/2026/01/1767996508503-1.png"/>Wakapolres Nabire dan IKTK Sepakati Penyelesaian Persoalan, Semua Pihak Saling Memaafkan
/2026/01/1767996508503-1.png"/>Globalpalua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Persoalan yang sempat terjadi antara warga Ikatan Keluarga Toraja dan aparat kepolisian usai persidangan di Pengadilan Negeri Nabire, Senin (24/8/2026), dinyatakan telah selesai secara damai.
Penyelesaian tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolres Nabire, Kompol Victor Kendek, bersama Wakil Ketua IKTK Kabupaten Nabire, Ruben Tandi, S.H., dalam pertemuan di ruang Reskrim Polres Nabire pada Senin malam.
Kompol Victor Kendek mengatakan, dirinya mewakili Kapolres Nabire, sementara Ruben Tandi mewakili warga IKTK Kabupaten Nabire. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan yang muncul setelah kegiatan persidangan pada siang hari.
“Permasalahan ini sudah dinyatakan selesai. Semua pihak, baik warga IKTK yang sempat mengalami miskomunikasi dengan kami pihak aparat kepolisian, sudah membuat surat pernyataan. Pada dasarnya semua meminta maaf dan saling memaafkan,” ujar Kompol Victor.
Ia menjelaskan, kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh pihak-pihak yang sebelumnya dimintai keterangan.
Wakapolres Nabire juga menegaskan komitmen kepolisian bersama masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire tetap kondusif.
“Kami punya komitmen menjaga Nabire tetap aman. Kami juga punya komitmen untuk melakukan evaluasi sehingga ke depan tidak ada lagi chaos atau bentrokan antara masyarakat IKTK dengan aparat kepolisian,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua IKTK Kabupaten Nabire, Ruben Tandi, menyampaikan bahwa pihaknya juga telah mengambil keputusan untuk menyelesaikan persoalan tersebut bersama pihak kepolisian.
Ia mengatakan, penyelesaian dilakukan setelah adanya kejadian yang berlangsung usai persidangan terkait perkara pembunuhan yang disidangkan di Pengadilan Negeri Nabire.
“Atas nama seluruh warga IKTK yang hadir dalam persidangan, kami sudah mengambil keputusan untuk menyelesaikan bersama-sama dengan pihak kepolisian. Itu sudah dilaksanakan dan semua sudah saling memaafkan,” kata Ruben.
Ruben juga mengimbau seluruh warga, termasuk pihak-pihak yang berada di luar lokasi kejadian, agar tidak lagi memperpanjang maupun mengembangkan informasi yang dapat memicu persoalan baru.
“Kami sebagai pengurus IKTK menyampaikan bahwa masalah ini sudah diselesaikan dan sudah saling memaafkan satu sama lain. Baik dari warga masyarakat Toraja maupun pihak kepolisian, semuanya sudah saling memaafkan,” ujarnya.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, kedua pihak berharap situasi di Kabupaten Nabire tetap aman dan kondusif serta tidak terjadi lagi kesalahpahaman maupun benturan antara masyarakat dan aparat keamanan.
Kepolisian dan pengurus IKTK juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan bersama-sama menjaga keamanan serta kedamaian di Kabupaten Nabire.
(Septi)




