Sabtu, September 26, 2026
Google search engine

Tanggapi Dampak El Nino, Pemkab Nabire Dan TNI Lakukan Survei Sumur Bor Di Distrik Nabire

0

Globalpapua.id, Nabire (Papua Tengah) – Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Kodim 1705/Nabire bergerak cepat menanggulangi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, tim gabungan menerjunkan personel untuk melakukan survei pemetaan titik sumber air bersih guna pembuatan sumur bor bagi warga terdampak.

Survei penentuan titik sumber air ini dipimpin langsung oleh Danramil 1705-01/Nabire, Kapten Infanteri Lasabara, berdasarkan arahan Dandim dan petunjuk Bupati Nabire.

Fokus utama penanganan kali ini menyasar wilayah Distrik Nabire Barat. Tim menyisir lima titik lokasi prioritas yang ditempatkan di fasilitas umum, mulai dari Waroki, SP C, Kampung Gerban Sadu, Bumi Raya, hingga Wadio. Penentuan titik ini turut melibatkan kepala distrik serta para kepala kampung agar manfaatnya dapat diakses secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kapten Lasabara berharap “dengan kegiatan ini dapat memberikan solusi terhadap dampak yang dialami oleh masyarakat terkait dengan adanya kekeringan yang berkepanjangan ini, salah satunya bagian dari dampak El Nino.Diharapkan pembuatan sumur bor dapat mendapatkan titik air yang maksimal yang bisa diakses oleh masyarakat.”Ungkapnya”:.

Setelah tahap survei dan pemetaan lokasi selesai dilakukan, pengerjaan fisik pembuatan sumur bor rencananya akan langsung dimulai pada Senin mendatang. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkrit untuk mengatasi krisis air bersih, sekaligus meringankan beban ekonomi warga yang selama ini harus membeli air tangki akibat kekeringan yang melanda.

(Red)

Sidang Ke-3 Kasus Pembunuha Waroki: Penasihat Hukum ABH Soroti Pemeriksaan Saksi dan Keamanan Persidangan

0

Globalpapia.id, NABIRE (Papua Tengah) — Persidangan kasus pembunuhan di Waroki kembali bergulir di Pengadilan Negeri Nabire pada Kamis (27/8/2026). Agenda sidang ketiga ini berfokus pada pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang yang berlangsung secara tertutup tersebut menghadirkan sebanyak tujuh orang saksi. Penasihat hukum Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), Dr. Moch Fadly Fitri, S.H., M.H., menyampaikan penjelasan terkait jalannya persidangan setelah pemeriksaan selesai dilaksanakan.

Saksi A Charge (Memberatkan): Penasihat hukum menjelaskan bahwa tujuh saksi yang dihadirkan JPU tergolong sebagai saksi a charge atau saksi yang memberatkan. Namun, para saksi tersebut tidak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat peristiwa terjadi, melainkan hanya menerangkan fakta terkait penemuan jenazah dan kondisinya.

Fokus Pembuktian Pasal 340 KUHP: Pihak pengacara menegaskan bahwa fokus penuntut umum tertuju pada Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana. Sesuai asas hukum “siapa yang mendalilkan, dialah yang wajib membuktikan”, JPU dibebani kewajiban untuk membuktikan unsur perencanaan tersebut di muka persidangan. Jikalau pasal pembunuhan berencana tidak terbukti, pembuktian dapat bergeser ke pasal lainnya.

Dinamika Persidangan: Dari puluhan hingga sekitar 100 pertanyaan yang diajukan oleh tim JPU dan penasihat hukum, pihak pengacara sempat menyampaikan teguran melalui Majelis Hakim terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dinilai bersifat sugestif atau menjerat terdakwa.

Kondisi Terdakwa (ABH): Pengacara memastikan bahwa kondisi fisik dan mental ABH dalam keadaan stabil serta sanggup mengikuti proses persidangan yang berlangsung marathon dari pagi hingga malam.

Pihak pendamping hukum terus memberikan penguatan moril guna mengatasi rasa trauma yang sempat dialami terdakwa pada persidangan sebelumnya akibat pelemparan kemasan air mineral oleh massa di luar ruang sidang.

Tim penasihat hukum turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Pengadilan Negeri Nabire serta Jajaran Polres Nabire atas pengawalan ketat dan pengamanan yang maksimal, sehingga jalannya persidangan ketiga dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

(Red)

Sidang Ketiga Kasus Pembunuhan Remaja di Waroki: JPU Periksa 7 Saksi, Pembuktian Ahli Dijadwalkan Menyusul

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) — Sidang ketiga kasus pembunuhan tragis remaja di Kampung Waroki yang digelar di Pengadilan Negeri Nabire berlangsung alot hingga Kamis malam. Agendanya berfokus pada pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin oleh Echo Nuryanto, S.H., M.H.

