Globalpapua.id, NABIRE – Menteri Hak Asasi Manusia (Menham) RI, Natalius Pigai, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menciptakan suasana damai sekaligus memacu pembangunan infrastruktur dan hukum di wilayah Papua Tengah. Usai menggelar dialog internal bersama Penjabat Utama (PJU) Pemprov Papua Tengah di Kantor Gubernur, Menham menekankan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci utama agar masyarakat dapat merayakan kemerdekaan dalam suasana riang gembira.
“Tujuannya untuk menciptakan kedamaian dan suasana yang aman menyambut 17 Agustus supaya kita semua riang dan gembira. Kita bertukar pikiran untuk menyambut 17 Agustus sekaligus bertukar informasi tentang pembangunan di seluruh Papua.”
Natalius Pigai Menegaskan, Selain fokus pada kondusivitas wilayah, dialog bersama PJU Pemprov Papua Tengah tersebut menghasilkan sejumlah rencana strategis terkait penguatan penegakan hukum dan penanganan pengungsian warga :
1. Dorong Pembentukan Kejaksaan Tinggi di Papua Tengah: Menham menjelaskan perlunya pemetaan wilayah guna menambah Kejaksaan Negeri (Kejari) di daerah. Syarat pembentukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) membutuhkan minimal empat Kejari, sedangkan Papua Tengah saat ini baru memiliki dua (Kejari Timika dan Kejari Nabire). Pemerintah memetakan pembentukan Kejari baru untuk wilayah Paniai, Diyai, dan Dogiyai, serta satu Kejari gabungan untuk Puncak dan Puncak Jaya.
2. Integrasi dan Validasi Data Pengungsi Papua: Menham menegaskan bahwa negara mampu menata kembali permukiman dan memberikan jaminan hidup bagi warga yang terdampak konflik. Namun, validasi data dari pemerintah daerah hingga tingkat kampung sangat krusial agar bantuan tepat sasaran. Ia membandingkan penanganan bencana dan pengungsi di Indonesia yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia, seperti saat penanganan pascabencana di Aceh maupun penataan pengungsi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menham Natalius Pigai berharap agenda kunjungan kerjanya di Nabire dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan. Kehadirannya di Nabire juga dalam rangka memenuhi undangan resmi untuk menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026.
(Alvi)

















