/2026/01/1767996508503-1.png"/>

Globalpapua.id, NABIRE – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat dampak El-Nino di Papua Tengah membutuhkan pendekatan menyeluruh yang memadukan penegakan hukum terukur, pencegahan, serta edukasi masyarakat. Kompleksitas memadamkan api di lapangan tak sekadar urusan teknis, melainkan juga berbenturan dengan dinamika sosial warga lokal.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Satgas Tanggap Darurat Karhutla sekaligus Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, saat memberi arahan secara daring dalam Rapat Koordinasi Dampak El-Nino Lintas Sektor di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire. Minggu (23/8/2026).

Kapolda Jermias membeberkan sejumlah temuan lapangan terkait dugaan pembakaran lahan yang memicu persepsi publik. Dari hasil pendalaman kepolisian, beberapa insiden pembakaran ternyata dilakukan oleh pemilik lahan itu sendiri tanpa niat kejahatan terstruktur.

“Yang bersangkutan justru membakar lahan milik sendiri. Sehingga kami tidak melakukan penahanan. Kita kembalikan, tetapi proses pemeriksaannya tetap berjalan di kami,” ujar Brigjen Jermias.

Selain faktor kebiasaan masyarakat, polisi juga menemukan fakta unik di wilayah hukum Polsek Makimi, di mana terduga pelaku pembakaran yang ditangkap warga dan diserahkan ke polisi ternyata merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kendati demikian, polisi tetap melanjutkan proses pendalaman fakta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla di Papua Tengah tidak bisa digeneralisasi semata sebagai kejahatan terorganisasi. Olah karena itu, Polda Papua Tengah menekankan pentingnya sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, Forkopimda, dan warga.

Saat ini, personel di tingkat Polres bersama Forkopimda setempat masih memadamkan titik api secara manual di titik-titik yang bisa diakses jalur darat. Melalui rakor terpadu ini, Jermias berharap ada batas kewenangan dan prosedur operasional standar (SOP) yang jelas antarinstansi.

“Kita bisa bersinergi mengenai apa yang harus kami lakukan, khususnya di tingkat Polres, dan apa yang boleh dilakukan. Ke depan, Polda Papua Tengah siap berkooperasi penuh untuk menanggulangi bencana ini,” pungkasnya.

(ALVI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini