Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah)– Situasi keamanan di Kabupaten Nabire dilaporkan tetap aman dan terkendali setelah aksi penyampaian aspirasi oleh kelompok mahasiswa dan aktivis HAM pada Senin (27/4). Aksi yang berlangsung sejak pagi pukul 07.00 WIT hingga sore hari pukul 15.40 WIT tersebut berjalan dengan lancar di bawah pengawalan ketat aparat keamanan.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., mengungkapkan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan bijak dalam menangani aksi long march di beberapa titik. Langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan matang di lapangan agar situasi tetap berada dalam koridor keamanan yang disepakati.

“Puji Tuhan, semua berjalan lancar. Meskipun ada titik-titik di mana kita bijaki adanya longmarch, namun semua tetap dalam koridor keamanan,” ujar AKBP Samuel didampingi jajaran Forkopimda.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ketertiban umum, pihak keamanan menyediakan 15 armada truk untuk mengantar para peserta aksi kembali ke kediaman masing-masing.

7 truk khusus dikerahkan untuk mengantar mahasiswa kembali ke Asrama Puncak, Pasar Karang, dan Wilayah Jepara.

Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya gangguan lalu lintas atau insiden tambahan saat peserta membubarkan diri.

Secara keseluruhan, koordinasi antara kepolisian dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) berjalan harmonis. Meski sempat terjadi insiden kecil berupa pelemparan yang mengakibatkan kerusakan kaca, situasi berhasil diredam dengan cepat.

Keberhasilan pengamanan ini melibatkan 827 personel gabungan dari TNI-Polri dan unsur Forkopimda, serta mendapat dukungan penuh dari para Kepala Suku dan tokoh agama setempat.

Kapolres Nabire mengapresiasi sikap tertib para peserta dan mengimbau agar setiap penyampaian aspirasi di masa mendatang terus mengikuti prosedur hukum yang berlaku demi menjaga kedamaian di “Kota Emas” Nabire.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini