Globalpapua.id, NABIRE – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia (GPMI-I) menggelar aksi unjuk rasa damai di Kabupaten Nabire. Aksi diawali dengan longmarch dari kawasan Pasar Karang menuju Gedung DPRP Papua Tengah dan mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan TNI-Polri serta Satpol PP.

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire bersama Dandim 1705/Nabire, Danlanal Nabire, dan Danyonif 753. Sebelumnya sempat terjadi negosiasi antara massa aksi dan Kapolres Nabire di kawasan Wadio dan Pasar Karang sebelum peserta aksi melanjutkan perjalanan menuju lokasi penyampaian aspirasi.

Sesampainya di halaman Gedung DPRP Papua Tengah, massa menyampaikan aspirasi dengan mengangkat tema aksi “Militer Mesin Pembunuh Rakyat Intan Jaya”, sebagaimana tercantum dalam surat pemberitahuan aksi yang sebelumnya disampaikan kepada Polres Nabire. Aksi tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi terkait situasi di Kabupaten Intan Jaya.

Dalam surat pemberitahuan, GPMI-I menyebut aksi dilaksanakan berdasarkan ketentuan UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, dengan perkiraan jumlah peserta sebanyak 300 orang yang bergerak dari sejumlah titik kumpul menuju Kantor DPRP Papua Tengah. Kamis (23/7/2026).

Koordinator Lapangan Umum, Ferry Japugau, didampingi Wakil Koordinator Lapangan, Yosafat Muijiau, meminta DPRP Papua Tengah mengomunikasikan aspirasi mereka kepada Bupati Intan Jaya dan Gubernur Papua Tengah agar hadir menemui massa.

“Kami meminta DPRP Papua Tengah menyampaikan kepada Bupati Intan Jaya dan Gubernur Papua Tengah agar hadir menemui kami. Jika tidak, kami akan tetap bertahan di depan Gedung DPRP,” ujar Ferry Japugau.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi penyampaian aspirasi masih berlangsung secara damai di halaman Gedung DPRP Papua Tengah dengan pengamanan aparat gabungan.

(Alvi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini