Globalpapua.id, Nabire – Tim Khusus (Timsus) Polda Papua Tengah menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sekaligus lokasi penyimpanan barang hasil kejahatan di Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Senin (13/7/2026).
Operasi yang dipimpin IPTU Fredrik E. Demetouw didampingi IPDA Michael Jackson Korwa itu berhasil mengamankan dua unit sepeda motor, masing-masing Yamaha Lexi dan Honda Beat, beserta sejumlah barang elektronik, peralatan rumah tangga, dan perkakas yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian. Namun, dua terduga pelaku berinisial JP dan TD berhasil melarikan diri dengan melompati pagar seng di bagian belakang rumah saat petugas melakukan penggerebekan.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga meminta keterangan seorang saksi perempuan yang berada di lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, saksi mengaku baru tiba dari kampung dan tidak mengetahui aktivitas yang terjadi di rumah tersebut.
“Nama saya Yustina Ukago. Saya tinggal di Kaliboba bagian bawah. Saya datang bersama dua teman, salah satunya Juan Pekei, sedangkan satu orang lainnya saya kurang mengenalnya. Saya baru turun dari kampung sehingga tidak mengetahui persoalan ini,” ujar Yustina kepada penyidik.

Dari hasil pengecekan administrasi kendaraan, Yamaha Lexi diketahui terdaftar atas nama Toto Sarjono Sianipar, sedangkan Honda Beat atas nama Abraham Yohan Kaberi. Seluruh barang bukti telah diamankan di Satreskrim Polres Nabire untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Timsus Polda Papua Tengah masih memburu JP dan TD serta mendalami asal-usul seluruh barang bukti yang ditemukan guna mengungkap kemungkinan keterkaitannya dengan sejumlah laporan pencurian di Kabupaten Nabire. IPTU Fredrik E. Demetouw menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.
“Kami akan terus memburu para pelaku dan mengungkap jaringan pencurian yang ada. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua Tengah,” tegasnya.
(Red)

















