/2026/01/1767996508503-1.png"/>

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Penanganan Dampak El Nino di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Silwanus Sumule.

Pertemuan strategis ini mempertemukan instansi terkait guna merumuskan langkah tanggap darurat dan antisipasi menyusul penetapan status siaga dan waspada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau panjang di seluruh wilayah Papua Tengah. Minggu (23/8/2026).

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah, Yan Richard Pugu, menegaskan bahwa potensi kebakaran meluas karena ketersediaan bahan bakar alami yang mengering di seluruh daerah, termasuk kawasan indikatif gambut di Nabire bagian timur.

Mengingat unsur pembentuk api telah terpenuhi, pemerintah menerapkan pola penanganan berjenjang dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Guna merespons ancaman tersebut, pemerintah daerah memprioritaskan pemeriksaan lapangan (ground check) terhadap sekitar 300 titik panas (hotspot) yang terdeteksi BMKG serta berencana membentuk posko koordinasi terpadu.

“Sekitar 65 persen kawasan hutan di Papua Tengah merupakan kawasan konservasi dan hutan lindung yang di dalamnya terdapat aktivitas berkebun masyarakat. Oleh karena itu, ground check sangat penting untuk memastikan titik api dan mengintervensi kebakaran secara cepat,” ujar Yan Richard

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara tidak bertanggung jawab, seraya mendorong media massa aktif menjalankan peran edukasi publik mengenai bahaya serta dampak cuaca ekstrem El Nino.

(ALVI)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini