/2026/01/1767996508503-1.png"/>

Globalpapua.id, NABIRE — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah mengambil langkah cepat merespons merebaknya kasus infeksi kulit di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya. Bekerja sama dengan Dinkes Puncak Jaya, tim medis khusus beserta pasokan obat darurat resmi dikirimkan ke lokasi terdampak pada Rabu (2/9/2026).

Intervensi darurat ini dilakukan pascalaporan lonjakan kasus parasit skabies yang memicu pioderma—infeksi kulit sekunder bernanah. Kondisi tersebut sempat membuat pasien membludak hingga memicu kelangkaan stok obat utama di Rumah Sakit Mulia.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, menyatakan penanganan di Distrik Mewoluk kini menjadi fokus perhatian utama pemerintah provinsi.

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi intensif dengan tim di Puncak Jaya. Fasilitas kesehatan di sana membutuhkan dukungan mendesak, baik berupa pemenuhan logistik obat maupun penebalan tenaga medis,” ungkap dr. Agus di Nabire.

Sebagai langkah konkret memutus rantai penularan, Tim Pelayanan Kesehatan gabungan diterjunkan langsung ke Distrik Mewoluk untuk menggelar pemeriksaan masif dan penanganan dini. Stok salep Permetrin beserta logistik medis pendukung disyiapkan melalui jalur udara guna mengantisipasi rujukan pasien dari puskesmas setempat.

“Seluruh logistik medis sudah terkondisikan di kargo penerbangan. Meski hari ini sempat tertunda akibat pembatalan penerbangan, kami pastikan bantuan meluncur dengan jadwal penerbangan paling awal esok pagi,” jelas dr. Agus.

Tak hanya fokus pada pengobatan, dr. Agus menggarisbawahi krusialnya edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi warga lokal. Langkah preventif ini dinilai sangat penting agar kasus serupa tidak kembali merebak usai pengobatan massal selesai.

Masyarakat Mewoluk dan sekitarnya pun diimbau untuk terus menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Jika mulai merasakan gejala gatal-gatal pada kulit, warga diminta segera mendatangi posko kesehatan terdekat agar memperoleh perawatan awal sebelum terjadi komplikasi.

“Melalui sinergi cepat ini, kita optimistis kasus infeksi dapat segera diredam. Kami memastikan pelayanan kesehatan bagi warga Puncak Jaya tetap berjalan maksimal,” tegasnya.

(Alvi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini