/2026/01/1767996508503-1.png"/>

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar rapat darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire. Langkah tanggap darurat ini diambil menyusul kebakaran lahan yang meluas dari kawasan SP 3 Karadiri, Nabire Barat, hingga mendekati Bandara Douwes Aturure, Jumat (21/8/2026).

Kabut asap tebal akibat kebakaran tersebut melumpuhkan aktivitas warga, memicu gangguan pernapasan dan mata, serta menyebabkan penundaan jadwal penerbangan. Kebakaran yang terjadi di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino selama dua bulan terakhir ini ditangani secara sinergis oleh pemadam kebakaran, masyarakat, serta 75 personel gabungan dari Polda Papua Tengah, Polres Nabire, dan Brimob.

Rapat koordinasi terbatas ini dipimpin oleh Sekda Papua Tengah Silwanus Sumule mewakili Gubernur Meki Nawipa, serta dihadiri DLHKP, Dinas Kesehatan, BPBD/BNPB, BMKG, Polda Papua Tengah, Damkar, hingga Kepala RRI Nabire.

Sekda Silwanus menegaskan, Pemprov bergerak cepat mengidentifikasi masalah serta menginventarisasi armada pemadam yang ada guna memobilisasi bantuan darurat.

“Kami mengidentifikasi ada enam mobil pemadam kebakaran serta dua unit milik kepolisian yang dimanfaatkan. Kami terus mengupayakan memodifikasi dan memobilisasi armada, termasuk menggandeng masyarakat yang memiliki mobil tangki air untuk menyuplai pasokan ke lokasi kritis,” ujar Silwanus Sumule.

Kondisi karhutla diperparah oleh kemarau ekstrem yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir tahun.

Kepala Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi, yang terus berkoordinasi dengan BPBD setempat terkait prakiraan cuaca dan mitigasi kebencanaan, membeberkan bahwa wilayah Nabire dan sekitarnya saat ini berada pada tingkat kerawanan tertinggi akibat cuaca ekstrem.

“Berdasarkan data 10 hari terakhir hingga pertengahan Agustus, tercatat ratusan titik panas di Papua Tengah dengan Indeks El Nino mencapai 2,7 atau kategori sangat kuat. Peta kemudahan penyulutan api di Nabire masuk tingkat ekstrem, di mana percikan api sekecil apa pun atau puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat langsung memicu kebakaran besar,” kata Husain.

Pemprov Papua Tengah, mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan titik api ke posko darurat BPBD yang ada di Kabupaten Nabire.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini