Kamis, Oktober 8, 2026
Google search engine

Disdikbud Papua Tengah Tutup Lokakarya PAUD Bermutu di Nabire, Yulianus : “PAUD Bermutu Jadi Kunci Wujudkan Generasi Emas dan Perkuat Fondasi SDM”

0

Globalpapua.id, Nabire – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah resmi menutup Lokakarya PAUD Bermutu bagi Pokja Bunda PAUD se-Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung pada 7–9 Juli 2026 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan yang diikuti 30 peserta dari delapan kabupaten ini bertujuan memperkuat kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Melalui pendampingan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua dan UNICEF Papua, lokakarya ini diharapkan mampu mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inovatif, berbasis kearifan lokal, serta mendukung pemerataan pendidikan di Papua Tengah, Kamis (9/7/2026).

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah sekaligus Kepala Bidang Data, Yulianus Kuayo, menegaskan bahwa usia dini merupakan masa emas perkembangan anak sehingga layanan PAUD harus menjadi perhatian bersama. Ia menyebut pembenahan data pendidikan berhasil menurunkan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) dari sekitar 205 ribu anak pada 2024 menjadi sekitar 130 ribu anak pada 2025, namun upaya tersebut harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“PAUD menjadi fondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Karena itu, seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan hasil lokakarya di daerah masing-masing agar semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan sejak usia dini, meski menghadapi tantangan geografis Papua Tengah,” ujar Yulianus.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja PAUD Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua, Anelis Fairyo, menekankan pentingnya pelaksanaan wajib belajar 13 tahun, khususnya satu tahun prasekolah, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, Pokja Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan pentingnya pendidikan prasekolah, memperkuat layanan PAUD Holistik Integratif, serta mendukung penanganan anak tidak sekolah melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap hasil lokakarya ini tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi benar-benar diimplementasikan hingga kabupaten, distrik, dan kampung agar seluruh anak Papua Tengah memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan merata,” tutup Anelis.

(Red)

Pangdam XVII/Cenderawasih Tekankan Disiplin, Integritas, dan Profesionalisme Saat Beri Arahan di Korem 173/PVB

0

Globalpapua.id, Nabire – Panglima Kodam Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, memberikan pengarahan kepada sekitar 700 prajurit, PNS, dan anggota Persit Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) di Aula Makorem 173/PVB, Nabire, Papua Tengah, Kegiatan pembinaan personel tersebut bertujuan memperkuat disiplin, integritas, profesionalisme, serta kesiapan prajurit dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kamis (9/7/2026).

Kedatangan Pangdam yang didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XVII/Cenderawasih, Ny. Ina Febriel Buyung Sikumbang, disambut Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto beserta jajaran pejabat Korem. Prosesi penyambutan berlangsung dengan nuansa kearifan lokal melalui pengalungan noken dan tarian Yospan, dilanjutkan penanaman pohon di lingkungan Makorem serta rapat internal sebelum pengarahan kepada seluruh peserta.

Dalam arahannya, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menegaskan bahwa rasa syukur merupakan landasan utama yang harus dimiliki setiap prajurit. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan menjadi prajurit TNI merupakan hasil perjuangan melalui proses seleksi yang ketat, sehingga harus dijaga dengan dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pangdam juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah satuan tidak ditentukan oleh satu individu, melainkan oleh kerja sama seluruh personel. Karena itu, setiap prajurit diminta untuk bangga terhadap tugas dan jabatan yang diemban tanpa memandang pangkat maupun posisi. Menurutnya, kemuliaan seorang prajurit tercermin dari integritas, kedisiplinan, sikap, serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Selain memperkuat nilai-nilai moral, Pangdam mengingatkan pentingnya menjaga kemampuan dasar keprajuritan. Ia meminta seluruh personel terus memelihara kebugaran fisik, kemampuan menembak, bela diri militer, navigasi medan, patroli, hingga keterampilan bertahan hidup agar senantiasa siap menghadapi setiap penugasan.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam turut mengingatkan seluruh prajurit agar menghindari berbagai bentuk pelanggaran, seperti perselingkuhan, penyalahgunaan media sosial, judi online, pinjaman online yang tidak terkendali, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan lain yang dapat mencoreng nama baik institusi. Menurutnya, berbagai pelanggaran sering kali berawal dari lemahnya pengendalian diri dan kurangnya rasa syukur. Oleh sebab itu, setiap prajurit harus membentengi diri dengan keimanan, moral, serta nilai-nilai agama.

Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh prajurit untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak dini, termasuk memiliki rumah, merencanakan usaha setelah memasuki masa purnatugas, serta memberikan perhatian terhadap pendidikan anak. Ia juga mendorong prajurit dan anggota Persit memanfaatkan media sosial secara bijak dengan menyebarluaskan berbagai kegiatan positif satuan sebagai bentuk transparansi sekaligus wujud pengabdian TNI kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi dialog dan tanya jawab, pemberian hadiah kepada prajurit dan anggota Persit yang berulang tahun pada Juli 2026, penyerahan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa kepada Praka Dian Wahyudi dari Yonif 753/AVT menjadi Kopral Dua, penandatanganan pesan dan kesan Pangdam, serta foto bersama. Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

(Red)

Rumah Warga di Samabusa Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp170 Juta

0

Globalpapua.id, Nabire – Satu unit rumah milik Rini Iriana Laloan (32) di Jalan Poros Samabusa, Kelurahan Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, ludes dilalap api sekitar pukul 13.35 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp170 juta. Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui setelah anak korban yang sedang bermain di sekitar lokasi melihat kepulan asap dari arah rumah dan segera memberi tahu ibunya. Saat itu korban sedang berada di rumah ayahnya yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Mengetahui rumahnya terbakar, korban bergegas menuju lokasi dan mendapati api sudah berkobar. Korban kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api. Namun, karena sebagian besar bangunan berbahan kayu, kobaran api dengan cepat menghanguskan seluruh rumah.

Saksi, Aprilia Toda (19), mengatakan api pertama kali terlihat berasal dari bagian belakang rumah, tepatnya di area dapur. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak ada penghuni yang berada di dalam bangunan.

“Saya melihat api sudah menyala dari arah belakang rumah, tepatnya di bagian dapur. Saat itu tidak ada orang di dalam rumah,” ujar Aprilia.

Sekitar pukul 14.00 WIT, tim pemadam kebakaran Provinsi Papua Tengah tiba di lokasi menggunakan dua unit mobil pemadam dan langsung melakukan upaya pemadaman terhadap sisa kobaran api. Lima menit kemudian, personel Polres Nabire yang dipimpin Perwira Pengawas (Pamapta) turut mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan. Tim pemadam kebakaran menyelesaikan penanganan dan meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.30 WIT.

Petugas menyatakan penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Hal itu karena rumah dalam keadaan kosong saat kejadian dan belum ada saksi yang mengetahui secara langsung awal mula munculnya api.

“Penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Syukurnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp170 juta,” kata seorang petugas di lokasi kejadian.

(Alvi)

Satlantas Nabire Intensifkan KRYD, Tekan Kecelakaan Fatal, Kasat Lantas: “Pelanggar Tidak Lagi Ditegur, Langsung Ditilang”

0

Globalpapua.id, Nabire – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire meningkatkan pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli sore di sejumlah ruas jalan di Kota Nabire, Papua Tengah. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara roda dua yang terbukti melanggar aturan lalu lintas, terutama yang tidak menggunakan helm. Rabu (8/7/2026).

Kasat Lantas Polres Nabire, IPTU Hendri Antoro, mengatakan peningkatan patroli dilakukan sebagai respons atas masih tingginya angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Kota Nabire.

“Maraknya pelanggaran lalu lintas di Kota Nabire menjadi alasan kami meningkatkan kegiatan patroli melalui KRYD. Selama ini kami sudah mengedepankan upaya persuasif dengan memberikan imbauan dan teguran. Namun, karena pelanggaran masih terus terjadi, saat ini kami mulai melakukan penindakan berupa tilang, khususnya terhadap pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm,” ujar IPTU Hendri Antoro usai pelaksanaan KRYD di Jalan Pepera, Nabire.

Menurutnya, selain meningkatkan disiplin berlalu lintas, patroli tersebut juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan.

“Banyak kecelakaan yang terjadi akhir-akhir ini dengan korban luka berat bahkan meninggal dunia. Sebagian besar melibatkan pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm. Karena itu, kami mengantisipasi kejadian tersebut dengan melaksanakan patroli sore, terutama di kawasan hijau yang menjadi kawasan percontohan tertib berlalu lintas,” jelasnya.

IPTU Hendri Antoro menambahkan, kegiatan patroli akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi lalu lintas di Kota Nabire.

“Patroli sore ini akan kami laksanakan secara kontinu. Jadwalnya menyesuaikan kondisi di lapangan, bisa dua hari sekali bahkan setiap hari apabila diperlukan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kasat Lantas juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, serta memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) pada kendaraannya.

(Alvi)

Pangdam Cenderawasih Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Papua Tengah

0

Globalpapua.id, Nabire – Kunjungan kerja Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, ke Kabupaten Nabire, menjadi momentum memperkuat sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas serta mendukung percepatan pembangunan di Papua Tengah. Rabu (8/7/2026).

Setibanya di Bandar Udara Douw Aturure Nabire, Pangdam XVII/Cenderawasih bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XVII/Cenderawasih disambut langsung oleh Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Vivin Alivianto, S.I.P., beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan nuansa budaya Papua melalui pengalungan noken, tarian adat, serta tabuhan tifa sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan yang berkunjung ke Papua Tengah.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari agenda pembinaan satuan teritorial sekaligus evaluasi kondisi keamanan di wilayah Papua Tengah. Selain memberikan arahan kepada prajurit, Pangdam juga dijadwalkan meninjau kesiapan satuan di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) guna memastikan kesiapan operasional dalam mendukung tugas pengamanan dan pembinaan teritorial.

Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menegaskan komitmen Kodam XVII/Cenderawasih untuk terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Papua.

“Kami akan terus mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas dalam menjaga kedaulatan NKRI. TNI juga siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk mendukung percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tegas Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.

Rangkaian penyambutan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Papua Tengah.

(Alvi)

Setelah Dipastikan Kepemilikannya, Motor Hasil Curanmor Dikembalikan kepada Warga Nabire

0

Globalpapua.id, Nabire – Satuan Lalu Lintas Polres Nabire menyerahkan barang bukti berupa satu unit sepeda motor hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kepada pemiliknya di halaman parkir Satlantas Polres Nabire, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan dipimpin oleh Plt. Kasat Lantas Polres Nabire, IPTU Hendri Antoro, didampingi Kanit Gakkum Satlantas, IPDA Satrio D.S. Sebelum kendaraan diserahkan, petugas melakukan pemeriksaan dokumen kepemilikan, termasuk Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut benar merupakan milik Subardi selaku pemilik sah.

Usai menerima kendaraannya, Subardi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Satlantas Polres Nabire atas keberhasilan mengamankan serta mengembalikan sepeda motor miliknya yang sebelumnya hilang akibat tindak pidana curanmo

Kegiatan penyerahan barang bukti berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Hal ini merupakan wujud komitmen Polres Nabire dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengembalikan hak pemilik atas barang bukti yang telah berhasil diamankan.

(Red)

Ratusan ASN Papua Tengah Ikuti Sosialisasi Program Pensiun, Ini Pesan Gubernur Meki Nawipa

0

Globalpapua.id, NABIRE– Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Sosialisasi Program Pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah se-Provinsi Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan ASN calon purnabakti itu menghadirkan narasumber dari PT Taspen (Persero) Jayapura dan Bank Mandiri Taspen Cabang Nabire sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai hak pensiun, tabungan hari tua, hingga layanan perbankan bagi ASN yang akan memasuki masa purnabakti.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam sambutannya diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Viktor Fun, menegaskan bahwa masa pensiun merupakan fase yang pasti dilalui setiap ASN dan harus dipersiapkan dengan baik. Menurutnya, purnabakti bukan menjadi akhir dari pengabdian, tetapi momentum untuk tetap berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat.

“Pensiun bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah babak baru untuk terus berkarya di tengah masyarakat dengan cara dan ruang yang berbeda. Dedikasi dan pengabdian para ASN selama puluhan tahun merupakan aset bangsa yang sangat berharga dan patut diapresiasi,” kata Meki Nawipa.

Meki Nawipa juga mengapresiasi PT Taspen dan Bank Mandiri Taspen yang telah menyelenggarakan sosialisasi tersebut.

Ia berharap pelayanan kepada ASN, khususnya calon pensiunan di Papua Tengah, semakin mudah melalui sistem yang terintegrasi dan layanan jemput bola, mengingat tantangan geografis wilayah Papua Tengah.

“Pastikan hak-hak para pensiunan kita dapat diterima dengan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat orang. Selain itu, berikan edukasi literasi keuangan agar para purnabakti tetap produktif, mandiri, dan sejahtera di masa tua,” tegasnya.

Gubernur juga mengimbau seluruh ASN calon pensiun memanfaatkan sosialisasi tersebut untuk memahami seluruh hak dan fasilitas yang tersedia sehingga tidak menemui kendala saat memasuki masa purnabakti.

(Red)

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Dioperasikan, Dukung Efektivitas Pemerintahan

0

Globalpapua.id, NABIRE– Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai mengoperasikan Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Tengah melalui kegiatan sosialisasi pengoperasian sarana dan prasarana yang digelar di Nabire, Senin (6/7/2026).

Pengoperasian rumah susun tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pemerintahan sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Papua Tengah.

Pembangunan Rusun ASN merupakan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Papua. Fasilitas hunian ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal ASN yang bertugas di Papua Tengah sehingga dapat bekerja lebih optimal dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Sambutan Gubernur Papua Tengah, , diwakili oleh selaku Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah. Dalam sambutan tersebut, Gubernur mengatakan kehadiran rumah susun diharapkan mampu menunjang kebutuhan hunian bagi ASN sekaligus meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Kehadiran rumah susun ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan hunian bagi Aparatur Sipil Negara, sekaligus menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” demikian sambutan Gubernur yang dibacakan Viktor Fun.

Gubernur juga menegaskan pengelolaan rumah susun harus dilakukan secara disiplin, transparan, dan bertanggung jawab karena merupakan aset pemerintah yang harus dijaga keberlanjutannya.

“Kepada perangkat daerah dan pengelola yang telah diberi tanggung jawab, saya minta agar pengelolaan rumah susun ini dilakukan dengan disiplin dan transparan. Rumah susun ini adalah aset pemerintah yang harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” bunyi sambutan Gubernur Meki.

Menurut Gubernur, tata kelola Rusun ASN akan mengacu pada Keputusan Gubernur Papua Tengah Nomor 100.3.3.1/132 Tahun 2026 sebagai dasar pengelolaan dan pemanfaatan rumah susun agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Melalui sosialisasi tersebut, Gubernur juga meminta adanya koordinasi yang kuat antara Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Papua, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta badan pengelola yang telah ditunjuk.

Ia berharap pengelolaan yang profesional dapat menjaga kawasan rumah susun tetap aman, bersih, tertib, dan nyaman sehingga mampu mendukung kinerja ASN dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat Papua Tengah.

(Red)

GPMI-I Gelar Konsolidasi, Soroti Konflik di Intan Jaya dan Rencana Aksi Aspirasi

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah)– Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) menggelar Diskusi dan Konsolidasi Tahap I di Asrama Puncak, Jalan Jakarta, Nabire, Senin (6/7/2026). Forum tersebut mengangkat tema “Intan Jaya: Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer demi Kepentingan Investasi” sebagai ruang diskusi bagi pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya.

Diskusi yang menghadirkan Kanibal Papua sebagai pemandu materi itu membahas berbagai pandangan peserta terkait dinamika keamanan, politik, dan kondisi kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya maupun wilayah Papua secara umum.

Dalam forum, peserta menyampaikan pandangan bahwa konflik bersenjata yang terjadi di sejumlah wilayah Papua telah memicu dampak kemanusiaan, seperti jatuhnya korban jiwa, meningkatnya jumlah pengungsi, serta terganggunya aktivitas masyarakat. Mereka juga menyoroti kesulitan masyarakat sipil yang berada di tengah situasi konflik.

Peserta turut menilai meningkatnya kehadiran aparat keamanan di beberapa wilayah pegunungan berdampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga aktivitas sehari-hari masyarakat. Selain itu, berkembang pula pandangan dalam diskusi bahwa penguatan pengamanan di sejumlah wilayah berkaitan dengan kawasan yang memiliki potensi sumber daya alam.

Forum juga menyampaikan kritik terhadap berbagai pihak yang dinilai belum memberikan perhatian yang memadai terhadap persoalan kemanusiaan di Papua. Para peserta berharap pemerintah, lembaga negara, organisasi kemanusiaan, dan institusi keagamaan dapat berperan lebih aktif dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai serta memberikan perlindungan bagi masyarakat terdampak.

Selain membahas kondisi kemanusiaan, kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi internal organisasi untuk memperkuat solidaritas mahasiswa dan menyusun langkah-langkah lanjutan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat melalui jalur damai.

Siapkan Aksi Penyampaian Aspirasi

Usai kegiatan, pemandu diskusi Jonatan Sani atau biasa disapa Kanibal Papua mengatakan bahwa konsolidasi tahap pertama menjadi langkah awal dalam menyatukan pandangan organisasi sekaligus mempersiapkan agenda berikutnya.a

“Diskusi dan konsolidasi tahap pertama ini merupakan langkah awal untuk menyatukan pandangan. Dalam waktu dekat kami berencana menggelar aksi penyampaian aspirasi. Waktu pelaksanaannya masih menunggu keputusan bersama dan akan diumumkan setelah seluruh persiapan selesai,” ujar Kanibal Papua.

Ia menambahkan, panitia akan segera menetapkan jadwal pelaksanaan aksi sebelum menyebarluaskan poster dan flyer melalui berbagai media informasi serta jaringan pelajar dan mahasiswa.

“Kepada masyarakat dan kawan-kawan mahasiswa, nantinya tunggu informasi resmi melalui brosur dan media yang akan kami sebarkan setelah seluruh persiapan selesai,” katanya.

Mengakhiri kegiatan, panitia mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa untuk terus membangun solidaritas serta aktif terlibat dalam ruang-ruang diskusi dan konsolidasi sebagai bagian dari penyampaian aspirasi secara damai. Ajakan tersebut disampaikan melalui slogan kegiatan, “Mari Libatkan Diri.”

(Red)

Tiga Tokoh Masyarakat Bersuara: Kami Palang Demi Hidup, Bukan Jadi Tameng

0

Globalpapua.id, NABIRE, (Papua Tengah) – Tudingan bahwa masyarakat Kampung Nifasi dijadikan “tameng” oleh PT Kristalin Eka Lestari dibantah tegas oleh tiga tokoh masyarakat setempat. Mereka menegaskan bahwa aksi pemalangan di lokasi kerja Musairo merupakan keputusan murni masyarakat adat sebagai bentuk mempertahankan hak, aset, dan sumber penghidupan warga, bukan atas arahan perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pernyataan Kepala Suku Besar Wate, Otis Money, yang sebelumnya meminta perusahaan tidak menjadikan masyarakat sebagai tameng. Jangan mengadu domba masyarakat dengan pemerintah.

“Pemalangan Adalah Hak Kami”

Kepala Suku Kampung Nifasi, Dominggus Money, mengatakan pemalangan merupakan hak masyarakat adat untuk menjaga aset dan memperjuangkan masa depan kampung yang dinilai masih membutuhkan perhatian pembangunan.

Menurutnya, kehadiran PT Kristalin Eka Lestari berawal dari keinginan masyarakat yang berharap investasi dapat membuka akses pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Karena itu, ia meminta pemerintah dan pihak terkait lebih mengedepankan dialog dengan masyarakat sebelum mengambil langkah di lapangan.

“Kami yang mengundang perusahaan datang. Kalau ada persoalan, duduk bersama masyarakat, dengarkan aspirasi kami. Jangan mengambil keputusan tanpa komunikasi,” tegasnya.

Tokoh Perempuan: “Kami Berdiri Karena Merasakan Manfaatnya”

Senada dengan itu, Tokoh Perempuan Adat Wate Kampung Nifasi, Yantris, membantah anggapan bahwa warga digerakkan atau diperalat perusahaan.

Ia menyebut masyarakat bertahan karena merasakan langsung manfaat keberadaan perusahaan, mulai dari bantuan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, dukungan pendidikan, bantuan saat kedukaan, hingga pembangunan rumah bagi masyarakat.

Menurut Yantris, apabila terdapat persoalan administrasi atau perizinan perusahaan, penyelesaiannya harus dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku tanpa menghentikan aktivitas yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

“Kalau urusan izin atau pajak, selesaikan dengan perusahaan. Jangan sampai masyarakat kecil kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Suku Dani: “Jangan Ganggu Piring Makan Kami”

Perwakilan warga Suku Dani, Romi Wonda, menyatakan dukungan terhadap keputusan adat untuk tetap mempertahankan pemalangan hingga ada penyelesaian resmi.

Ia menegaskan masyarakat hanya akan membuka palang apabila ada komunikasi langsung dari pimpinan PT Kristalin Eka Lestari dengan masyarakat adat.

Romi juga meminta agar aparat maupun Satgas menghormati keputusan masyarakat selama proses penyelesaian berlangsung.

“Kami hanya ingin satu, jangan ganggu piring makan masyarakat kecil. Kami hidup dari aktivitas yang ada di sini,” katanya.

Tetap Bertahan Hingga Ada Kesepakatan

Ketiga tokoh masyarakat sepakat pemalangan di lokasi kerja Musairo akan tetap dipertahankan sampai tercapai penyelesaian resmi antara PT Kristalin Eka Lestari dan Satgas.

Mereka berharap penyelesaian dilakukan melalui dialog yang mengedepankan musyawarah, menghormati hak-hak masyarakat adat, serta memberikan kepastian bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas perusahaan.

(Red)

 

MOST COMMENTED

- Advertisement -