Minggu, September 27, 2026
Google search engine

Pemuda di Siriwini Ditemukan Meninggal, AKBP Samuel : “Proses Penyelidikan Sesuai Prosedur, Masyarakat Di Imbau Tetap Tenang

0

Globalpapua.id, Nabire – Jajaran Polres Nabire, Polda Papua Tengah, merespons cepat laporan masyarakat terkait penemuan seorang warga yang meninggal dunia di tempat tinggalnya di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire, sekitar pukul 01.40 WIT. Minggu (9/8/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket fungsi Satreskrim bersama Unit Identifikasi dan piket penjagaan Polres Nabire langsung menuju lokasi. Petugas melakukan penanganan awal, evakuasi korban berinisial H.T. (23), pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis RSUD Nabire, petugas mengonfirmasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan keterangan awal, korban sempat berkomunikasi via WhatsApp terkait persoalan utang-piutang sebelum akhirnya ditemukan tak sadarkan diri lewat panggilan video.

“Saksi sempat menerima komunikasi video dan melihat korban sudah tidak sadarkan diri, sehingga saksi langsung meminta bantuan warga untuk mengecek lokasi kejadian dan melaporkannya ke pihak kepolisian,” ujar salah seorang saksi saat dimintai keterangan oleh petugas.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada jajaran Polres Nabire.

Sementara itu, pihak kepolisian telah membuat permintaan visum et repertum serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Dari hasil koordinasi tersebut, pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah H.T.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, menegaskan bahwa jajarannya tetap melakukan pendalaman secara intensif dan profesional guna memastikan seluruh fakta di lapangan terungkap terang benderang.

“Polres Nabire telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi lokasi, pemeriksaan TKP, mengevakuasi korban, meminta keterangan saksi, hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta dan keterangan terkait peristiwa ini dapat diketahui secara jelas,” tegas Kapolres Tatiratu.

AKBP Samuel juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menyikapi peristiwa ini, khususnya di media sosial. Pihak kepolisian memastikan seluruh proses berjalan transparan dan situasi di wilayah hukum Polres Nabire hingga kini dalam keadaan aman dan kondusif.

(Red)

Tekan Kejahatan 3C di Nabire, Tim Gabungan Polres Sikat Rawan Kriminal lewat Patroli Noken

0

Globalpapua.id, NABIRE -Polres Nabire Polda Papua Tengah bergerak cepat menekan angka kriminalitas lewat pelaksanaan Operasi Sikat Noken 2026. Dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Nabire, IPTU Bogi Transtanto, S.H., tim gabungan yang terdiri dari personel Timsus, Brimob Yon A Pelopor Nabire, serta Sat Lantas Polda Papua Tengah dan Polres Nabire menyisir sejumlah kawasan rawan pada Jumat (7/8) hingga Sabtu (8/8/2026).

Dalam aksi standby on call dan hunting tersebut, petugas menyasar ruas jalan utama, permukiman warga, hingga pusat keramaian guna mengantisipasi ancaman pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Langkah preventif sekaligus represif ini terbukti efektif dalam meminimalkan potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Nabire. Saat menggelar razia dan pemeriksaan kendaraan di lapangan, petugas berhasil mengamankan dua unit sepeda motor Honda Beat Street (warna hitam dan silver) yang tidak dilengkapi dokumen resmi untuk diperiksa lebih lanjut di Mako Polres Nabire.

“Kegiatan Operasi Sikat Noken 2026 ini merupakan langkah nyata Polri dalam menekan angka kejahatan 3C sekaligus menghadirkan rasa aman dengan meningkatkan kehadiran personel secara langsung di tengah masyarakat,” tegas IPTU Bogi Transtanto di sela-sela kegiatan.

Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif tersebut, kepolisian menyertakan imbauan penting bagi seluruh elemen masyarakat.

Dimbau kepada seluruh warga Nabire untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, tidak mengabaikan kelengkapan dokumen kendaraan, bijak dalam menjaga barang bawaan yang memicu potensi kejahatan, serta aktif berperan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

(Red)

Pemprov Papua Tengah Resmi Buka Semarak HUT ke-81 RI di Nabire, Wagub Deinas Tegaskan ASN dan Warga Wajib Kibarkan Merah Putih

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia melalui gelaran jalan santai dan gerakan pembagian bendera Merah Putih di Nabire, Ribuan peserta yang terdiri dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur Forkopimda, serta personel TNI-Polri memadati titik kumpul di Halaman Guest House sejak pukul 06.00 WIT sebelum dilepas menuju Halaman Kantor Gubernur Bandara Lama.

Mengusung nilai dasar BerAKHLAK, momentum ini menjadi wujud kebersamaan sekaligus pemantik gelora kebangsaan di tanah Gerbang Cenderawasih. Sabtu (8/8/2026).

Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley hadir membuka kegiatan secara resmi mewakili Gubernur Meki Nawipa yang berhalangan hadir lantaran menjalankan agenda kedinasan penting di Jayapura. Menyampaikan salam hangat dari Gubernur, Deinas mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur serta memelihara semangat persatuan. Di usia Republik yang ke-81 tahun, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menghargai jasa para pahlawan sekaligus berkomitmen membangun daerah secara berdaulat, adil, dan makmur.

“Mengibarkan bendera Merah Putih adalah wujud nyata bahwa kita di Papua Tengah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita yang memimpin, dan kita pula yang merayakannya demi masa depan anak-anak generasi penerus bangsa,” ujar Wagub Deinas.

Guna menyemarakkan peringatan kemerdekaan hingga ke pemukiman warga, Pemprov Papua Tengah menginstruksikan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memantau pengibaran bendera Merah Putih di delapan kabupaten mulai awal pekan. Acara yang disemarakkan dengan pembagian door prize dan pembagian bantuan sosial dari Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah bagi penerima manfaat ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan semangat kepelayanan ASN bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.

(Alvi)

Semarak HUT Ke-81 RI di Nabire, Alanthino Wiay : Bukti Pemerintah Hadir Melayani Warga Papua Tengah

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi membuka rangkaian semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di Nabire, Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Rakyat Adil dan Makmur”, pembukaan kegiatan diawali dengan jalan santai dan pembagian bendera Merah Putih yang diikuti sekitar 1.000 peserta dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, ASN, hingga masyarakat umum. Sabtu (8/8/2026).

Momentum kick-off ini makin meriah sekaligus berdampak langsung bagi warga lewat hadirnya pameran UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, hiburan rakyat, hingga layanan publik terpadu yang menghadirkan Disdukcapil, BPJS, BUMN, Bank Papua, serta instansi vertikal lainnya dalam satu lokasi.

Ketua Panitia HUT ke-81 RI sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra Papua Tengah, Alanthino Wiay, menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tahun ini dirancang untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Berbagai kompetisi side event seperti perlombaan olahraga tradisional, tari Yospan, hingga lomba kecerdasan buatan (AI generatif) digelar hingga 14 Agustus mendatang guna membangkitkan semangat kebersamaan dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Kami ingin peringatan kemerdekaan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan panggung kebersamaan yang menghadirkan wujud nyata pelayanan pemerintah di tengah masyarakat. Lewat sinergi pesta rakyat dan pelayanan publik terpadu ini, kita bersama-sama memperkuat persatuan sekaligus mendorong kesejahteraan warga Papua Tengah,” ujar Alanthino.

Rangkaian peringatan akan berlanjut ke agenda utama (main event) mulai dari pengukuhan Paskibraka pada 15 Agustus, Upacara Taptu dan Pawai Obor pada 16 Agustus, hingga puncaknya pada 17 Agustus 2026 melalui Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Malam Resepsi Kenegaraan. Memasuki usia ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, teruntai doa dan harapan agar NKRI senantiasa kokoh, berdaulat, adil, dan sejahtera di seluruh pelosok Nusantara.

Secara khusus bagi Provinsi Papua Tengah, semangat kemerdekaan ini diharapkan menjadi pendorong utama percepatan pembangunan daerah, mempererat tali persaudaraan warga di tanah ‘Gerbang Cenderawasih’, serta membawa kedamaian dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakatnya.

(Alvi)

Dinkes Papua Tengah Siapkan Renja 2027: Dorong Inovasi SPM 2+1 dan Penguatan Krisis Kesehatan

0

Globalpapua.id, NABIRE — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah resmi merampungkan Workshop Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan yang diselenggarakan pada 5–7 Agustus 2026 di Hotel Mahavira 2, Nabire. Berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan FKM Universitas Hasanuddin (UNHAS), agenda ini berfokus pada penyusunan dan penajaman Dokumen Rencana Kerja (Renja) Dinkes Papua Tengah Tahun 2027. Dokumen tersebut diselaraskan dengan visi Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley untuk pemerataan akses layanan medis hingga wilayah pedalaman, percepatan penurunan stunting, serta penyesuaian regulasi ke Permendagri Nomor 14 Tahun 2026.

Sebagai langkah terobosan, Dinkes Papua Tengah memperkenalkan Strategi Inovasi Tata Kelola “SPM 2+1” guna memperkuat kesiapsiagaan krisis dan Kejadian Luar Biasa (KLB). Skema ini menegaskan kewenangan provinsi pada penanganan krisis regional, sementara poin “+1″ memposisikan Dinkes Provinsi sebagai pendamping 8 kabupaten agar mandiri mencapai 12 indikator SPM dasar.Kita harus siap sebelum bencana datang, sigap saat bencana melanda, dan pulih bersama untuk bangkit lebih kuat,” tegas dr. Agus.

Rampungnya draf Renja 2027—mulai dari evaluasi kinerja hingga matriks pendanaan—diharapkan dapat menjadi pijakan solid bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam merancang program kesehatan yang adaptif, tangguh, dan berkeadilan.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara merata serta mewujudkan transformasi pelayanan medis yang menjangkau seluruh lapisan warga, mulai dari wilayah pesisir hingga pegunungan Papua Tengah.

(Red)

Tergoyang Tambang Emas Ilegal, 2 Unit Kapal Kerok dan Tenaga Kerja WNA Bebas Beroperasi di Wapoga Kali Cemara Nabire

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) atau tambang emas ilegal dilaporkan semakin marak dan meresahkan di wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada kawasan Wapoga, tepatnya di aliran Kali Cemara, di mana ditemukan pengerukan material secara masif menggunakan alat berat berskala besar hingga pelibatan tenaga kerja asing (TKA/WNA).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, terdapat sedikitnya 2 unit kapal kerok yang saat ini beroperasi secara aktif di sepanjang aliran Kali Cemara, Distrik Wapoga. Menurut salah seorang sumber setempat yang tidak bersedia disebutkan namanya, para pelaku tambang menggunakan 2 kapal besar pengerok untuk mengeruk material sungai.

Lebih memprihatinkan lagi, ia mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan emas secara masif tersebut sudah berjalan kurang lebih selama 1 tahun tanpa adanya penindakan tegas dari pihak berwenang.

Tak hanya penggunaan alat pengerok berukuran besar, operasional tambang ilegal di Kali Cemara ini juga disinyalir melibatkan sejumlah Tenaga Kerja Asing (WNA). Informasi dari warga sekitar menyebutkan bahwa para WNA tersebut bertindak sebagai teknisi maupun pengawas operasional kapal kerok di lokasi.

Kuat dugaan, aktivitas ilegal berskala besar ini dikendalikan oleh seorang bos berinisial Jiang Guozhong, yang disebut-sebut bertanggung jawab atas operasional dan pengerahan tenaga kerja asing di lokasi tersebut.

Namun, legalitas operasional maupun kelengkapan dokumen keimigrasian—seperti Visa Kerja maupun Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA)—milik para pekerja asing di bawah naungan kegiatan tersebut hingga kini masih tidak jelas. Keberadaan WNA di area terpencil tanpa kejelasan dokumen resmi ini kian memicu tanda tanya besar terkait pengawasan keimigrasian dan keamanan di wilayah hukum Nabire.

Aktivitas pengerukan yang memanfaatkan kapal pengerok berskala besar tersebut dikhawatirkan merusak ekosistem perairan dan lingkungan sekitar secara mendalam.

Proses penyedotan dan pemisahan material tidak hanya memperkeruh kualitas air Kali Cemara yang menjadi tumpuan hidup masyarakat lokal, tetapi juga memicu erosi tebing sungai serta pendangkalan di kawasan muara Wapoga.

Masyarakat setempat dan para penggiat lingkungan menyuarakan kekhawatiran atas pembiaran aktivitas ilegal yang berlangsung terstruktur ini. Selain merusak lingkungan tanpa adanya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), potensi pelanggaran aturan keimigrasian dan ketenagakerjaan juga terjadi secara terang-terangan.

Hingga berita ini diterbitkan, keberadaan 2 unit kapal besar pengerok, para pekerja WNA, hingga dugaan keterlibatan Jiang Guozhong belum tersentuh tindakan hukum secara menyeluruh.

Warga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dari Polres Nabire dan Polda Papua Tengah, Kantor Imigrasi, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire untuk segera turun ke lokasi.

Penertiban secara tuntas dan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas operasional tambang, pimpinan kegiatan, maupun dokumen keimigrasian para WNA dianggap mendesak guna menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan hukum di tanah Papua.

(Red)

Polres Nabire Musnahkan 52 Gram Ganja, AKBP Samuel Tegaskan Akan Berantas Peredaran Narkotika

0

Globalpapua.id, NABIRE – Kepolisian Resor Nabire melalui Satuan Reserse Narkoba memusnahkan barang bukti narkotika jenis ganja seberat 52,9627 gram di halaman parkir Sat Resnarkoba Polres Nabire.

Pemusnahan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu ini turut dihadiri oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Nabire, Kepala Lapas Nabire, jajaran pejabat utama Polres, hingga keluarga tersangka. Kamis (6/8/2026).

Proses pemusnahan barang bukti dengan cara dibakar ini menjadi wujud nyata transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum dalam penanganan kasus tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Nabire.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan bahwa penindakan tegas dan pemusnahan barang bukti merupakan bagian penting dari proses penyidikan untuk memutus mata rantai peredaran obat-obatan terlarang.

“Pemusnahan barang bukti ini merupakan komitmen Polres Nabire dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” tegas Kapolres Tatiratu.

Mengakhiri rangkaian kegiatan yang berlangsung aman dan tertib hingga pukul 12.10 WIT tersebut, Polres Nabire mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut serta berperan aktif dalam membentengi lingkungan dari bahaya narkoba.

Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila mengetahui atau mengindikasikan adanya aktivitas penyalahgunaan maupun transaksi barang haram di sekitar mereka. Sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama demi mewujudkan Kabupaten Nabire yang aman, kondusif, dan bersih dari narkoba.

(Red)

KM Gunung Dempo Rampung Docking Pertengahan Agustus, Robby Munardi Minta Warga Nabire Beli Tiket Resmi

0

Globalpapua.id, NABIRE — Masyarakat Provinsi Papua Tengah, khususnya yang bergantung pada moda transportasi laut di Kabupaten Nabire, akan segera kembali menikmati layanan armada kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).

Kapal Motor (KM) Gunung Dempo yang saat ini tengah menjalani perawatan berkala (docking) di Jakarta, diperkirakan kembali memasuki lintasan pelayaran rutinnya pada pertengahan Agustus 2026. Perawatan rutin tersebut dilakukan guna memastikan kelaiklautan kapal demi menjamin keandalan dan keselamatan penumpang selama berlayar.

Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Nabire, Robby Munardi, mengonfirmasi bahwa proses pemeliharaan kapal penumpang tersebut sudah berada pada tahap akhir. Apabila seluruh pengujian dan pembenahan berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis yang berarti, KM Gunung Dempo dijadwalkan mulai bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 9 Agustus 2026 untuk kembali menuju wilayah timur Indonesia.

“Terkait informasi pembaruan docking KM Gunung Dempo, saat ini kapal dalam tahap finishing. Apabila tidak ada kendala yang berarti, diestimasikan mulai beroperasi tanggal 9 Agustus dari Jakarta. Diperkirakan pada pertengahan Agustus KM Gunung Dempo sudah bisa kembali melayani masyarakat Papua Tengah, khususnya di Pelabuhan Nabire,” ujar Robby saat dihubungi melalui saluran telepon, Kamis (6/8/2026).

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan transportasi laut selama KM Gunung Dempo menjalani pemeliharaan, Pelni telah mengalihkan rute (rerouting) dua armada lain, yakni KM Dobonsolo dan KM Ciremai, untuk singgah di Pelabuhan Nabire hingga akhir Agustus.

Lebih lanjut, Robby mengimbau calon penumpang agar selalu bertransaksi secara sah melalui loket resmi PT Pelni Nabire di Nabarua atau mengunduh aplikasi Pelni Mobile guna menghindari praktik percaloan. Pelni menegaskan tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat pembelian tiket di luar saluran resmi yang telah ditentukan.

(ALVI)

Antisipasi Penipuan Pemekaran Wilayah, Wagub Papua Tengah Imbau Masyarakat Ikuti Prosedur Resmi

0

Globalpapua.id, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara tegas memperingatkan seluruh masyarakat agar tidak mudah mempercayai oknum-oknum yang mengatasnamakan tim pemekaran daerah dan memungut biaya dari warga. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., di Nabire guna merespons maraknya aksi penipuan memanfaatkan isu pemekaran sejak Mei hingga awal Agustus 2026. Kamis (6/8/2026).

Wakil Gubernur Deinas menjelaskan bahwa Pemprov Papua Tengah telah menugaskan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian ilmiah mendalam terkait studi kelayakan, jumlah penduduk, serta jumlah distrik sebelum suatu wilayah diusulkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Selain itu, hingga kini moratorium pembentukan DOB yang berlaku sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum dicabut, sehingga pemekaran wilayah tidak dapat dipaksakan tanpa mekanisme hukum yang sah.

“Saya tegaskan, oknum-oknum itu adalah pihak yang abal-abal dan tidak bertanggung jawab. Informasi yang mereka sampaikan bahwa sedikit lagi kabupaten ini dan itu akan dimekarkan, itu tidak benar. Ibarat keran air ditutup, maka air tidak bisa mengalir. Kita tidak bisa memaksakan dan tidak boleh menipu masyarakat,” kata Wagub Deinas

Ia menambahkan bahwa dirinya sangat memahami mekanisme tersebut karena pernah menjadi anggota tim pemekaran Kabupaten Puncak dari unsur tokoh masyarakat Puncak Jaya. Menurutnya, proses usulan resmi wajib melewati kajian BRIN, persetujuan DPRD, hingga pengeluaran surat pengantar dari Gubernur Papua Tengah menuju Komisi II DPR RI. “Papua Tengah milik kita semua, bukan milik satu orang atau golongan tertentu. Kita harus bersatu untuk membangun provinsi baru ini, bukan saling memecah belah atau membohongi rakyat,” ujarnya.

Sebagai penutup, Wakil Gubernur Papua Tengah mengimbau secara mendalam kepada seluruh masyarakat di delapan kabupaten se-Provinsi Papua Tengah, meliputi Kabupaten Nabire, Puncak Jaya, Paniai, Mimika, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, dan Deiyai agar menghentikan segala bentuk dukungan terhadap gerakan pemekaran ilegal, tidak menyerahkan uang dalam acara bakar batu maupun pertemuan lainnya kepada oknum pengumpul dana, serta senantiasa memverifikasi setiap informasi melalui media resmi pemerintah provinsi demi menjaga persatuan, kedamaian, dan keharmonisan bersama.

(Red)

Polres Nabire Bekuk Geng Kapak dan Sita 62 Motor Hasil Kejahatan

0

Globalpapua.id, NABIRE — Kepolisian Resor Nabire menyita 62 unit sepeda motor hasil kejahatan tindak pidana pencurian dalam Operasi Sikat Noken yang berlangsung sejak 25 Juli 2026. Dalam operasi yang memetakan kasus pencurian dengan keberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut, polisi menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Dua di antaranya merupakan spesialis pemetik dari “Geng Kapak” yang kerap meresahkan warga Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Pengungkapan kasus beserta penetapan para tersangka ini dipaparkan langsung oleh Kepolisian Resor Nabire di halaman Mapolres Nabire. Sembari didampingi Kasat Reskrim Polres Nabire IPTU Bogi dan Kasi Humas Polres Nabire Salahuddin, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas kejahatan jalanan di wilayah hukumnya.

Dari data yang kita temukan dan pembuktian di lapangan dalam pengungkapan ini, ada tujuh orang yang sudah kita tetapkan menjadi tersangka. Dua orang di antaranya masuk dalam kelompok ‘Geng Kapak’ karena dalam setiap aksi pencurian mereka spesialis menggunakan kapak,” kata Kapolres Tatiratu.

Mengetahui Nabire kini berstatus sebagai ibu kota provinsi yang kian dinamis, kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak abai dalam mengamankan harta benda pribadi, seperti memarkir kendaraan di dalam garasi serta menanggalkan kunci kontak.

Warga yang merasa kehilangan kendaraan bermotor dipersilakan melapor ke Polres Nabire atau menghubungi Call Center 110. Kerja sama aktif masyarakat dalam memberikan informasi riil di lapangan dinilai amat vital demi menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban di wilayah Kabupaten Nabire.

(Alvi)

MOST COMMENTED

- Advertisement -