/2026/01/1767996508503-1.png"/>

Globalpapua.id, NABIRE — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar kawasan SP 3 Karadiri hingga mendekati Bandara Douw Aturure dan sudah menyebar ke berapa titik-titik lahan lainnya di Nabire barat mulai memicu kekhawatiran warga Nabire.

Menanggapi ancaman kabut asap dan debu tebal musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah langsung mengambil tindakan preventif di lapangan demi menekan risiko penyakit saluran pernapasan. Sabtu (22/8/2026).

Aksi nyata tersebut digelar di arena Car Free Day (CFD) Jalan Pepera, Nabire. Tim Dinkes turun langsung membagikan 1.000 masker 3-ply gratis per hari kepada pejalan kaki, pengendara, hingga mama-mama pedagang. Langkah tanggap ini diambil setelah Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mulai mendeteksi grafik kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Guna menopang aksi lapangan, Dinkes menyiagakan stok 60.000 lembar masker, menjamin pasokan obat dan vitamin di Instalasi Farmasi Provinsi, serta menyiagakan armada ambulans darurat. Evaluasi pelaksanaan CFD untuk pekan depan juga akan terus disesuaikan dengan tren kualitas udara harian.

“Data SKDR menunjukkan mulai ada kenaikan kasus ISPA walau belum signifikan, namun kami tidak boleh lengah. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan dan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” tegas dr. Agus.

Ia mengingatkan warga yang mengalami sesak dada atau batuk-pilek lebih dari tiga hari untuk segera mendatangi puskesmas terdekat, atau menghubungi kanal resmi via WhatsApp (0822-2308-8479) dan Instagram (@dinkespapuatengah).

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini