/2026/01/1767996508503-1.png"/>UPBU Nabire Sosialisasi Aturan Senjata Api di Bandara, Dishub PPT: Sinkronkan Persepsi Safety Penerbangan
/2026/01/1767996508503-1.png"/>Globalpapua.id, NABIRE – Rapat Komite Keamanan Penerbangan dan Forum Konsultasi Publik resmi digelar di Aula RRI Nabire. untuk memperkuat koordinasi serta menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan penerbangan. Mengusung tema “Bersama Mewujudkan Keamanan Penerbangan yang Aman, Selamat, dan Berkelanjutan”, forum rutin tiga kali setahun ini dinilai semakin krusial seiring hadirnya berbagai instansi dan unit pelaksana teknis baru pasca-pembentukan Provinsi Papua Tengah. Senin (31/8/2026).
Pertemuan berkala tersebut menjadi momentum vital untuk menyegarkan kembali pemahaman budaya keamanan penerbangan, khususnya saat terjadi rotasi kepemimpinan di tingkat instansi. Salah satu fokus utama yang disosialisasikan dalam forum ini mencakup prosedur penanganan senjata api bagi pejabat atau pimpinan instansi di area bandar udara guna mencegah terjadinya gesekan operasional di lapangan.
Plt Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire, Alrido Simandjuntak, menegaskan pentingnya penyelarasan aturan tersebut bagi seluruh mitra kerja.
“Tujuannya sebenarnya hanya untuk menyinkronkan atau menyamakan persepsi tentang program-program keamanan yang tujuannya untuk keselamatan penerbangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menguraikan alasan di balik penekanan aturan senjata api di area terlarang bandara. “Melalui kampanye dan rapat komite ini kami menyampaikan bahwa aturan penanganan senjata api di bandara seperti ini. Diharapkan instansi terkait memahami aturan sehingga tidak terjadi gesekan dalam operasional,” pungkas Alrido.
Melalui penyelenggaraan giat ini, seluruh pihak diharapkan dapat terus membangun komunikasi yang solid dan berkelanjutan, sehingga keamanan, keselamatan, serta kenyamanan para pengguna jasa penerbangan di Wilayah Nabire dan Papua Tengah dapat senantiasa terjaga secara optimal.
(Alvi)

