Globalpapua.id, KIGAMANI (Papua Tengah) – Keamanan bukan hanya soal patroli sirene yang menderu, tapi soal hadirnya rasa tenang di tengah hiruk-pikuk pasar. Hal itulah yang ditunjukkan oleh jajaran Polres Dogiyai dan Resimen 3 Pasukan Pelopor Korbrimob Polri pada Selasa (21/4/2026).

Alih-alih berada di balik kemudi mobil patroli, para personel yang dipimpin oleh Wakapolres Dogiyai, AKP Ngarifin, S.H., memilih untuk “turun ke bumi”. Mereka menyusuri aspal Dogiyai dengan berjalan kaki, mulai dari Terminal Moanemani hingga masuk ke lorong-lorong Kampung Kimipugi.

Pemandangan menarik terlihat saat rombongan tiba di Kompleks Pasar Ikebo. Langkah kaki personel terhenti di depan lapak-lapak dagangan. Tidak ada suasana tegang; yang ada justru dialog hangat antara petugas dan para pedagang.

Sambil memantau arus lalu lintas di pertigaan pasar, para perwira seperti IPTU Bambang Triyatwoko dan IPDA Ledrik Pattikayhattu tampak akrab berbincang dengan masyarakat. Bagi Polres Dogiyai, mendengar suara “Mama-mama” pedagang adalah cara paling efektif untuk memetakan situasi keamanan yang sesungguhnya.

Tujuan besar dari aksi jalan kaki ini sederhana namun mendalam: Memastikan urat nadi ekonomi masyarakat tetap berdenyut. Dengan kehadiran polisi di titik-titik keramaian seperti Pasar Ikan dan terminal, warga merasa lebih nyaman dalam bertransaksi. Tak ada jarak yang terasa antara masyarakat dan aparat berbaju cokelat tersebut.

“Situasi Dogiyai secara umum sangat aman dan terkendali. Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami ada di sini, siap merespons cepat dan menjaga kedamaian ini tetap terjaga,” tegas pihak Humas Polres Dogiyai.

Patroli gabungan ini juga memperlihatkan soliditas tinggi antara personel kewilayahan dan Brimob Mabes Polri. Kehadiran Danton Yon C Men III Por, BRIPKA Denny Mulyana, beserta timnya menjadi bukti bahwa seluruh lini kepolisian bersatu demi kenyamanan warga Kabupaten Dogiyai.

Hingga matahari meninggi, aktivitas di Kabupaten Dogiyai terpantau normal dan penuh semangat. Patroli dialogis ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan sebuah janji untuk terus menjaga senyum di wajah masyarakat Dogiyai.

(Red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini