Globalpapua.id, NABIRE – Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Adat Enam Suku Pesisir dan Kepulauan Nabire resmi digelar pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Pantai Menase, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kegiatan yang mengusung tema “Satu Tanah Leluhur, Satu Budaya, Satu Tekad, Satu Masa Depan” ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran TNI-Polri. Kamis (30/7/2026).
Mubes mempertemukan enam kontingen masyarakat adat, yakni Kontingen Wate, Yaur, Gwoa, Umar, Moora, dan Yerisiam, sebagai wadah memperkuat persatuan, memperkokoh kelembagaan adat, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi pembangunan masyarakat adat di wilayah pesisir dan kepulauan Nabire.
Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei, mengatakan Mubes menjadi momentum penting untuk menata kembali kelembagaan adat secara resmi dan demokratis, mulai dari tingkat kampung, kabupaten hingga provinsi.
Selain itu, forum tersebut juga membahas penyatuan persepsi mengenai hak ulayat, penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian bahasa dan budaya daerah, hingga usulan pemekaran wilayah sebagai bagian dari pemerataan pembangunan.
“Musyawarah besar ini menjadi kebangkitan bersama enam suku pesisir. Saatnya kita menyatukan suara, menata adat secara resmi, dan membangun masa depan bersama,” ujar Otis Monei.
Melalui pelaksanaan Musyawarah Besar ini, Otis Monei berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Nabire dapat memberikan perhatian serius terhadap seluruh rekomendasi yang dihasilkan.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, baik dalam penataan kelembagaan adat, pelestarian bahasa dan budaya lokal, pemberdayaan ekonomi masyarakat adat, hingga percepatan pembangunan dan pemekaran wilayah yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat enam suku pesisir dan kepulauan Nabire.
Ia berharap hasil Mubes menjadi pijakan bersama bagi pemerintah dan masyarakat adat dalam membangun Papua Tengah yang berpihak pada hak-hak masyarakat adat, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menjaga kelestarian budaya bagi generasi yang akan datang.
(Alvi)














