filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (0.7437298, 0.5599108);sceneMode: 3145728;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 43;

GLOBALPAPUA. ID, Nabire (Papua Tengah), jumat, (18/12/2025), PT Kristalin Eka Lestari (KEL), menyampaikan klarifikasi terkait tudingan dalam pemberitaan salah satu media On Line yang menyebut perusahaan telah menyebabkan banjir berulang ulang hingga dua sampai tiga kali dalam sebulan.

Klarifikasi ini muncul setelah adanya pemberitaan bahwa aktivitas PT. KEL disebut penyebab banjir yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Saat ditemui beberapa wartawan, Rabu (17/12/2025) siang, melalui perwakilan PT KEL, Ibu Maria Erari Selaku Humas, di dampingi tiga toko adat, Yantris Monei selaku perwakilan toko perempuan Adat Wate Kampung Nifasi, Ayub Monei selaku perwakilan toko Adat, Habel Romawi selaku perwakilan pemilik garapan adat,

Dalam pernyataannya Yantris Monei,”apa yang telah disampaikan berita itu, tidak benar artinya berbicara tentang adanya PT Kristalin, beroperasi di sungai musairo. Dalam adat wilayah kampung nifasi ini, tidak seperti yang tertuang dalam berita tersebut.

“,Adanya banjir atau datangnya banjir itu tergantung dari cuaca, kalau ada musim panas maka tidak ada banjir, Tapi kalau musim hujan ada banjir, sungai manapun pasti akan banjir. Itu paktor alam. Sekali lagi saya memperjelas, bahwa tidak ada banjir yang besar sampai dua hingga tiga kali dalam satu bulan penyebab dari PT. Kristalin Eka Lestari (KEL).

“Bicara tentang pemindahan pekerjaan dari PT KEL ke wilayah adat atau lokasi kerja, kami dari adat menurut saya, saya melihat bahwa, PT KEL masih bisa bekerja diatas wilayah adat kampung nifasi yg mana masyarakat adat serahkan tanggumng jawab sepenuhnya kepada PT. KEL untuk bekerja. Mengenai pindah lokasi kerja itu, mungkin ada rencana dari adat makimi tapi mungkin baru mau melangkah untuk bekerja. Artinya dia belum beroperasi.”Ungkap Yantris Monei”.

Hal senada dikatakan Ayub Monei selaku perwakilan toko adat, “Saya pertegas, kami pemilik hak wilayat, berita itu tidak benar, kalau memang dari pihak sebelah merasa dirugikan atau seperti apa, mereka datang Bicara cari solusi, karna kami yang pemilik hak wilayat bukan mereka,

dengan adanya PT. KEL ini sangat membantu masyrakat adat kampung nifasi, baik dukungan pendidikan, layanan kesehatan, sembako dan lain-lain itu sudah nampak sekali kami rasakan.

Kalau memang ada dampak, perjelas mari kita bicara baik baik, kalau memang itu nyata, Kalau tidak nyata tidak boleh. Karna saya tidak tahu sumber yang berbicara, sedangkan Saya selaku toko adat, tahu semua saya punya masyarakat. Jadi sekali lagi mempertegas tidak boleh membuat opini opini sepihak saja.”Jelasnya “.

Lebih lanjut dikatakan Habel Romawi, perwalikan Pemilik garapan adat, “Kalau kamu yang mengeluh datang bicara dengan kami, kira-kira Apa masalahnya supaya kami sama-sama duduk, Langkah apa yang harus diambil untuk menyelesaikan permasalahan. kami masyarakat Kampung masih tetap berpijak siapapun yang datang bicara kami tetap terima.”Lanjutnya”.

Ibu Maria Erari selaku Humas PT. KEL mengatakan,”perlu saya sampaikan kepada semua publik bahwa, PT. KEL beroperasi di hak adat Wate Kampung Nifasi, jelas diberikan sah oleh adat, sehingga perusahaan bisa bekerja. Terkait banjir yang dia sampai tiga kali dalam satu bulan, itu tidak masuk di akal sehat, saya selaku humas dan saya tidak pernah ke mana-mana selalu ada dimasyarakat.dan saya selalu ada di tempat aktivitas PT. KEL, jadi saya mempertegas bahwa banjir yang dikatakan berulang-ulang itu adalah bohong.”Tutup Maria Erari”. (Tim/Red)GLOBALPAPUA. ID, Nabire (Papua Tengah), jumat, (18/12/2025), PT Kristalin Eka Lestari (KEL), menyampaikan klarifikasi terkait tudingan dalam pemberitaan salah satu media On Line yang menyebut perusahaan telah menyebabkan banjir berulang ulang hingga dua sampai tiga kali dalam sebulan.

Klarifikasi ini muncul setelah adanya pemberitaan bahwa aktivitas PT. KEL disebut penyebab banjir yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Saat ditemui beberapa wartawan, Rabu (17/12/2025) siang, melalui perwakilan PT KEL, Ibu Maria Erari Selaku Humas, di dampingi tiga toko adat, Yantris Monei selaku perwakilan toko perempuan Adat Wate Kampung Nifasi, Ayub Monei selaku perwakilan toko Adat, Habel Romawi selaku perwakilan pemilik garapan adat,

Dalam pernyataannya Yantris Monei,”apa yang telah disampaikan berita itu, tidak benar artinya berbicara tentang adanya PT Kristalin, beroperasi di sungai musairo. Dalam adat wilayah kampung nifasi ini, tidak seperti yang tertuang dalam berita tersebut.

“,Adanya banjir atau datangnya banjir itu tergantung dari cuaca, kalau ada musim panas maka tidak ada banjir, Tapi kalau musim hujan ada banjir, sungai manapun pasti akan banjir. Itu paktor alam. Sekali lagi saya memperjelas, bahwa tidak ada banjir yang besar sampai dua hingga tiga kali dalam satu bulan penyebab dari PT. Kristalin Eka Lestari (KEL).

“Bicara tentang pemindahan pekerjaan dari PT KEL ke wilayah adat atau lokasi kerja, kami dari adat menurut saya, saya melihat bahwa, PT KEL masih bisa bekerja diatas wilayah adat kampung nifasi yg mana masyarakat adat serahkan tanggumng jawab sepenuhnya kepada PT. KEL untuk bekerja. Mengenai pindah lokasi kerja itu, mungkin ada rencana dari adat makimi tapi mungkin baru mau melangkah untuk bekerja. Artinya dia belum beroperasi.”Ungkap Yantris Monei”.

Hal senada dikatakan Ayub Monei selaku perwakilan toko adat, “Saya pertegas, kami pemilik hak wilayat, berita itu tidak benar, kalau memang dari pihak sebelah merasa dirugikan atau seperti apa, mereka datang Bicara cari solusi, karna kami yang pemilik hak wilayat bukan mereka,

Dengan adanya PT. KEL ini sangat membantu masyrakat adat kampung nifasi, baik dukungan pendidikan, layanan kesehatan, sembako dan lain-lain itu sudah nampak sekali kami rasakan.

Kalau memang ada dampak, perjelas mari kita bicara baik baik, kalau memang itu nyata, Kalau tidak nyata tidak boleh. Karna saya tidak tahu sumber yang berbicara, sedangkan Saya selaku toko adat, tahu semua saya punya masyarakat. Jadi sekali lagi mempertegas tidak boleh membuat opini opini sepihak saja.”Jelasnya “.

Lebih lanjut dikatakan Habel Romawi, perwalikan Pemilik garapan adat, “Kalau kamu yang mengeluh datang bicara dengan kami, kira-kira Apa masalahnya supaya kami sama-sama duduk, Langkah apa yang harus diambil untuk menyelesaikan permasalahan. kami masyarakat Kampung masih tetap berpijak siapapun yang datang bicara kami tetap terima.”Lanjutnya”.

Ibu Maria Erari selaku Humas PT. KEL mengatakan,”perlu saya sampaikan kepada semua publik bahwa, PT. KEL beroperasi di hak adat Wate Kampung Nifasi, jelas diberikan sah oleh adat, sehingga perusahaan bisa bekerja. Terkait banjir yang dia sampai tiga kali dalam satu bulan, itu tidak masuk di akal sehat, saya selaku humas dan saya tidak pernah ke mana-mana selalu ada dimasyarakat.dan saya selalu ada di tempat aktivitas PT. KEL, jadi saya mempertegas bahwa banjir yang dikatakan berulang-ulang itu adalah bohong.”Tutup Maria Erari”. (Tim/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini