Globalpapua.id, NABIRE — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire bersama aliansi pelajar dan mahasiswa menggelar aksi Mimbar Bebas di halaman Asrama Putra Dogiyai, Jalan Dosa, Bumi Wonorejo, Nabire, pada Minggu (9/8/2026).

Aksi yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia ini diwarnai dengan orasi politik, pembacaan puisi, hingga penampilan seni budaya. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap kekhawatiran atas pengrusakan hak-hak adat dan kehancuran kebudayaan di Papua.

Dalam pergerakan tersebut, massa aksi menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya investasi berlatar belakang kekuatan militer yang dinilai mengancam ruang hidup warga lokal. Pihak penyelenggara menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari seluruh generasi muda dan mahasiswa dari berbagai wilayah adat Papua untuk terus menjaga nilai-nilai kebudayaan serta melestarikan tanah leluhur dari berbagai ancaman marginalisasi.

Koordinator Lapangan KNPB Nabire, Ando Douw, secara tegas mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum konkret serta menghentikan seluruh operasi militer di Tanah Papua.

“Kami tegaskan bahwa Tanah Papua bukan milik negara, melainkan milik masyarakat adat yang sudah ada jauh sebelum Indonesia masuk. Pemerintah wajib mengesahkan RUU Masyarakat Adat, menghentikan operasi militer, mengembalikan ratusan ribu pengungsi internal, dan menyelesaikan konflik TPNPB dengan TNI/Polri melalui jalur dialog,” ujar Ando Douw.

(ALVI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini