/2026/01/1767996508503-1.png"/>Dinkes Papua Tengah Siapkan Logistik Medis dan Imbau Masyarakat Memakai Masker Dampak Karhutla Nabire
/2026/01/1767996508503-1.png"/>Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar rapat darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Jumat (21/8/2026).
Langkah tanggap darurat ini dipimpin oleh Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule guna memobilisasi armada pemadam menyusul kebakaran yang meluas dari kawasan SP 3 Karadiri hingga mendekati Bandara Douw Aturure Nabire.
Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah bergerak cepat mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap masyarakat.
Plt. Kadinkes Papua Tengah dr. Agus mengungkapkan bahwa pihaknya mulai mendeteksi adanya dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla tersebut.
“Akibat paparan asap ini, berdasarkan data dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang kami miliki, terdapat tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Meskipun demikian, saat ini peningkatannya belum tergolong signifikan. Pemantauan harian terhadap kasus ISPA dan kualitas udara akan terus kami laporkan secara khusus,” ujar dr. Agus.
Untuk menanggulangi risiko paparan asap, Dinkes Papua Tengah telah menyiagakan puluhan ribu masker serta memastikan ketersediaan logistik obat-obatan dan layanan darurat.
“Stok masker tiga lapis (3-ply) yang kami miliki saat ini tersedia sebanyak 23 karton atau sekitar 60.000 lembar. Kami mulai melakukan pembagian rutin harian sebanyak 1.000 masker di sejumlah titik ruang publik. Ketersediaan obat batuk dan vitamin juga dipastikan aman di Instalasi Farmasi Provinsi, didukung armada ambulans yang disiagakan penuh untuk mengantisipasi kasus gawat darurat seperti sesak napas akut,” lanjut dr. Agus.
Terkait kegiatan Car Free Day (CFD) pekan ini, dr. Agus menjelaskan bahwa pelaksanaannya tetap berjalan dengan diselingi promosi kesehatan dan pembagian masker gratis, sebelum nantinya dievaluasi kembali untuk pekan depan demi perlindungan kesehatan warga.
Menutup keterangannya, dr. Agus menyampaikan imbauan penting agar masyarakat aktif menjaga kesehatan dan tidak memperburuk kondisi udara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan gizi, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Segera kunjungi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala batuk pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat, dada sesak, atau gejala kesehatan lainnya,” imbau dr. Agus.
(Red)





