Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah)– Langkah nyata percepatan pembangunan di Wilayah Otonomi Baru (DOB) ditunjukkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Pada Senin (20/04/2026), Wapres melakukan kunjungan kerja perdananya ke Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, Nabire, guna memastikan proyek strategis nasional berjalan tepat sasaran.

Kehadiran orang nomor dua di Indonesia tersebut disambut hangat oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama jajaran Forkopimda setibanya di Bandara Douw Aturure pada pukul 11.58 WIT.

 

Mengawali agendanya, Wapres Gibran yang didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, langsung melakukan inspeksi mendadak pada fasilitas landasan pacu (runway) Bandara Douw Aturure. Pengecekan ini menjadi krusial mengingat bandara tersebut merupakan urat nadi konektivitas yang menghubungkan wilayah pegunungan dan pesisir di Papua Tengah.

Tak berselang lama, rombongan bergerak menuju Pelabuhan Nabire di Samabusa. Di lokasi ini, Wapres memetakan langsung kapasitas dermaga untuk mendukung arus logistik. Fokus utamanya adalah memastikan distribusi barang berjalan lancar demi menekan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok di masyarakat tetap stabil.

Selain infrastruktur transportasi, Wapres juga menyambangi Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) Provinsi Papua Tengah. Titik fokus peninjauan adalah fasilitas Rumah Susun (Rusun) ASN yang sedang dalam tahap penyelesaian.

“Penyediaan hunian yang layak bagi aparatur negara adalah kunci utama agar roda pemerintahan di provinsi baru ini bisa berjalan optimal dan melayani masyarakat dengan maksimal,” ungkap salah satu perwakilan rombongan saat berdiskusi di lapangan.

Kunjungan singkat namun padat ini diakhiri dengan koordinasi terbatas sebelum rombongan bertolak menuju Timika. Secara garis besar, kehadiran Wapres di Nabire membawa tiga pesan penting bagi masa depan Papua Tengah:

Percepatan Infrastruktur: Memastikan konektivitas antar wilayah bukan lagi sekadar wacana.                                                   Stabilitas Ekonomi: Penguatan jalur laut dan udara sebagai kunci kesejahteraan warga. Kesiapan Birokrasi: Memastikan fasilitas pendukung pemerintahan siap melayani publik secara total.

Kunjungan perdana ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersinergi, membuktikan bahwa Papua Tengah siap bertransformasi menjadi wilayah yang maju dan mandiri.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini