Kami tegaskan bahwa Tanah Papua bukan milik negara, melainkan milik masyarakat adat yang sudah ada jauh sebelum Indonesia masuk. Pemerintah wajib mengesahkan RUU Masyarakat Adat, menghentikan operasi militer, mengembalikan ratusan ribu pengungsi internal, dan menyelesaikan konflik TPNPB dengan TNI/Polri melalui jalur dialog,” ujar Ando Douw.

(ALVI)

Kapolres Nabire Pimpin Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Aspirasi Masyarakat

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S. I. K, CPHR, Memimpin pengarahan jelang aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (10/08), jajaran kepolisian menggelar apel kesiapsiagaan guna memastikan seluruh personel dan sarana siap bertugas, Minggu (9/8/2026) sore.

Dalam pimpinannya, pimpinan pimpinan pengamanan menyampaikan sejumlah poin krusial kepada seluruh personel gabungan yang terlibat, meliputi unsur TNI, Polri (Polda, Polres, Brimob), hingga Satpol PP. Berikut adalah lima poin utama yang ditekankan dalam pengarahan tersebut:

Pendekatan Harmonis dan Humanis: Seluruh personel diminta mengedepankan kesabaran, keikhlasan, serta sikap humanis dalam melayani dan mengawal masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

Kesiapan Logistik dan Sarana Prasarana: Pihak Bagian Operasi (Bag Ops) dan Logistik diinstruksikan untuk memastikan kesiapan armada transportasi, dukungan BBM, hingga kebutuhan konsumsi (sarapan dan makan siang) seluruh anggota agar pengamanan berjalan tanpa kendala.

Ketepatan Waktu dan Penguasaan Lapangan: Apel kesiapsiagaan utama dijadwalkan pada Senin pagi pukul 06.00 WIB. Kehadiran awal petugas di lapangan dinilai mampu mengendalikan hingga 50 persen potensi situasi di lokasi.

Fokus Titik Pengamanan dan Dokumentasi: Pengamanan difokuskan pada dua titik utama, yakni area Hotel Adaman Jepara dan Pasar Karang.

Setiap Perwira Pengendali (Padal) diminta menunjuk tim dokumentasi untuk mencatat alur kegiatan dari awal hingga akhir, didukung oleh rekan-rekan media guna mengantisipasi hal-hal di luar rencana.

Siaga Personel Tambahan: Anggota intelijen dan tim khusus dari Satuan Reskrim disiagakan untuk memantau situasi sejak malam hari. Selain itu, personel yang lepas dinas diminta tidak langsung pulang guna menantikan arahan lanjutan demi mengantisipasi eskalasi situasi, termasuk isu terkait tambang dan pengamanan kawasan sekitar.

Usai arahan, kegiatan dilanjutkan dengan show of force singkat serta pembacaan surat perintah (sprin) tugas oleh Kabag Ops untuk memastikan penempatan backup personel di setiap titik pengamanan.

Pengarahan ditutup dengan penegasan komitmen seluruh anggota untuk bekerja secara kompak, profesional, dan penuh rasa tanggung jawab.

(Red)

Polres Nabire Siagakan 593 Personel Gabungan Amankan Aksi Penyampaian Aspirasi Masyarakat Simapitowa

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Bertempat di Mapolres Nabire, Minggu, (9/08/2026) sore, Polres Nabire bersama unsur TNI dan Satpol PP menyiagakan sebanyak 593 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi dari kelompok masyarakat Simapitowa yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kesiapan pengamanan tersebut diawali dengan apel siaga dan show of force personel gabungan, serta dilanjutkan dengan pengecekan akhir pada Senin pagi pukul 06.00 WIT sebelum personel diterjunkan ke lapangan.

Kapolres Nabire, AKBP. Samuel Dominggus Tatiratu,. S. I. K., CPHR, menjelaskan bahwa aksi penyampaian aspirasi ini melibatkan massa dari 11 distrik di Kabupaten Nabire. Aspirasi yang akan disampaikan ke pihak DPRP tersebut berkaitan dengan keberadaan pos-pos aparat keamanan di jalur Topo hingga Kilo 100, serta penanganan masalah pertambangan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Ketua Simapitowa, Fabianus Tebai, pihak penyelenggara telah mengimbau seluruh simpatisan untuk menjaga ketertiban, tidak dalam pengaruh minuman keras (miras), serta tidak membawa atribut atau simbol-simbol yang bertentangan dengan NKRI.

Guna menjaga kelancaran dan efisiensi waktu penyampaian aspirasi, pihak kepolisian menyarankan agar titik kumpul massa dipusatkan di satu lokasi, yaitu di kawasan Pasar Karang. Polres Nabire juga menyiapkan armada truk sebagai sarana transportasi pendukung mobilisasi massa menuju gedung DPRP.

