Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) – Menanggapi maraknya aksi pembegalan yang meresahkan para penyedia jasa transportasi roda dua, Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., menggelar pertemuan tatap muka bersama komunitas ojek di Aula Wicaksana Polres Nabire pada Senin (04/05/2026).
Pertemuan yang dimulai pukul 10.00 WIT tersebut dihadiri oleh Wakapolres Kompol Piter Kendek, S.Sos., M.M., Ketua Komunitas Ojek Rony Dawer, serta puluhan pengemudi ojek yang beroperasi di wilayah hukum Kabupaten Nabire.

Dalam arahannya, Kapolres Samuel menyampaikan apresiasi atas peran ojek sebagai urat nadi transportasi masyarakat. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait keterbatasan jumlah personel, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak menyurutkan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal.
“Kami mengimbau rekan-rekan ojek untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Gunakan teknologi seperti GPS pada kendaraan dan sebisa mungkin hindari melintasi titik-titik rawan pada jam-jam berisiko,” ujar Kapolres.

Dalam sesi dialog, komunitas ojek menyampaikan sejumlah poin krusial demi keamanan mereka di lapangan, di antaranya:
Pengaktifan kembali pos-pos keamanan di titik strategis. Penertiban peredaran minuman keras (miras) yang sering menjadi pemicu tindak kriminal. Peningkatan frekuensi patroli, khususnya di area sepi.
Kepastian hukum terkait batasan pembelaan diri saat menghadapi pelaku kejahatan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa meski terdapat kendala anggaran dan personel, Polres Nabire akan mengoptimalkan patroli dialogis dan mengaktifkan kembali patroli roda dua agar lebih fleksibel menjangkau gang-gang kecil. Mengenai perlindungan hukum, ia menegaskan bahwa hak
pembelaan diri sudah diatur secara jelas dalam undang-undang dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap beban ekonomi para pengemudi, kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan komunitas ojek dan para korban begal.
Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, diharapkan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Nabire tetap kondusif dan memberikan rasa aman bagi para pejuang nafkah di jalanan.
(Red)


















