Globalpapua.id, NABIRE — Masyarakat Provinsi Papua Tengah, khususnya yang bergantung pada moda transportasi laut di Kabupaten Nabire, akan segera kembali menikmati layanan armada kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).
Kapal Motor (KM) Gunung Dempo yang saat ini tengah menjalani perawatan berkala (docking) di Jakarta, diperkirakan kembali memasuki lintasan pelayaran rutinnya pada pertengahan Agustus 2026. Perawatan rutin tersebut dilakukan guna memastikan kelaiklautan kapal demi menjamin keandalan dan keselamatan penumpang selama berlayar.
Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Nabire, Robby Munardi, mengonfirmasi bahwa proses pemeliharaan kapal penumpang tersebut sudah berada pada tahap akhir. Apabila seluruh pengujian dan pembenahan berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis yang berarti, KM Gunung Dempo dijadwalkan mulai bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 9 Agustus 2026 untuk kembali menuju wilayah timur Indonesia.
“Terkait informasi pembaruan docking KM Gunung Dempo, saat ini kapal dalam tahap finishing. Apabila tidak ada kendala yang berarti, diestimasikan mulai beroperasi tanggal 9 Agustus dari Jakarta. Diperkirakan pada pertengahan Agustus KM Gunung Dempo sudah bisa kembali melayani masyarakat Papua Tengah, khususnya di Pelabuhan Nabire,” ujar Robby saat dihubungi melalui saluran telepon, Kamis (6/8/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan transportasi laut selama KM Gunung Dempo menjalani pemeliharaan, Pelni telah mengalihkan rute (rerouting) dua armada lain, yakni KM Dobonsolo dan KM Ciremai, untuk singgah di Pelabuhan Nabire hingga akhir Agustus.
Lebih lanjut, Robby mengimbau calon penumpang agar selalu bertransaksi secara sah melalui loket resmi PT Pelni Nabire di Nabarua atau mengunduh aplikasi Pelni Mobile guna menghindari praktik percaloan. Pelni menegaskan tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat pembelian tiket di luar saluran resmi yang telah ditentukan.
(ALVI)













