/2026/01/1767996508503-1.png"/>Kepala Suku Moora Salurkan Sembako Bantuan Pusat, Ajak Warga Cegah Karhutla
/2026/01/1767996508503-1.png"/>Globalpapua.id NABIRE, (PAPUA Yruhs– Kepala Suku Moora, Donatus Sembor, menyalurkan bantuan sembako dari pemerintah pusat kepada masyarakat di wilayah Moora, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (25/8/2026).
Donatus menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada warga dalam kegiatan yang berlangsung di Sanoba. Penyaluran sembako ini sekaligus menjadi momentum bagi tokoh masyarakat untuk mengajak warga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Donatus mengatakan bantuan pemerintah merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat. Karena itu, ia meminta warga menerima bantuan tersebut dengan rasa syukur dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan.
“Jangan melihat besar atau kecilnya bantuan, banyak atau sedikitnya. Apa yang diberikan pemerintah harus kita syukuri dan kita manfaatkan dengan baik,” ujar Donatus.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya hadir melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui berbagai program yang bertujuan membantu masyarakat.
Karena itu, Donatus mengajak masyarakat menjaga hubungan baik serta membangun kebersamaan antara pemerintah, tokoh masyarakat dan warga.
Di sisi lain, Donatus memberikan perhatian khusus terhadap kondisi lingkungan Nabire yang menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mengalami kekeringan.
“Jaga Nabire, bebaskan Nabire dari asap. Bagi masyarakat yang membersihkan kebun atau halaman dan harus menggunakan api, jangan meninggalkan api begitu saja,” katanya”.
Donatus juga mengingatkan para pengendara agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Menurutnya, benda kecil tersebut dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran ketika jatuh di kawasan yang kering.
“Bagi perokok yang berkendaraan roda dua maupun roda empat, jangan membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya
Selain itu, ia menyarankan warga yang hendak membakar sampah atau membersihkan lahan agar mengumpulkan bahan yang akan dibakar di satu lokasi. Warga juga perlu membasahi bagian sekitar lokasi pembakaran untuk mencegah api merambat ke area lain.
“Kalau membakar, pinggirnya disiram air terlebih dahulu supaya api tidak merembet keluar,” jelas Donatus.
Ia menilai pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, aparat, tokoh masyarakat dan warga harus bergerak bersama untuk mengurangi risiko kebakaran dan dampak asap.
Donatus juga meminta pemerintah memperhatikan kondisi jalur hijau di Nabire. Menurutnya, kawasan hijau memiliki fungsi penting bagi kualitas lingkungan dan menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat.
“Kalau bisa, jalur hijau itu dijaga baik karena itu adalah paru-paru Kota Nabire,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Donatus berharap bantuan sembako dapat membantu kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran warga untuk menjaga lingkungan.
Ia mengajak masyarakat Moora menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan Nabire yang aman, bersih dan bebas dari asap Karhutla.
(Septi)