Meski persidangan berlangsung maraton dari pagi hingga malam hari, tim JPU yang dipimpin Echo Nuryanto baru dapat memaksimalkan pemeriksaan terhadap 7 dari rencana awal 10 saksi. Hal ini disebabkan banyaknya pendalaman fakta yang digali selama persidangan, termasuk temuan keterangan di luar Berkas Pemeriksaan Awal (BAP) guna memperkuat keterenuhan unsur pidana.

Adapun tujuh saksi yang telah diperiksa mencakup empat orang dari pihak keluarga korban—termasuk ibu korban dan kerabat dekat—guna memperjelas kronologi detik-detik sebelum korban menghilang. Sementara tiga saksi luar lainnya menerangkan keberadaan barang bukti seperti sepeda motor bebek merah dan aktivitas mencurigakan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Sebagai kelanjutan proses pembuktian, Echo Nuryanto dan tim JPU akan melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan 3 saksi ahli, yakni Ahli Pidana, Ahli Digital Forensik, dan Ahli Kedokteran. Mengingat tenggat waktu penahanan yang terbatas serta domisili dua saksi ahli berada di Jayapura, JPU berencana menghadirkan Ahli Pidana dan Ahli Digital Forensik secara online melalui aplikasi Zoom, sementara Ahli Kedokteran akan hadir secara langsung di ruang sidang Pengadilan Negeri Nabire.

(Red)

Pengamanan Sidang Ketiga Kasus Pembunuhan Waroki Berjalan Kondusif

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Pelaksanaan pengamanan sidang ketiga kasus pembunuhan viral di Waroki pada Kamis (27/8/2026) berlangsung aman dan sangat kondusif dari pagi hingga menjelang tengah malam. Kondisi ini berbanding terbalik dari dua agenda persidangan sebelumnya yang sempat diwarnai ketegangan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR., menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian pengamanan pada hari Kamis tersebut. Ia menegaskan bahwa kelancaran persidangan tak lepas dari komunikasi yang terjalin baik antara Kepolisian, Pengadilan Negeri, serta pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT).

“Kondisi kondusif ini adalah hasil kerja sama dan komunikasi yang baik. Pengurus IKT turut memberikan edukasi kepada pihak keluarga korban dan masyarakat yang hadir, sehingga mereka memahami prosedur hukum yang sedang berjalan,” ujar AKBP Samuel D. Tatiratu.

Menghadapi agenda sidang keempat pada Jumat (28/8/2026) dengan agenda pemeriksaan saksi dan keterangan ahli, Polres Nabire telah menyiapkan personel pengamanan. Apel siaga akan digelar mulai pukul 08.00 WIT untuk memplotting personel pada titik-titik yang telah ditentukan sebelum persidangan dimulai pukul 09.00 WIT.

Kapolres berharap situasi yang tenang ini terus bertahan hingga sidang putusan akhir. Ia menekankan bahwa pihak kepolisian dan pengadilan mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum tanpa tindakan provokatif.

“Apapun keputusan akhirnya nanti, itu adalah hak penuh dari Majelis Hakim. Kami dari Polres Nabire bersama Pengadilan Negeri fokus memastikan pengamanan berjalan maksimal tanpa mencampuri materi maupun proses persidangan,” pungkasnya.

(Red)

Nabire Sabet Juara Gala Siswa Indonesia Papua Tengah 2026

0

Globalpapua.id, NABIRE – Kabupaten Nabire berhasil merebut gelar juara pertama dalam ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang resmi ditutup di Nabire. Turnamen sepak bola antarpelajar yang berlangsung sejak 24 Agustus 2026 ini diikuti oleh kontingen dari lima kabupaten, yaitu Mimika, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, dan Nabire. Pada posisi runner-up, Kabupaten Paniai sukses mengamankan juara kedua, disusul Kabupaten Deiyai yang menempati peringkat ketiga. Jumat (28/8/2026).

Rangkaian ajang pembinaan bakat olahraga tersebut diakhiri dengan prosesi penyerahan medali serta hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet muda. Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, Marten Ukago, yang hadir membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. Ia menegaskan pentingnya ajang ini sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menilai bahwa kawasan ini memiliki potensi besar dalam mencetak pesepak bola berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Gala Siswa Indonesia bukan semata-mata pertandingan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi merupakan bagian dari proses pendidikan untuk melatih disiplin, kerja keras, dan sportivitas,” ujar Marten Ukago.

Marten Ukago mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, berharap ajang Gala Siswa Indonesia ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet muda berbakat yang kelak mampu mengharumkan nama Papua Tengah di kancah nasional maupun internasional.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga berharap kegiatan ini terus menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda yang berjiwa sportif, disiplin, dan pantang menyerah, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwilayah di Papua Tengah.

(Alvi)

IPMADO Nabire Gelar Konsolidasi Tahap II Kasus “Dogiyai Berdarah”, Marius Petege Soroti Kinerja DPR Papua Tengah

0

Globalpapua.id, NABIRE – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menggelar konsolidasi internal. Pertemuan yang berlangsung di Asrama Putra Dogiyai (ASDO) Wonorejo tersebut bertujuan untuk melakukan pembacaan situasi terkini di Dogiyai sekaligus mengonsolidasikan rencana aksi pengecekan aspirasi ke DPR Provinsi Papua Tengah. Kamis (27/8/2026).

Seluruh elemen pelajar, mahasiswa, pemuda, intelektual, dan organisasi kepemudaan (OKP) di Nabire diundang untuk mengawal tuntutan masyarakat terkait penanganan kasus Dogiyai Berdarah.

Ketua Asrama Putra Dogiyai Kota Nabire sekaligus anggota aktif Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Nabire, Marius Petege yang akrab disapa TipeX, menegaskan keberlanjutan agenda pengawalan aspirasi ini. Menurutnya, konsolidasi yang digelar merupakan langkah penting untuk mempertanyakan sejauh mana progres penyelesaian kasus tersebut.

“Hari ini kami melakukan konsolidasi kedua terkait aspirasi yang sempat dimasukkan. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pengecekan ke kantor DPR Provinsi untuk menindaklanjuti sejauh mana progres penanganannya,” ujar TipeX.

Selain menyoroti kelanjutan proses di legislatif, Marius juga menyampaikan pandangannya terkait narasi publik dan penanganan aspirasi korban di media. Ia menegaskan bahwa IPMADO akan terus bergerak dan menyiapkan langkah teknis dalam waktu dekat demi menuntut kejelasan atas aspirasi masyarakat.

“Dalam waktu dekat, kami pasti melakukan pengecekan, baik dalam bentuk long march maupun mendatangi langsung kantor DPR. Konsolidasi di masing-masing asrama terus berjalan untuk mengawal keadilan bagi masyarakat,” pungkas TipeX.

(Alvi)

Dukung Pendidikan OAP, Gubernur Nawipa Alokasikan Rp56 Miliar untuk SPH Nabire

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam membenahi kualitas sumber daya manusia dengan mengalokasikan bantuan anggaran sebesar Rp56 miliar secara bertahap untuk pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa saat menghadiri acara Open House SPH Nabire di Aula GPSDI, Jalan Martadinata, Kelurahan Nabarua, Nabire. Jumat (28/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Meki meninjau langsung kesiapan fasilitas, lingkungan belajar, hingga program pembelajaran yang diimplementasikan pihak sekolah.

Di hadapan para dewan guru, pengurus yayasan, dan siswa, Gubernur Meki menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pendidik yang tak kenal lelah mendidik generasi muda Papua.

Ia menegaskan bahwa aspek pembangunan pendidikan merupakan program prioritas kepemimpinannya guna memastikan masa depan Orang Asli Papua (OAP) yang lebih cerah.

“Lewat pendidikan, mindset dan karakter anak-anak kita dibentuk. Tidak boleh ada lagi anak Papua yang tidak sekolah. Kesempatan belajar itu datang sekali, maka manfaatkan dengan tekun agar kelak berilmu dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegas Gubernur Meki.

Gubernur Meki menaruh harapan besar agar Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire terus konsisten menjadi wadah pembentukan karakter serta peningkatan keterampilan peserta didik.

Melalui dukungan penuh dari pemerintah daerah, Gubernur Meki berharap SPH Nabire mampu menciptakan lingkungan belajar yang berdampak luas dalam melahirkan lulusan unggul yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tetapi juga memiliki keahlian praktis untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi kemajuan Papua Tengah.

(ALVI)

DLHKP Papua Tengah: El Nino Bertahan hingga 2027, Keterbatasan Sarana Pemadam Harus Segera Diatasi

0

Globalpapua.id, NABIRE – — Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah menyoroti ancaman panjang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Ketersediaan sarana dan prasarana pemadam yang masih terbatas menjadi tantangan utama yang harus segera dibenahi. Kamis (27/8/2026).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris DLHKP Provinsi Papua Tengah, Alexander Pekei, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR Papua Tengah di Ruang Rapat ADK DPR Papua Tengah, Nabire. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, Jhon NR Gobai.

Alexander menegaskan, perubahan cuaca ekstrem telah berdampak langsung pada kondisi vegetasi dan lahan di wilayah Papua Tengah.

“Fenomena El Nino menyebabkan kondisi lingkungan semakin kering sehingga meningkatkan risiko karhutla. Sementara itu, kami masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Kondisi ini perlu segera diperkuat mengingat El Nino diperkirakan berlangsung hingga awal 2027,” ujar Alexander.

Guna mengatasi keterbatasan tersebut, DLHKP mendorong pembentukan dan penguatan kelembagaan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terpadu. Satgas ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat lokal di area rawan kebakaran.

Melalui forum RDP ini, DLHKP berharap DPR Papua Tengah dapat memberikan dukungan konkret berupa regulasi dan alokasi anggaran mitigasi. Penambahan fasilitas serta kesiapan personel dinilai mendesak agar potensi bencana karhutla dapat ditekan secara optimal.

(Alvi)

Polda Papua Tengah Petakan 134 Titik Panas Karhutla, Penyelidikan Pidana Pembakaran Mulai Membidik Korporasi

0

Globalpapua.id, NABIRE — Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini memaparkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam Rapat Dengar Pendapat di Kantor DPR Papua Tengah, Nabire, yang dihadiri jajaran Pemprov Papua Tengah, TNI, BMKG, dan legislatif setempat. Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan pemantauan terbaru, terdeteksi sebanyak 134 hotspot (titik panas) yang tersebar di tujuh kabupaten, dengan konsentrasi tertinggi berada di Nabire (47 titik) dan Paniai (41 titik), sementara Satuan Tugas Operasi Aman Nusa II telah memadamkan api di 47 titik kebakaran serta mengintensifkan sosialisasi dua shift saban hari.

Guna mempercepat proses pemadaman di lapangan yang kerap terkendala medan ekstrem, pihak kepolisian kini telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik sumber air serta mengerahkan personel gabungan dari Ditlantas, Ditbinmas, hingga satuan di tingkat polres.

“Kami telah mengerahkan personel untuk sosialisasi dan imbauan rutin pagi dan sore, sekaligus memetakan sumber air guna mempermudah pengisian armada pemadam saat terjadi kebakaran,” kata Kapolda Rontini.

Di samping langkah korektif dan penanganan teknis, Polda Papua Tengah menegaskan tak segan memproses hukum pihak-pihak yang sengaja membakar lahan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana pendukung di kawasan tersebut.

“Selain pemadaman, kami juga melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelaku pembakaran; ada beberapa perorangan maupun korporasi yang saat ini masih kami dalami keterlibatannya,” tutup Brigjen Pol Jermias.

(Alvi)

Korem 173/PVB Tekan Karhutla Papua Tengah 87 Persen, Waspada El Nino hingga 2027

0

Globalpapua.id, NABIRE — Aksi cepat tim gabungan di bawah kendali pemantauan Komando Resor Militer (Korem) 173/Praja Vira Braja (PVB) membuahkan hasil signifikan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Papua Tengah. Meski sebaran titik panas (hotspot) berhasil ditekan hingga 87,4 persen, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan mengingat ancaman kemarau panjang El Niño diproyeksikan bertahan hingga awal 2027.

Pemaparan capaian tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Wakil Ketua IV DPR Provinsi Papua Tengah Jhon NR Gobai di Nabire, Kamis (27/8/2026).

Kepala Seksi Operasi Kasrem 173/PVB Letnan Kolonel (Inf) Adri Asmara Yudha menjelaskan, intervensi intensif ribuan personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran berhasil meredam lonjakan titik api dalam kurun waktu empat hari.

“Terjadi penurunan drastis sebesar 87,4 persen, dari puncak sebaran sebanyak 733 titik pada 22 Agustus menjadi tinggal 92 titik pada 26 Agustus,” ujar Adri

Operasi pemadaman darat yang menyasar kawasan terdampak parah seperti Waroki, Karadiri, hingga pemukiman warga di Nabire bahkan sukses menekan titik panas tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) hingga nihil.

Kendati demikian, pihak Korem 173/PVB menegaskan keberhasilan ini tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri.

Penanganan bencana lingkungan di Tanah Papua membutuhkan penguatan regulasi daerah, alokasi anggaran darurat yang memadai, serta patroli pencegahan terpadu secara berkelanjutan guna melindungi ekosistem dan masyarakat Papua Tengah dari ancaman yang lebih luas.

(Alvi)

MOST COMMENTED

- Advertisement -