Kapolres Nabire mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Nabire untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Pihak kepolisian menjamin pengamanan akan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika menemukan potensi tindak pidana melalui Call Center 110 atau menghubungi nomor kontak Kapolres Nabire di 0822-4841-4203.

(Red)

Jelang Aksi Demo Damai Simapitowa di Nabire, Kapolres Tatiratu Imbau Masyarakat Beraktivitas Seperti Biasa

0

Globalpapua.id, NABIRE – Gelombang seruan aksi demo damai yang diprakarsai oleh Front Peduli Alam dan Manusia Mapia beredar luas melalui poster berita di media sosial, mengimbau seluruh rakyat Bangsa Papua pada umumnya dan rakyat Simapitowa pada khususnya di 11 distrik meliputi Distrik Mapia Induk, Mapia Tengah, Piyaiye, Sukikai Selatan, Siriwo, Topo, Menou, Dipa, Wanggar, Yaro, hingga masyarakat Mapia di wilayah pesisir untuk merapatkan barisan pada Senin (10/8).

Aksi yang dikoordinir oleh Korlap Umum Yeti Tagi dan Dodipai, serta Muda Boma Mapiha 777 selaku penanggung jawab aksi dengan motto “Siap taru badan demi tanah dan manusia”, menyasar Kantor DPR PT Papua Tengah. Minggu (9/8/2026).

Dalam tuntutannya, massa mendesak pencabutan papan nama atau plat bernaskah “BATAS WILAYAH TNI KM 95” dan “BATAS WILAYAH TNI KM 102” yang ditanam secara paksa oleh TNI, dengan penegasan bahwa tanah adalah mama dan sumber kehidupan warisan leluhur pemberian Allah bagi rakyat Mapia yang harus dijaga dari perampasan oleh pihak TNI, Polri, maupun tambang berskala besar demi keberlangsungan hidup anak cucu mendatang.

Menyikapi rencana aksi tersebut, Aparat Keamanan TNI-Polri bersama Satpol PP Provinsi menggelar apel kesiapan pelayanan penyampaian aspirasi yang dilanjutkan dengan aksi show of force, serta dijadwalkan menggelar apel pengecekan akhir pada pukul 06.00 WIT sebelum menerjunkan personel ke lapangan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, mengungkapkan bahwa sebanyak 593 personel gabungan telah disiagakan untuk memberikan pengamanan optimal.

“Pada prinsipnya, kami dari Polres Nabire bersama rekan-rekan TNI dan Satpol PP menyiagakan sejumlah 593 personel yang akan dilibatkan dalam pelayanan ini. Berdasarkan koordinasi terakhir dengan Ketua Simapitowa, Bapak Fabianus Tebai, massa diimbau tidak dalam kondisi mabuk miras, tidak membawa bendera atau logo yang bertentangan dengan NKRI, serta menjaga ketertiban bersama,” ujar Kapolres Tatiratu.

Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah dengan para korlap untuk mengondisikan massa simpatisan yang diestimasikan melibatkan 11 distrik dengan jumlah berpotensi di atas 100 orang agar titik kumpul dipusatkan di Pasar Karang (selain Hotel Adamant) demi kelancaran mobilisasi ke Kantor DPRP menggunakan angkutan kendaran roda six (truk kuning) yang disiapkan petugas. Adapun materi aspirasi utama fokus pada keberadaan pos-pos aparat keamanan dari Topo hingga Kilo 100 serta penanganan persoalan tambang di wilayah tersebut.

Guna memastikan situasi wilayah hukum tetap kondusif selama aksi berlangsung, pihak kepolisian meminta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, kepala suku, dan tokoh pemuda. Di akhir keterangannya, Kapolres Nabire memberikan imbauan resmi kepada seluruh warga Kabupaten atau Kota Nabire agar tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas harian secara normal.

“Kepada Saudara-saudaraku masyarakat Kabupaten di Kota Nabire, kami berharap masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa karena Polres Nabire bersama TNI, Satpol PP, Polda, dan Brimob siap melakukan pengamanan sesuai prosedur, ikuti arahan petugas di lapangan jika terjadi rekayasa lalu lintas akibat kemacetan, serta laporkan hal-hal mencurigakan atau tindak pidana melalui Call Center 110, Polsek atau Pospol terdekat.

Mari kita bersama-sama menjaga kompleks kediaman masing-masing, berdoa, dan berserah diri agar seluruh rangkaian kegiatan serta situasi di Kabupaten Nabire tetap aman, nyaman, lancar, dan kondusif,” tutup AKBP Tatiratu.

(Alvi)

MOST COMMENTED

- Advertisement -