Globalpapua.id, NABIRE — Anggota DPR Papua Tengah, Bekies Sony Kogoya, S.K.M., M.Kp., menyerukan pentingnya langkah preventif dan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Tolikara dan Puncak Jaya pascainsiden konflik yang terjadi di Distrik Kanggime. Langkah ini dinilai vital mengingat jalur darat di kawasan tersebut merupakan akses utama mobilitas ekonomi dan logistik masyarakat setempat. Selasa (4/8/2026).

Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Puncak Jaya yang bergerak cepat mengevakuasi para korban ke rumah sakit di Ilu untuk mendapatkan perawatan medis.

Guna mencegah berulangnya konflik serupa, Bekies menegaskan bahwa penanganan situasi ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat TNI-Polri.

Solusi yang ditawarkan meliputi pentingnya ruang dialog “dari hati ke hati” yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, hingga pimpinan gereja secara aktif.

Sinergi ini dianggap krusial untuk menjaga kondusivitas wilayah, terlebih menjelang agenda besar Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) Gereja Injil di Indonesia (GIDI) pada November mendatang yang akan dihadiri oleh perwakilan dari 8 wilayah Se-Indonesia.

“Demi daerah dan rakyat saya, saya menegaskan bahwa kita semua tidak boleh bersikap apatis. Kita harus berperan aktif duduk bersama, mencari solusi, dan menjadi pelaku pembangunan untuk menyejahterakan masyarakat serta menjamin stabilitas keamanan,” ujar Bekies.

Mengakhiri imbauannya, ia menyampaikan doa dan harapan agar seluruh pihak diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk terus menjaga perdamaian di tanah Papua.

(ALVI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini